
Makan siang bersama calon mertua membuat Kalisa sedikit grogi dan gugup, apa lagi tadi dia tidak ikut memasak di dapur."bagaimana kalau mama bang Reza menanyakan masakan hari ini?"kata Kalisa dalam hati."aduh... tenang kalisa jangan terlalu berpikir jauh, hadapi saja yang ada dulu"kata Kalisa dalam hati.
Dalam hati Kalisa banyak berkecamuk pertanyaan dan jawaban sendiri, seperti orang galau saja."awas nanti kalau jumpa sama bang Reza? aduh...mana ada jumpa dengan dia...kan masa pingitan jadi jumpa pas hari akad nikah"kata Kalisa dalam hati.
Di meja makan sudah duduk bersama antara Kalisa,Bu Ros dan Bu Ani tentu nya."ayo besan kita makan siang dulu, mumpung lagi hangat "ajak Bu Ros pada besannya.
"wah...enak benar santapan hari ini, saya ke sini seperti langkah kanan saja, sangat menggugah selera"kata Bu Ani melihat masakan di meja makan.
Kalisa memberikan minuman air putih pada Bu Ani"Bu...ini minum nya"kata Kalisa meletakkan air putih di dekat Bu Ani yang lagi mengambil nasi dan lauk pauknya di meja makan.
"iya... terima kasih, masih lupa dia memanggil saya mama..."kata Bu Ani.
Bu Ros tersenyum mendengar celetuk dari besannya"maklum lah besan,. belum terbiasa. nanti dia juga akan terbiasa"kata Bu Ros
"wkwkwkwk"Bu Ani dan Bu Ros tertawa berdua, Kalisa tersenyum dengan wajah merah merona di pipi.
"sudah ah...Kalisa tuh mantu saya di ledekin terus, sampai merah tu...pipinya"kata Bu Ani.
Mereka pun bersantap makan siang bersama dengan lahap dan setelah itu mereka melaksanakan sholat Zuhur bergantian. Sementara Salsa yang sudah bangun di jaga sama mba iyem dengan santai.
Bu Ani sengaja sholat Zuhur di kamar Kalisa karena ada yang mau di tanyakan dan berbicara dari hati ke hati sama calon mantu nya itu."Kalisa mama sholat Zuhur di kamar mu saja ya... sekalian mau bermain sama salsa setelah sholat"kata Bu Ani.
"i...ya... Bu...eh...iya ma..."jawab Kalisa gugup serba salah.
'aduh...aqu kok jadi salah tingkah gini ya???bawa santai Kalisa' kata Kalisa dalam hati.
Kamar yang di tempati Kalisa dan Salsa setiap hari di bersihkan dan di pel jadi kalau mau sholat di kamar juga tidak masalah. Bu Ani pun melaksanakan sholat Zuhur di kamar dan setelah itu dia memberi susu Salsa dengan susu formula.
Sementara Kalisa juga di kamar, waktu Bu Ani sholat dia membersihkan botol susu dan menyanyikan salsa, setelah Bu Ani selesai sholat baru di buatkan susu karena Salsa mau minum susu di pangkuan opungnya.
"ma...ini susu Salsa"meletakkan susu di meja sementara Bu Ani yang merapikan pelengkapan sholat melihat susu yang diletakkan Kalisa.
"cucu opung sudah bangun...minum susu dengan opung ya..."kata Bu Ani sambil menggendong Salsa di pangkuan untuk minum susu. Kalisa yang baru keluar dari toilet melihat interaksi cucu dan opung tersenyum dan lanjut sholat Zuhur di kamar juga.
__ADS_1
Susu sudah habis di minum tapi salsa masih baru bangun dan masih melihat opung yang menggendong nya" Salsa cucu opung....Boru pangoaran Reza... sehat sehat... cepat besar ya... "kata Bu Ani pada cucu nya.
Kalisa selesai sholat duduk juga di ujung tempat tidur melihat Bu Ani."Kalisa... boleh mama bertanya?"kata Bu Ani.
"mau tanya apa ma...?"tanya Kalisa.
