
Kalisa yang hanya pasrah, karena khilaf jadi dia hanya mengikuti keinginan suaminya.
Kelihaian Reza membuat Kalisa juga mengingatkan nikmat nya dunia.
"aaahhh... aaahhh..."keluar dari bibir Kalisa.
Gunung kembar kenyal yang di k*c*p secara perlahan dan Reza mengingatkan lebih.
Melihat Kalisa yang menikmati maka Reza pun melakukan yang lebih lanjut.
"Hoek...Hoek... Hoek..."
suara tangisan salsa sehingga aktivitas tidak bisa berlanjut."bang... tolong lihatkan Salsa, mungkin dia kehausan"kata Kalisa pada suaminya.
"nanggung nih..."jawab Reza.
"bang... nanggung apanya? kan baru mulai"kata Kalisa
"iya...bentar lagi"kata Reza lagi.
"Hoek...Hoek...Hoek..."
suara tangisan salsa kembali terdengar, sehingga Reza pun mengalah. Dia pun melihat salsa di box bayi, dan terlihat minta minum susu.
"bentar sayang...papa buatkan susu dulu"kata Reza mengambil susu dan botol lalu membuatkan susu pada anaknya.
Malam ini salsa sedikit rewel, setelah minum susu dia minta di gendong dan di bawa keluar kamar. Aldo yang masih di luar kamar melihat adik iparnya yang lagi menenangkan.
"kenapa Salsa?"tanya Aldo
"enggak tau bang... malam ini manja, minta di gendong"jawab Reza
"mungkin dia rindu sama kamu"kata Aldo.
"mungkin lah bang..."jawab Reza.
Ada sekitar satu jam Reza menenangkan anaknya. Setelah merasa nyaman,maka di bawa masuk kembali ke dalam kamar. Lalu Reza pun istirahat kembali.
Esok harinya melihat kondisi istrinya masih lemas maka Reza pun berinisiatif mau membawa Kalisa kembali ke klinik dokter Lukman karena lebih baik di rawat inap saja.
Tapi terlebih dahulu dia menanyakan pada mama mertua nya. Saat sarapan pagi mereka makan bersama di meja makan."ma... rencana Reza mau bawa Kalisa rawat inap di klinik dokter"kata Reza.
"kenapa harus di rawat? di check up aja dulu, jangan minta rawat inap"bu Ros memberi masukan.
"gitu ya ma..."kata Reza kembali.
"emangnya lemas kali keadaan Kalisa?"tanya pak Dharma
"Reza enggak tega melihat nya"kata Reza
"setelah makan ayah mau lihat Kalisa di kamar "kata pak Dharma
__ADS_1
Sarapan pagi mereka sudah selesai tapi Aldo baru datang."yah...makan sendiri lagi "kata Aldo
"kamu sih... selalu telat sementara ayah mu mau cepat,"kata Bu Ros merapikan meja dan lalu ikut masuk ke kamar kalisa.
Pak Dharma yang melihat anak gadisnya berbaring di tempat tidur lalu memegang kening Kalisa."kamu sakit sayang "tanya pak Dharma memeriksa keningnya yang panas."
"demam kamu Kalisa..."kata pak Dharma
"masa sih ayah...tadi enggak kok"kata Reza.
"mungkin kamu enggak sadar Reza karena ngurusin salsa juga semalaman"kata Bu Ros menenangkan.
Melihat putrinya yang demam pak Dharma sedikit panik,dia tidak mau terjadi apa apa pada kalisa.",ya sudah...kamu siapkan mobil Reza .. secepatnya kita berangkat"perintah pak Dharma .
"baik ayah..."jawab Reza lalu keluar kamar.
Bu Ros juga ikut sibuk,dia pun membawakan tas kecil untuk beberapa pakaian untuk di bawa Kalisa. "ayo ma...kita papah Kalisa ke mobil "kata pak Dharma.
bu Ros mengikuti perintah suami nya sementara kalisa yang enggan ke rumah sakit."Kalisa sehat kok ayah... enggak perlu rawat inap"kata Kalisa.
