
Kalisa yang minta tolong di temani oleh suaminya tapi dengan syarat dia yang harus meminta izin pada pemilik perusahaan, yaitu pak Dharma.
Memasuki ruangan pak Dharma tanpa banyak pertanyaan karena sekertaris sudah mengenal Kalisa adalah putri pak bos. Kalisa pun mengetuk pintu ruangan.
Tok...tok...tok...
"masuk..."perintah pak Dharma.
masuk ke ruangan sehingga membuat pak Dharma seperti tak percaya karena ini adalah ke dua kali semenjak kejadian mati lampu di lift yang membuat kantor heboh.
Kalisa yang ada maunya pada ayahnya mendekati dengan senyum cengengesan.
"Kalisa...ada apa ke kantor?"tanya pak Dharma
"ayah...Kalisa ke sini ada yang mau di selesaikan tapi..."kata Kalisa terhenti.
Pak Dharma yang bingung melihat tingkah anaknya karena tak biasanya seperti itu."Kalisa kenapa ya... enggak seperti biasanya dan tidak pernah bertingkah seperti ini."kata pak Dharma dalam hati.
"tapi kenapa? kok terputus? mau bicara apa?"tanya pak Dharma
Kalisa duduk di kursi berhadapan dengan ayahnya."tapi...bang Reza harus ikut ada masa lalu yang harus di selesaikan sebelum merambat ke yang lainnya"kata Kalisa pada ayahnya.
Pak Dharma melihat ke arah Kalisa seperti mencari sesuatu jawaban.
Merasa di perhatikan oleh ayahnya membuat Kalisa salah tingkah."ayah...kok gitu lihat nya? Kalisa mau minta izin, bang Reza permisi sekarang karena ada sesuatu hal"kata Kalisa.
"sesuatu hal apa?"tanya pak Dharma lagi.
"ih... nanti tanya mama saja karena Kalisa sudah cerita pada mama dan ini juga saran mama juga"kata Kalisa lagi.
Pak Dharma hanya manggut-manggut mendengar Kalisa memberikan penjelasan.
"kenapa enggak Reza aja yang permisi sendiri?"tanya pak Dharma
"dia enggak mau ayah karena sudah dua hari dia pulang cepat, takut di pecat kali"kata Kalisa bercanda.
Mendengar jawaban anaknya membuat pak Dharma tertawa."wkwkwkwk...mana bisa ayah pecat dia, kasihan lah istri dan anaknya "kata pak Dharma.
"itu ayah tau... boleh yah... please... please...ayah"kata Kalisa.
"mmmhhh...tapi untuk hari ini saja karena besok setelah jam makan siang Reza ada tugas ketemu infestor kakap"kata pak Dharma.
"oke ayah.... terima kasih banyak "kata Kalisa mendekati ayah nya sambil memeluk tanda seni.
"sudah... sudah... selesaikan masalah mu, jangan pulang malam, kasian salsa"pak Dharma mengingatkan.
"ya... terima kasih...Kalisa permisi dulu "kata Kalisa lalu permisi.
Sudah mendapat persetujuan dari ayahnya maka Kalisa kembali ke ruangan Reza untuk mengajak nya keluar. Sampai di ruangan di lihatnya Reza yang masih bekerja.
"bang...kok masih kerja? aqu kan sudah permisikan!"kata Kalisa.
"oh... sudah... boleh permisi?"tanya Reza lagi.
__ADS_1
"boleh lah...ayo tutup pekerjaan nya,. sekarang temani aqu"kata Kalisa
"baik Bu...mana bisa di kawan anak yang punya perusahaan "kata Reza.
"sudah tau kan? sekarang di tutup biar cepat kita selesai "kata Kalisa.
"belum di mulai sudah selesai...ya sudah...ayo kita keluar "kata Reza yang sudah menutup pekerjaan nya.
Sepasang suami istri itu pun turun ke bawah melalui lift, Reza yang ingat dengan kejadian mereka berdua terjebak di dalam lift.
"Kalisa... ingat kejadian waktu kita terjebak di lift?"tanya Reza.
