Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.100


__ADS_3

Prov Aldo


Hari ini pulang kerja aqu di ajak mama pergi ke tempat teman adikku yang jumpa di mall kemarin.


Nabila namanya... saat di lihat sekilas anaknya cantik dan tinggi, kulit kuning langsat seperti kulit orang Indonesia yang daerah tropis.


Saat jumpa pertama dengan nya kesan qu biasa saja, waktu itu mama minta di jemput karena mereka belanja tidak bawa kendaraan,mana bawa bayi dan belanjaan yang lumayan banyak. memang itu Kalisa belanja enggak mikirin cara membawa nya.


Makanya aqu jemput itu pun karena posisi qu dekat dengan mereka.


Setelah pulang kerja niatnya mau istirahat setelah ashar, ternyata...oh... ternyata...


mama memaksa keluar ke rumah Kalisa setelah itu baru ke tempat Nabila.


Sebelum sampai ke tempat Kalisa,kami singgah ke toko kue dan kebetulan pula ada jual buah juga. Jadi mama sekalian beli di situ saja.


Setelah itu kami pun ke rumah Kalisa, karena kesal aqu menunggu di mobil saja. Jadi mama mengetuk pintu dan menelpon ke duanya juga tidak di angkat juga.


Ada tiga puluh menit kami menunggu pintu di buka,mama menunggu di depan pintu aqu di mobil saja.


Ternyata Reza yang membuka pintu sambil membawa Salsa, karena di gendong papanya jadi naluri seorang nenek tak tega akhirnya di ambil salsa dan Reza langsung ke toilet untuk mandi.


Mama yang bingung karena Kalisa tidak ada dia pun masuk kamar,aqu enggak mungkin masuk. Ada lima belas menit di kamar Kalisa,mama keluar dengan salsa dengan wajah yang seperti kesal.


Sebelum azan magrib Kalisa keluar dari kamar dengan rambut basah? jadi tadi mama masuk kamar kepergok kalau Kalisa baru selesai....


wih...meronta ronta hati qu yang masih jomblo melihat Kalisa dan Reza, kapan aqu punya pasangan....


Setelah magrib berjamaah kami pun keluar menuju rumah Nabila. Tapi di jalan aqu mengeluh lapar, tapi mama dengan sabar membelikan aqu roti di alfafar. Mungkin itu sebagai usaha nya biar aqu ikut ke tempat Nabila.


Sampai di rumah Nabila kami di jamu dengan baik dan ternyata dia sudah menyiapkan makan malam untuk kami...


Tapi untung lah mama tadi berinisiatif untuk membawa kue dan buah untuk tuan rumah, kalau tidak bawa apapun kami pasti akan malu sekali.


Di rumah Nabila ternyata ada dia dan mamanya, setelah mamanya menemui kami ternyata...oh... ternyata...mamanya Nabila adalah teman mama qu sekolah dulu. Bu Mariana nama nya.


Setelah melihat mama dan Bu Mariana saling kenal dan akrab sudah bisa qu pastikan kalau niat mama menjodohkan qu dengan Nabila akan mudah dan gampang,tak di ragukan lagi kalau mama akan dengan cepat melaksanakan niatnya menjodohkan aqu dan Nabila.


Prov Author


Setelah pulang dari rumah Nabila tentu saja yang paling ceria wajah nya adalah Bu Ros,saat pergi ke rumah Nabila dengan wajah sedikit cemberut tapi pada waktu pulang berbanding terbalik.


"Kalisa... besok mama mau ketemu lagi


dengan Bu Mariana,kamu bisa ikut?"tanya Bu Ros

__ADS_1


"jam berapa mau jumpa?"tanya Kalisa yang sebenarnya tidak bersemangat karena pasti akan menggangu pertemuan mereka berdua.


"jam sepuluh pagi,kamu bisa ikutan?"tanya Bu Ros lagi.


Dengan sedikit berhati-hati dia menjawab pertanyaan mamanya."ma... kalau Kalisa ikut apakah tidak menggangu?"