"kamu ikuti saja enggak usah membantah"kata Bu Ros.
Sampai di mobil yang sudah di siapkan, Kalisa yang di bawa pak Dharma dan Aldo yang sudah makan memapah ke mobil sementara Bu Ros membawakan tas perlengkapan mana tau rawat inap."ayah dan Aldo yang ikut,mama jaga salsa"kata Bu Ros
"iya..."jawab pak Dharma.
Aldo yang jadinya yang membawa mobil karena Reza yang di samping Kalisa sementara pak Dharma duduk di depan sebelah Aldo."aduh... enaknya Reza bisa di sebelah istrinya sementara aqu nyetir mobil.kapan ya aqu bisa seperti itu"kata Aldo dalam hati sambil melirik dari kaca spion dalam mobil melihat kalisa dan adik iparnya.
Reza sengaja menelpon dokter agar menunggu mereka sampai.
Dan ternyata dokter Lukman sudah menunggu kedatangan mereka, sampai di klinik Kalisa di bawa ke ruang UGD tempat praktek di sore hari.
Kalisa yang masuk ke ruang periksa yang di temani pak Dharma dan Reza suaminya."Kenapa Kalisa? perasaan kamu semalam kemari"kata dokter.
"enggak ada apa apa kok dokter,ayah aja yang khawatir"jawab kalisa.
Dokter Lukman memeriksa keadaan Kalisa."tapi kamu memang panas badannya, bagaimana pandangan mu? apakah pusing?"tanya pak dokter.
"iya... dokter... kepala saya pusing"jawab kalisa.
"ya sudah...kita sekalian USG juga"kata dokter.
Pemeriksaan pun dilanjutkan dengan USG lalu dokter berbicara dengan Reza dan pak Dharma."kondisi Kalisa demam dan kepalanya masih pusing"kata dokter.
"iya dokter,jadi bagaimana?"kata Reza
"saran saya sebaiknya Kalisa di rawat inap dulu"jawab pak dokter.
"kalau itu yang terbaik, lebih baik laksanakan"kata pak Dharma.
"iya dokter...apa yang dikatakan ayah betul juga"kata Reza.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu biar perawat mempersiapkan segala sesuatunya kalau begitu"kata dokter.
"iya dokter", jawab Reza.
"kalau begitu saya permisi dulu karena saya mau keliling juga"kata pak dokter.
"baik dokter,maaf kalau kami mengganggu.
"enggak apa apa,saya permisi dulu.nanti ada suster yang melayani."kata pak dokter.
"terima kasih dokter "kata pak Dharma
"sama sama pak, kalau begitu saya permisi "kata dokter Lukman meningkatkan pak Dharma dan Reza.
Setelah menunggu lebih kurang tiga puluh menit maka Kalisa di bawa ke ruangan inap. Walaupun kecil tapi nyaman ruangan nya, yang bisa masuk hanya yang jaga dan tamu untuk tiga orang. Kalau pun tamunya lebih, menunggu di luar yang di sediakan pihak klinik.
Perawat membawa kalisa ke ruangan."ibu...kita pindah ke ruangan ya..."kata perawat.
"iya suster..."jawab Nadya.
Dengan bantuan kursi roda maka Kalisa di bawa dan di ikuti oleh Reza dan pak Dharma.
Pak Dharma memperhatikan ruang inap anaknya.tapi seperti nya pak Dharma suka dari wajahnya."walaupun tidak terlalu besar tapi Kalisa insha Allah nyaman"kata pak Dharma
"insha Allah ayah..."kata Reza.
"ya sudah...ayah tinggal kalian karena mau ke kantor, kalau ada apa apa kalian telpon ya..."pesan pak Dharma.
"baik ayah..."jawab Reza.
"kalisa... jangan lupa makan,biar kamu cepat sembuh"pesan pak Dharma pada anaknya.
"mmmhhh..."jawab kalisa.
Maka pak Dharma dan Aldo berangkat dari rumah sakit ke kantor.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like...add favorit
vote...vote... vote.
serta komentar yang membangun
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1