
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh semua anggota keluarga, karena ada acara akad nikah antara Kalisa dan Reza. Tidak banyak orang yang di undang karena memang di adakan sederhana dan hanya orang yang penting, yang di tuakan dan orang terdekat saja.
Di pagi hari suasana di rumah pak Dharma sudah heboh, Karena acara akad jam 10 pagi maka Salsa dari pagi sudah di ungsikan ke kamar Bu Ros dan di jaga dengan mba iyem biar Kalisa tidak heboh melihat Salsa.
MUA juga sudah di pesan yang paling bagus"makeup nya kesan natural yang elegan", perintah Bu Ros selaku nyonya rumah.
Kalisa tidak membantah perintah dari mamanya itu."mba dengarkan saja kata mama saya"kata Kalisa.
"baik mba, tapi biasanya yang paling cerewet itu yang mau nikah tapi ini kok terbalik ya..."jawab mba MUA.
"saya enggak mau ribut, enggak ada salahnya mendengar kan kata orang tua"kata Kalisa.
"aduh... beruntung sekali mamanya mendapat anak seperti mba"kata mba MUA lagi sambil memulai menghias Kalisa dengan hati hati.
Sementara di luar Bu Ros memeriksa tempat acara ijab kabul yang di mandori oleh Aldo.
"bagaimana Aldo... sesuai rencana"tanya Bu Ros
"dari semalam mereka sudah menghias ma...ini hanya merapikan saja"jawab Aldo pada mamanya yang sudah heboh dari semalam.
"syukur lah... katering sudah datang?"tanya Bu Ros pada pak Dharma suaminya yang lagi lewat."sudah ma... santai saja, seperti belum pernah pesta saja mama mu ini Aldo"kata pak Dharma mencari dukungan dari anaknya.
"iya...dari tadi mama yang heboh, bagaimana kalau mama mandi aja trus makeup ke MUA sana. masa mama dari Kalisa enggak dandan"kata Aldo.
Bu Ros berpikir sejenak dan tersenyum dengan usulan anaknya."betul juga kamu...ya sudah mama mandi dulu, kamu periksa semua nya"perintah Bu Ros dan berjalan menuju kamar nya.
"ya ma..."jawab Aldo.
Di dalam kamar ternyata Salsa lagi tidur dengan antengnya sendirian, bukannya mandi malah mencari mba iyem."mba iyem dimana?"
"iya...Bu di sini"jawab mba iyem.
"perhatikan Salsa jangan terlalu lama di tinggal sendirian, ngapain di dapur?"tanya Bu Ros
"lagi memberikan botol susu Salsa"jawab mba iyem.
"oh... nanti kalau sudah bangun gantikan bajunya yang ada di depan lemari kamar saya"perintah Bu Ros untuk memakaikan baju baru yang senada pada Salsa.
__ADS_1
"iya Bu"jawab mba iyem.
Bu Ros pun kembali ke dalam kamar untuk mandi, siap mandi Bu Ros memakai pakaian biasa terlebih dahulu karena dia mau make up juga. Sampai ke dalam kamar Kalisa di lihat nya anaknya masih di make up tapi sudah kelihatan cantik nya tinggal finishing saja.
"aduh...anak mama cantik sekali"kata Bu Ros melihat Kalisa yang cantik di tambah lagi di make up jadi semakin cantik.
"pasti dong Bu,mamanya juga cantik walaupun belum di make up"kata mba MUA pada Bu Ros membuat dia tersenyum karena di puji.
"kamu bisa aja, setelah Kalisa saya juga di make up tapi jangan tebal kali"kata Bu Ros
"iya Bu"jawab mba MUA singkat
"tapi ingat harus natural dan elegan kelihatan nya"kata Bu Ros lagi.
Sudah jam 9 lewat tamu yang di undang sudah mulai berdatangan, Bu Ros juga sudah siap di make up jadi tinggal memakai baju saja di kamar nya. Di dalam kamar ternyata Salsa belum juga di gantikan baju membuat dia menjadi sedikit marah.
"iyem...kenapa Salsa belum di ganti kan baju?"panggil Bu Ros di dapur mencari keberadaan mba iyem.
"iya Bu sebentar lagi"jawab mba iyem.
"nanti setelah saya selesai ganti baju kamu ganti kan baju Salsa"perintah Bu Ros
Bu Ros pun mengganti baju dengan cepat dan juga di ikuti pak Dharma yang juga mengganti baju di kamar. Setelah selesai ganti baju pak Dharma dan Bu Ros terdengar lah suara Salsa.
"hoek...hoek...hoek..."tangisan Salsa.
"cucu mu ma...tau aja kalau hari ini papa dan bundanya mau menikah"kata pak Dharma.
"itu lah ayah...insting seorang anak, dia juga mau menyaksikan, walaupun masih bayi. Sana keluar biar mba iyem gantikan baju"kata Bu Ros pada suami nya.
"iya...ayah juga ini mau keluar kamar karena sudah siap"kata pak Dharma yang keluar kamar untuk menyambut tamu yang sudah hadir di luar.
"cucu oma... jangan nangis ya .. sebentar lagi ganti baju sama mba iyem"kata Bu Ros
"hoek...hoek...hoek..."tangisan Salsa lagi sehingga membuat Bu Ros sedikit gugup karena dia sudah memakai baju yang cantik tapi ternyata mba iyem masuk kamar karena mendengar suara Salsa.
"maaf Bu saya masuk aja karena dengar suara Salsa"kata mba iyem.
__ADS_1
"enggak apa apa, kamu rapikan saja salsa wasebentar lagi papanya mau sampai. pas ijab Kabul nanti Salsa juga harus duduk di sana tapi kamu yang gendong"kata Bu Ros.
"iya...Bu"jawab mba iyem.
Tak berapa lama pihak mempelai laki-laki pun sampai di tempat pak Dharma dan tak berapa lama pula tuan Kadi pun sampai juga, sehingga acara ijab kabul pun mau di mulai.
Di dalam kamar Kalisa sudah rapi juga memakai kebaya warna putih dengan kain ulos pemberian dari Bu Ani mamanya Reza.
Kain ulos pemberian dari Bu Ani yang sangat bagus yaitu kain ulos ragi hotang yang di peruntukan pada adat pernikahan. Tapi karena tidak memakai acara adat jadi pas akad nikah saja di pakai yang menandakan bahwa calon mempelai laki-laki orang Mandailing .
Iringan pengantin pihak laki laki sudah datang, tuan Kadi juga sudah datang. Di ruangan tempat acara ijab Kabul juga sudah ramai, tinggal Kalisa yang di tunggu.
Akhirnya Bu Ros memanggil Kalisa dan pengantin perempuan di kawal oleh saudara sepupu yang juga hadir mengantarkan Kalisa ke hadapan Reza, pak Kusuma selaku wali nikah dari Kalisa, saksi dan tuan Kadi.
Calon pengantin di sandingkan di hadapan tuan Kadi, wali nikah dan para saksi. Suasana di sana hening untuk menyaksikan pernikahan antara Reza dan Kalisa.
sementara Kalisa sedikit gugup menghadapi pernikahan yang sebentar lagi terlaksana. Dalam hati Kalisa dia takut kalau Reza salah mengucapkan nama saat ijab Kabul nanti.
Kalau Reza dari awal dia santai saja menghadapi akad nikah yang sebentar lagi akan terlaksana yang wali nikah adalah ayah mertua nya sendiri.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