Kalisa yang sebenarnya malu tapi bagaimana lagi, memang kenyataannya seperti itu.
"jangan ingat kan lagi, aqu kan malu"kata Kalisa
"ya sudah...tapi kalau terjadi lagi bagaimana?"tanya Reza penasaran dan mereka sudah di dalam lift.
"kan ada abang... jangan nakutin... buat aqu enggak mood saja"kata Kalisa
Apa yang di katakan Kalisa ada benarnya maka Reza pun diam saja selama di dalam lift. Setelah keluar dari lift baru Reza ngomong kembali.
"kenapa abang diam saja?"tanya Kalisa karena terasa sepi.
"abang takut kalau kamu strees,makanya diam saja. Sekarang kita mau kemana?"
Kalisa yang sepertinya masih berpikir lalu menjawab."kita ke tempat perlengkapan bayi "kata Kalisa
"lho... untuk apa? bukannya anak kita sudah lengkap peralatan salsa "kata Reza.
Reza hanya senyum mendengar Kalisa yang lagi berceloteh ."Trus dapat bonus lagi "kata Reza.
"iya...bonus yang punya pengalaman "kata Kalisa.
"bonus ada salsa...abang ipar jadi suami qu."kata Reza.
"mmmhhh...Abang ipar yang beberapa kali ketemu jadi suami "kata Kalisa pada suaminya tidak mau kalah.
Di perlengkapan bayi Kalisa melihat semua yang ada di sana sampai bingung mau beli yang mana."bagus nya beli apa bang?"tanya Kalisa.
"baju atau celana yang lusinan gitu aja"usul Reza.
"kalau yang seperti itu ngapain di sini, di pasar grosiran saja. biasa di sana banyak pilihan dan berbagai macam harga."kata Kalisa.
"kita ke sana saja tapi kamu bisa ke sana? biasanya ramai orang di sana, takut nya kamu enggak kuat mencium berbagai macam aroma "kata Reza.
"yuk lah kita coba, kalau enggak bisa kita ke sini lagi "kata Kalisa.
Biar aman jadi Reza mengikuti keinginan istri nya lagian melihat Kalisa yang semangat mengajak ke pasar, lalu di coba saja dulu.
Mencari perlengkapan bayi yang kebetulan berada di belakang mall jadi tidak terlalu jauh untuk jalan ke belakang.
Ternyata tidak begitu jauh mereka berdua jalan jadi langsung ketemu toko mereka cari.
__ADS_1
"itu toko nya...yuk kita masuk"ajak Kalisa.
Reza hanya mengikuti permintaan istrinya, dan ternyata di dalam banyak barang dan orang yang belanja juga.
Kalisa yang sudah mulai terlihat tidak nyaman jadi Reza yang langsung bertanya kepada pegawai toko."mba...kami cari baju dan celana yang lusinan"kata Reza
"baju untuk di rumah atau jalan keluar"tanya pegawai.
"untuk anak hitungan bulan dan di pakai di rumah saja"kata Reza lagi.
Pegawai mencari barang yang di minta Reza.
Melihat Kalisa yang sudah sedikit pucat, membuat Reza tidak nyaman juga dan langsung mau cepat keluar."kamu tunggu di luar saja biar abang yang beli"kata Reza
"iya lah... kalau lama di sini aqu bisa mual, belikan juga untuk salsa ya bang"kata Kalisa.
"mmmhhh..."kata Reza sambil mendekati pelayan tadi.
Melihat pesanan yang di inginkan jadi Reza langsung mengambil dua lusin.
"buatkan dua lusin tapi buat dua tempat, pakai paper bag bisa?"tanya Reza.
"bisa pak, kami juga menyiapkan paper bag "jawab pelayan toko.
"oke mba... langsung bungkus, bayar kemana?"tanya Reza
"langsung ke kasir pak, nanti saya letakkan di kasir."jawab pelayan toko.
Setelah selesai membayar maka Reza pun keluar dan mendekati Kalisa, sampai di luar Reza tidak menemukan istrinya.
"Kalisa dimana ya..."kata Reza dalam hati sambil mencari keberadaan istrinya yang tidak terlihat.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran...
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