"iya...yah...jam segitu salsa tidur dan juga kasihan kalau ikutan,malam ini pergi masa besok pagi pergi juga?"kata Bu Ros ngomong sendiri.


Dari depan Aldo memberikan solusi untuk mamanya."lebih baik mama pergi di antar dengan ayah dan waktu pulang mama telpon Aldo saj,mana tau bisa menjemput mama"kata Aldo dengan hati hati.


Bu Ros berpikir sejenak dengan usulan Aldo,


"betul juga kata Aldo,mama pergi ikut ayah saja.kalau Aldo tidak bisa jemput mama pulang sendiri saja naik taksi online"kata Bu Ros.


Tak berapa lama Kalisa dan Reza sampai di depan rumah mereka."terima kasih mama dan bang Aldo, enggak singgah lagi?"tanya Kalisa


"Eny...kami pulang saja... kasihan ayah di rumah sendirian, sudah makan atau belum mama juga enggak tau"jawab Bu Ros dengan sedikit cemas.


"ya sudah... hati hati di jalan ya...bang Aldo mimpi kan Nabila dengan indah"kata Kalisa pada abang nya.


Aldo tidak menjawab tapi hanya melambaikan tangan kepada adik dan iparnya,lalu mobil pun berlalu dari rumah mereka.


Menuju rumah Bu Ros tidak mau bercerita pada Aldo, dia sengaja melakukan itu supaya Aldo tidak merasa di bebani.


Karena sudah malam jadi jalan tidak macet, dalam perjalanan hanya dua puluh menit sudah sampai di rumah.


"Assalamualaikum... ayah..."kata Bu Ros mencium punggung tangan suaminya.


"wa'alaikum salam..."jawab pak Dharma mengulurkan tangan pada istrinya.


Aldo yang baru mematikan mobil pun turun dan langsung mengunci pintu pagar rumah.


setelah itu dia pun masuk lalu mengunci pintu rumah.


Pak Dharma dan Bu Ros sibuk bercerita berdua lalu Aldo pun langsung masuk kamar karena dia pun sudah mengantuk.


Pak Dharma dan Bu Ros pun melaksanakan sholat isya berjamaah langsung karena pak Dharma sudah makan malam.


Jadi karena sudah malam jadi mereka pun sholat dan lalu tidur, tapi sebelum tertidur sepasang suami istri itu bercerita terlebih dahulu.kali ini Bu Ros menceritakan tentang pertemuan dengan Nabila tadi.


"bagaimana tadi pertemuan dengan teman Kalisa?"tanya pak Dharma.


"Alhamdulillah... berjalan dengan lancar, dan ternyata Nabila sudah menyiapkan makan malam untuk kami"jawab Bu Ros dengan semangat.


"enak dong ma...bisa makan gratis.."kata pak Dharma.

__ADS_1


"ayah... seperti aqu ini anak kost saja, cari makan gratis. Tapi ayah... ternyata Nabila itu..."kata Bu Ros menggantung cerita nya.


"kenapa dengan Nabila?"tanya pak Dharma penasaran.


"ih...kok ayah yang semangat?"kata Bu Ros.


"mama itu... nanti kalau ayah diam saja salah...di tanggapi juga salah..."kata pak Dharma.


"bukan begitu ayah... jangan serius kali"kata Bu Ros.


"iya... lanjutkan cerita nya nanti ayah ngantuk nih..."kata pak Dharma.


"ternyata mamanya Nabila itu teman mama waktu sekolah dulu"kata Bu Ros.


"yah...jadi kalian yang reunian yang lain pasti hanya mendengarkan saja"kata pak Dharma.


"kok ayah tau sih... mereka saja yang suka dengan cerita kami"kata Bu Ros.


"bisa jadi seperti itu..."kata pak Dharma supaya tidak berkepanjangan membuat istrinya marah.


"ya sudah besok kami mau jumpa lagi, nanti ayah antar ya..."kata Bu Ros


"oke mama... nanti di sana pasti membahas perjodohan anak anak"kata pak Dharma


"ayah bisa saja menebak hati mama..."kata Bu Ros.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat untuk lembur


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2