Sebelum melanjutkan percakapan Bu Ani menarik nafas panjang lalu di lihat nya calon menantu"tiga hari lagi kamu dan Reza menikah... apakah kamu sudah siap?"tanya Bu Ani. Kalisa menunduk dan melihat calon mertuanya dan menjawab pertanyaan"insha Allah siap ma..."jawab Kalisa.
"mama yakin belum ada cinta di antara kalian tapi mungkin karena ada Salsa di antara kalian juga nanti pasti akan saling mencintai"
"iya ma...Kalisa juga yakin kalau orang yang menikah dengan kita pasti cepat atau lambat akan mencintai kita, tapi orang yang kita cintai belum tentu menikah dengan kita"kata Kalisa.
Bu Ani mendengar perkataan Kalisa sedikit tersentuh dan bertanya dalam hati"apakah Kalisa ini pernah mengalami patah hati jadi bisa bicara seperti itu, ya sudah nanti qu tanya aja nanti dengan Reza"kata Bu Ani dalam hati.
"syukur lah kalau begitu, mama do'akan jodoh kalian berdua panjang"kata Bu Ani.
"A...min... ma..."jawab Kalisa.
Bu Ani melihat Salsa yang sepertinya sudah terlelap lagi dan memberikan pada Kalisa.
Kalisa mengambil Salsa dan meletakkan di tempat tidur bayi atau box baby yang tiga hari yang lalu di beli Reza tanpa bertanya pada Kalisa. Waktu di tanya kenapa beli box baby kata nya nanti takut kesempitan tidur bertiga kalau lagi nginap di rumah ini."itu sih alasannya aja, bilang aja enggak mau di ganggu karena kalau tidur bertiga kan sempit"kata Kalisa dalam hati waktu itu.
Salsa sudah tidur nyenyak di box baby jadi Bu Ani mendekati Kalisa dan mengeluarkan kotak segi empat berwarna merah."Kalisa ini mama ada sesuatu untuk mu... sebagai hadiah pernikahan mu dengan Reza dari mama."Bu Ani sambil membuka kotak merah tersebut yang ternyata isinya gelang emas berat 25 gram.
"maaf...mama hanya bisa kasi ini..."kata Bu Ani yang langsung memakai kan pada Kalisa.
Bingung mau ngomong apa pada calon mertua nya "terima kasih ma..."hanya itu yang keluar dari mulut Kalisa. Bu Ani melanjutkan obrolan nya"dulu mama juga belikan untuk Dewi. Jika nanti kamu ada jumpa di lemari rumah nya tolong simpan kan dan kelak kamu berikan pada anaknya Salsa."
"iya ma..."jawab Kalisa.
Bu Ani melihat Kalisa dan memeluk erat calon menantunya itu"mama yang seharusnya berterima kasih pada mu karena mau menerima Reza apa adanya"
Kalisa hanya mengangguk mendengar calon mertua nya bicara. Mereka melepaskan pelukan dan saling berhadapan"mama titip Reza, mama yakin kamu bisa jadi istri yang baik. Reza itu anaknya tidak banyak bicara tapi dia orangnya perhatian"kata Ani lagi.
__ADS_1
"A...min.. kalau Kalisa bisa jadi istri yang baik"kata Kalisa sambil mencium punggung tangan.
Hening sejenak suasana kamar dan tiba tiba Bu Ros memasuki kamar"besan... sudah siap sholat?"tanya Bu Ros.
"oh... sudah kenapa?"tanya Bu Ani.
"istirahat aja dulu di sini nanti setelah tidur siang ada cemilan kita makan bersama ya ..."kata Bu Ros sambil menarik tangan Kalisa keluar.
"ma...Kalisa keluar sebentar ya..."permisi dengan Bu Ani.
Sampai di luar kamar Bu Ros ternyata membawa Kalisa ke dapur"Kalisa kamu masak puding sana...di bantu si Iyem."kata Bu Ros sambil melihat tangan kiri ada gelang di sana.
"wah... sudah dapat hadiah dari calon mertua ya..."kata Bu Ros memegang tangan Kalisa.
"iya...ma..."
"bagus ini mas dari kampung Bu Ani, kamu simpan aja dulu di kamar karena kamu kan mau masak"perintah Bu Ros pada putrinya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