
Setelah selesai mensurvei perumahan bersama Aldo,maka Aisyah ke tempat adiknya karena besok dia mau mengurus administrasi perumahan yang baru dia beli.
Tak jauh dari perumahan tersebut, hanya jarak lima belas menit sudah sampai ke rumah,
lima belas menit karena naik mobil kalau naik sepeda motor pasti lebih cepat lagi akan sampai.
Sampai di rumah adik nya yang sepi, hanya ada adik dan anaknya di rumah karena suaminya masih kerja.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam...kak Aisyah...kok enggak beri kabar?"
"kebetulan lewat sini...ada yang mau kakak minta."kata Aisyah.
"minta apa kak? "
"Begini... sebenarnya papi dan mami sangat sayang sama kamu, mereka kecewa dengan pilihan mu...tapi sudah lah...nasi sudah jadi bubur...jadi biar enak..ya di kasi ayam, sambel, bawang goreng..."kata Aisyah.
"mmmhhh... mulai ngaco nya."kata adiknya.
"jadi mereka membelikan kamu perumahan type 45, dekat dengan tempat kamu bekerja."kata Aisyah.
"enggak perlu kak... aku sudah bahagia dengan pilihan ku sendiri,apa lagi kami sudah mempunyai anak."
"jangan b*d*h kamu... pemberian papi dan mami itu anggap saja sebagai simpanan kamu, terserah kalau mau di pakai atau di sewakan."
Tak menjawab apa yang di katakan kakak nya karena yang di tempati saat ini adalah punya orang tua suaminya,bisa saja tiba tiba mereka di usir.
"ini rumah siapa? nyewa atau jangan... jangan kamu ngontrak..."kata Aisyah.
"kami enggak ngontak kok kak...tapi rumah ini memang bukan punya kami."
"jadi ini punya siapa? orang tua nya atau perusahaan tempat kerja suami mu yang punya?"kata Aisyah.
Adek Aisyah menunduk...dia tidak menjawab pertanyaan dari kakak.
"jawab...ini rumah siapa?"
"mmmmm punya mertua kak."
"ada sertifikat nya dengan kalian?"tanya Aisyah.
"enggak ada...kak."
"nah... ternyata kamu juga tidak punya apa-apa... jadi jangan sombong tidak mau menerima pemberian dari papi dan mami."
"baik kak kalau itu yang terbaik...aku akan terima rumah itu."kata adek.
"ya sudah... sekarang kakak minta KTP, NPWP,pas photo,"kata Aisyah.
Adek Aisyah ke dalam mengambil apa yang di minta kakak nya, setelah itu menyerahkan pada kakaknya.
__ADS_1
"jangan kasi tau suami mu...lagian ini kan pemberian orang tua kita...jadi kita jumpa di kantor perumahan."
"yang mana kak?"
"besok kakak kabari, setelah suami mu pergi... baru bergerak...bawa baby mu..."
"baik kak..."
Aisyah berpikir bagaimana adeknya membawa bayi, naik kendaraan umum... kasian sekali.
"jam berapa suami mu pergi kerja?"
"jam tujuh kurang kak."
"kalau begitu besok kakak jemput saja kalian... sudah sore... takut nya suami mu pulang...kakak malas bertemu dengan dia."kata Aisyah
"dia pulang biasanya mau magrib baru sampai."
"Tapi bentar dulu...kakak mau lihat jagoan dulu sebelum pergi."
"Ada di kamar kak, ayo kita lihat..."
Melihat anak bayi yang polos dan lucu, membuat Aisyah tersentuh hatinya.
"kesayangan unty...jadi anak baik Budi ya...unty pulang dulu... besok kita jalan ke luar ya..."kata Aisyah ngobrol sama bayi adik nya.
Setelah melihat dan mengajak keponakan ngobrol maka Aisyah pun pergi.
"iya kakak ku sayang... makasih ya atas masukannya."
"mmmhhh... kakak pulang dulu... nanti mami kecarian dan telpon kakak terus..
Aisyah pun mengendarai mobil yang dia bawa menuju pulang ke rumah, kalau lama dia pulang... pasti maminya sudah minta video call.
Itu terjadi setelah kejadian adiknya hamil di luar nikah, mereka sangat malu dan kecewa.
Marah...malu...dan kecewa, tapi sudah lah...apa lagi nasi sudah jadi bubur...
Keluar dari rumah adeknya yang saat ini jam orang pulang kerja, harus bersabar...di dalam mobil sambil mendengarkan musik radio, lagu yang dia suka.
Jadi bisa menghibur di saat macet sekarang ini, tiba tiba Aisyah haus dan di mobil kebetulan tidak ada persediaan air untuk di minum..Maka dia beli air mineral dengan pedagang yang lagi jualan
Ada anak yang masih kecil dan kalaupun sekolah masih SD, menawarkan minuman pada nya. Karena lagi haus jadi Aisyah beli dan mengambil uang hijau yang ada di dompet.
"dek...air mineral satu."kata Aisyah
"baik mba...ini dia... delapan ribu."kata anak penjual.
"nih... lebih nya untuk kamu saja..."kata Aisyah karena lampu merah sudah berganti menjadi hijau.
"terima kasih mba... sehat..sehat... murah rezeki...dan cepat dapat jodoh mba..."kata anak itu sambil berteriak karena mobil sudah Jalan.
__ADS_1
Mobil sudah bisa bergerak setelah azan magrib berkumandang jadi bisa cepat membawa mobil.
Sampai di rumah ternyata azan isya pun berkumandang dan maminya sudah menunggu kepulangan nya.
"Aisyah...kamu kemana saja? jam segini baru pulang? mami jadi khawatir sama kamu."kata mami.
"mami...insha Allah Aisyah bisa jaga diri...tadi singgah ke rumah adek untuk mengambil identitas nya, besok mau tanda tangan akad untuk pembelian rumah."kata Aisyah.
"mau dia dengan rumah itu?"tanya mami
"awalnya dia tidak mau tapi setelah Aisyah kasi tau kalau itu untuk simpanan dia dan anak nya baru dia bersedia."kata Aisyah.
"syukur lah kalau begitu...jadi kamu beli empat rumah, sudah kamu kasi tau dia kalau dua untuk nya?"tanya mami
"belum tau dia mi...kata papi kasi satu dulu... jangan dua sekaligus dan tadi sudah di inginkan jangan tau suami."kata Aisyah.
"bagus... memang harus seperti itu...eh...itu papi sudah pulang..."kata mami langsung menyambut papi yang baru pulang.
Dengan senyuman yang menggoda menyambut papi, dari pada tergoda dengan orang lain lebih baik istri sendiri yang menggoda.
"Alhamdulillah...papi tersayang sudah pulang..."kata mami menyalim suaminya.
"mmmhhh sudah makan kamu mi..."kata papi sambil mengulurkan tangannya.
"belum dong...kan menunggu papi..."
"Aisyah sudah pulang?"
"sudah... baru saja sampai."kata mami dan mereka berdua saling bergandengan masuk ke dalam rumah.
Melihat papinya pulang dari kantor, Aisyah pun langsung menyalim papi.
"makanan sudah siap kan mi..."
"sudah..."
"ya sudah... sekarang kita makan,lagian papi sudah lapar, kejebak macet pula.
"papi kena macet juga? sama dong dengan Aisyah."menyamakan dengan papi
Makan malam sudah tersedia, makanan papi yang istimewa. Kalau sudah malam papi tidak boleh makan nasi...tapi sayur di rebus saja dan ada lauk tentunya.
"malam ini Aisyah mau makan seperti papi saja..."
Di atas meja sudah tersedia sawi pahit dan ikan nila bakar.
"iya...mami juga sama... kalau nasi berlebih... besok bisa jadi nasi goreng.kata mami.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1