Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.149


__ADS_3

Setelah bersiap untuk ke kantor perumahan, Aisyah terlebih dahulu sarapan. Karena mau pergi lebih awal maka dia pun ikut sarapan bersama papi.


"tumben kamu pagi pagi sarapan dengan kami?",kata papi.


"Hari ini Aisyah mau mengurus perumahan yang mau kita beli."


"oh... ingat itu di beli empat rumah, bagi dua kalian, tapi jangan tau adek mu itu. kasi dia satu aja dulu."kata papi


"iya... semalam mami juga sudah mengingatkan aku."jawab Aisyah.


"bagus... sekarang kita makan dulu saja."kata papi.


Mami yang ada di situ mau minta izin pada suaminya.


"papi... boleh mami ikut dengan Aisyah?"


"enggak boleh...biar dia yang datang ke sini bawa keluarga nya baru boleh mendatangi nya."kata papi.


Mami yang tau kalau suaminya tidak mengizinkan jadi dia pun tidak mau mengulangi lagi.


"mami yang sabar... nanti pasti ada jalan."kata Aisyah.


"bagaimana dengan tesis mu?"


"insha Allah sebentar lagi selesai."jawab Aisyah.


"kalau sudah selesai...kamu ikut kerja dengan papi..."


"baik papi..."


Setelah selesai sarapan papi ke kantor sementara Aisyah pun berangkat menuju rumah adik nya.


Sampai di rumah adik nya Aisyah melihat belum siap jadi terpaksa dia menunggu.


"kenapa enggak dari tadi mandi?"tanya Aisyah.


"bisa ketauan kak kalau aku mau pergi,jadi tunggu dia pergi lah."jawab adek.


"mmmhhh... cepat lah... nanti kita enggak jumpa dengan marketing nya..."


"iya...tapi kenapa kita yang kejar marketing nya... bukannya seharusnya dia?"


"kepo kamu... cepat dandan nya"kata Aisyah.


Menunggu adalah hal yang paling membosankan jadi Aisyah pun menggendong keponakan yang sudah siap terlebih dahulu.


"ponakan uwak... cepat besar ya...jadi anak baik Budi."kata Aisyah.


"kapan ya...kita jumpa dengan Oma dan opa?"kata Aisyah lagi.


Melihat kakaknya yang lagi menggendong anaknya, membuat adek terharu. Karena selama ini papi dan mami tidak pernah melihatnya.


"sudah siap...?"tanya Aisyah lagi.

__ADS_1


"iya... sudah..."keluar dari kamar.


Mereka pun keluar dari rumah menuju tempat akad rumah, Aisyah menjalankan mobil sedikit kencang karena dia mau bertemu dengan Aldo.


Aisyah sebenarnya juga suka dengan Aldo , karena sudah beberapa kali jumpa. Tidak seperti Aldo yang sudah dari pandangan pertama sudah suka.


"mudah mudahan bisa bertemu dengan Aldo..."batin Aisyah berkata.


Sementara itu aldo yang sudah sampai jam setengah delapan, yang biasanya bersama pak Dharma jam sembilan. Pagi pagi dia naik sepeda motor ninja kepunyaan nya yang sudah lama parkir di rumah.


Pegawai pemasaran juga belum datang karena mereka sampai jam setengah sembilan, jadi Aldo menyiapkan semua berkas yang akan Aisyah tanda tangan dan kepunyaan adiknya tapi belum ada nama.


Jam setengah sembilan pegawai datang,Aldo menyerahkan semua pada pegawai yang sudah datang.


"nency... tolong ini kamu urus hari ini karena saya ada kerjaan dengan pak direktur."kata Aldo


"baik pak."jawab nency dan mengambil berkas yang ada di meja.


Nency memeriksa semua berkas dan semua sudah lengkap."Sudah lengkap ini pak... tinggal menunggu foto copy KTP dan NPWP."


"iya... saya enggak bisa lama di sini...saya titip sama kamu ya..."kata Aldo


"baik pak."jawab nency


Sampai di kantor pemasaran rumah ternyata sudah jam sembilan, jadi tidak ada Aldo di sana. Aisyah yang sudah tau kalau terlambat, turun dengan perasaan kecewa.


Bagaimana lagi... padahal dia bangun pagi dan keluar dengan cepat dari rumah."aduh... pasti tidak jumpa."tanpa sadar keluar dari mulutnya.


Mendengar kakaknya bicara seperti itu dia pun bertanya "enggak jumpa dengan siapa kak?"tanya adek.


Keluar dari mobil tapi sebenarnya tidak semangat, dengan berat langkah tetap dia berjalan.


"ayo kita ke dalam."kata Aisyah mengambil trolly baby yang ada di bagasi mobil.


Adeknya membawa baby yang masih hitungan hari, bagaimana lagi. Mau di tinggal dengan siapa? Masuk ke dalam kantor dengan sedikit kecewa.


Di sambut oleh pegawai yang ada di dalam, di pun di sambut oleh pegawai di sana.


"selamat pagi mba...ada yang bisa saya bantu?"


"mau ketemu dengan pak Aldo ada?" tanya Aisyah.


"oh...mba yang janjian dengan pak Aldo?"tanya nency.


"iya... apakah dia ada."


"maaf Bu... dari tadi pak Aldo sudah menunggu tapi karena pak direktur memanggil tentang hal penting jadi pak Aldo serahkan pada saya. kenalkan saya nency yang akan membantu."kata pegawai.


"oh... begitu...ini syarat yang kurang."kata Aisyah menyerahkan berkas yang di ambil dalam tas nya.


Nency mengambil berkas, memeriksa dan memproduksi berkas untuk rumah yang Aisyah pesan.


Sementara itu Aldo yang ada di atas lagi memeriksa berkas yang akan pak Dharma tanda tangani.

__ADS_1


"Aldo... ingat... harus teliti memeriksa berkas itu semua, ayah sudah mau istirahat."kata ayah.


"maksud ayah?"tanya Aldo


"ayah sudah saatnya pensiun,jadi ayah berharap kamu menggantikan dan bertanggung jawab lah."kata ayah.


Aldo tak menjawab pertanyaan dari ayah karena dia masih ragu, belum ada pengalaman, masih belum satu tahun juga dia bekerja di sini.


Tok...tok...tok..


"masuk..."kata Aldo


Ternyata Reza yang masuk ke dalam dia pun melihat abang ipar yang lagi menggantikan ayah di sana.


"duduk"perintah Aldo pada adik iparnya


"pak Aldo... jangan lupa kita sebentar lagi meeting ke luar."kata Reza menjelaskan.


"baik...jam berapa sekarang?"


"jam sepuluh tapi kurang...kita meeting jam sebelas... meeting kali ini paling hanya satu jam tapi tidak boleh terlambat."


"oke...sip..."kata Aldo


Ayah yang ada di situ hanya memperhatikan dan mendengar obrolan mereka berdua.


"hari ini ayah tidak ikut meeting... kalian berdua saja... ingat harus kompak dan saling bekerja sama." pesan ayah.


"baik ayah ", jawab kedua nya bersamaan.


Sementara itu di bawah transaksi akad pembelian rumah sudah selesai dan Aisyah pun sudah menyelesaikan pembayaran.


bayi yang di bawa juga rewel jadi setelah selesai semua maka mereka kembali ke rumah.


"baik lah kalau begitu saya permisi dulu, nanti saya akan ke sini mau mengambil kunci atau akta dan surat rumah."kata Aisyah.


"baik lah Bu...tapi tiga hari lagi ya... karena masih dalam proses."jawab nency.


"oke... sekarang saya permisi."kata Aisyah langsung keluar bersama adeknya.


Selang lima belas menit Aldo turun ke bawah karena dia mau menanyakan pada nency apakah Aisyah datang.


"nency... bagaimana? sudah datang mereka?"


"sudah pak...baru saja pulang karena baby mereka menangis."kata nency.


"mana berkas nya?"


"ini dia pak."kata nency menyerahkan berkas.


Aldo menerima berkas dari nency dan melihat nama yang tertera di sana atas nama Anita.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2