
Prov Reza
Di kamar Reza malam ini tidur sendiri di kamar Aldo karena yang punya kamar lagi keluar kota.Di kamar dia setelah bersih bersih dia naik ke kasur untuk tidur karena sholat isya sudah di lakukan pada saat adzan tadi dia ke masjid untuk berjamaah.
Tak terasa sudah 40 kepergian Dewi istri nya, menurut Reza sebenarnya terlalu cepat menikahi Kalisa karena mereka belum begitu akrab dan mengenal satu sama lain tapi kalau mendengar alasan ayah mertua nya betul juga. Bu Ros selaku mertua mau jelas status anak nya Kalisa, kalau orang tua dulu bilang ganti tikar.
Kalisa...tak pernah terlintas di pikiran akan menikah dengan nya, jumpa pertama kali dengan nya pada saat makan malam bersama dan pada saat malam itu juga kejadian kami tabrakan dengan almarhumah Dewi.
Insha Allah aqu iklas dengan kepergian Dewi, saat pertama kali mendengar Dewi meninggalkan qu dan buah cinta kami rasanya dunia ini kejam dan hampa. Aqu harus ikhlas karena masih ada anak kami Salsa. Dan saat tau kalau yang merawat Salsa pada saat aqu koma adalah Kalisa, ada rasa syukur dan terharu karena dia mau merawat bayi mungil qu.
Apa karena permintaan kakaknya Dewi? Tak perlu seperti nya di pertanyakan, yang penting anak qu di jaga dengan baik tanpa aqu khawatir.
Tapi tanpa qu sadari juga Salsa jadi dekat dan sangat tergantung pada Kalisa, sementara aqu sebagai papa-nya hanya sekedar nya saja. Misalnya tidak ada pesan dari almarhumah Dewi mungkin aqu akan tetap meminta Kalisa menjadi istri qu, masalah perasaan dan cinta pasti akan tumbuh sendiri nya.
Apa lagi punya ayah mertua yang begitu perhatian dan sayang pada qu sebagai seorang menantu.mendapat mertua seperti pak Dharma pasti sangat susah di dapat, Alhamdulillah...aqu mendapat pak Dharma sebagai seorang ayah mertua.
Pesan dari mama mertua adalah aqu harus memberikan mahar pada Kalisa, bukan kah itu wajib aqu berikan pada calon istri qu? Tapi apa ya... yang Kalisa inginkan? apa harus qu tanya kan malam ini ? atau besok saja?
Sebelum tertidur sebaiknya qu chat saja Kalisa sekarang, mana tau dia belum tidur. supaya besok kami bisa cari bersama.
...Kalisa sudah tidur ??? ada yang mau qu tanyakan....
Reza mengirim pesan untuk Kalisa
*belu*m...mau tanya apa ?
Jawab Kalisa
tadi pesan mama tentang mahar untuk mu? mau minta apa??? tapi yang sanggup qu siapkan ya....
Pesan dari Reza
apa ya...aqu juga belum tau mau apa...yang pasti itu bermanfaat... aqu sudah ngantuk bang, besok aja kita bicarakan.
jawab Kalisa
oke...maaf mengganggu... selamat tidur... mimpi yang indah
pesan dari Reza.
Tak ada jawaban dari Kalisa, mungkin dia sudah tidur.mau tidur aqu biasanya minum dulu, tapi ternyata aqu lupa membawa air putih ke dalam kamar. Jadi aqu keluar kamar mau ambil minuman untuk di kamar.
__ADS_1
Ternyata pas di dapur ada juga orang di sana, kirain mama atau ayah di sana... ternyata Kalisa lagi di dapur.
"Deg"
kok bergetar rasanya jantung ini ? apakah karena sebentar lagi dia jadi istri qu? aduh...kok pikiran ini sudah melayang kemana-mana, akhirnya qu dekati saja dia dan qu tanyakan lagi ngapain dia.
"Kalisa...kamu lagi ngapain?"tanya Reza
Ternyata Kalisa tak menyadari kehadiran qu di sana.
"Astaghfirullah hal'azim...bang Reza ngagetin saja...aqu lagi masak air untuk susu Salsa, tadi lupa memeriksa. eh... ternyata sudah habis"
Aqu merasa bersalah mendengar apa yang dia lakukan, seharusnya sebagai seorang papanya Salsa aqu yang menyiapkan.
"kenapa enggak bilang? kan bisa qu kerjakan, kamu kembali ke kamar saja, nanti air nya qu letakkan di depan kamar"kata Reza sambil mendekati ceret yang sebentar lagi mendidih.
Kalisa hanya terdiam melihat Reza yang mau mengisi termos dengan air hangat, karena Reza memaksa jadi Kalisa menunggu di meja makan saja.
"tadi abang ngapain ke dapur?"tanya Kalisa melihat Reza dari jarak dua meter dari nya.
"mau ambil air minum, tadi aqu lupa membawa ke kamar"jawab Reza sambil mengisi air kedalam termos, setelah selesai dia membawa termos menyerahkan pada Kalisa.
"ini sudah selesai, sebelum nya aqu minta maaf sudah merepotkan kamu"kata Reza
"oh...iya... tentang chat tadi abang serius, atau besok siang kita cari bersama, besok kan hari Sabtu. bagaimana?"kata Reza
"oh...iya...kita lihat aja besok karena kalau pergi Salsa dengan siapa? karena ayah dan mama kalau Sabtu banyak dapat undangan pernikahan biasanya"jawab Kalisa.
"gitu...yah... kalau gitu kita bawa aja Kalisa, bukannya umur salsa sudah lebih dari sebulan?"tanya Reza
"aduh bang...jangan dulu di bawa keluar kasian dia, aqu enggak setuju"jawab Kalisa
Reza yang tidak mau berdebat karena juga sudah malam"ya... sudah... terserah kamu saja"kata Reza.
"sudah malam...aqu masuk dulu... enggak mau lihat Salsa?"tanya Kalisa
"boleh?"tanya Reza
"boleh lah...mana mungkin Abang macam macam ada ayah...mama...di rumah, kalau mau lihat aqu nunggu di luar saja"kata Kalisa.
Reza pun ke kamar membawakan termos untuk salsa malam ini, di dalam di lihat Reza anaknya lagi tidur nyenyak, di dekati nya putri mungil itu.
__ADS_1
"Salsa...baik Budi dengan bunda... jangan rewel juga... kasian sama bunda ya..."kata Reza memberi pesan pada putrinya.
Seakan seperti mengerti lagi di beri pesan dari papanya, Salsa tersenyum mendengar nya.
Reza keluar kamar di lihat nya Kalisa lagi menunggu sambil tertidur seperti anak sekolah yang tertidur duduk di meja lalu Reza mendekatinya"Kalisa... bangun... jangan tidur di sini..."kata Reza sambil menepuk bahu Kalisa.
Tapi tak ada jawaban, jadi Reza pun punya inisiatif untuk menggendong Kalisa sampai kamar. Setelah sampai di kamar Reza meninggalkan Kalisa dan Salsa dan memberi pesan pada ke duanya"mimpi yang indah..."kata Reza dan meninggalkan kamar tersebut.
Setelah dari kamar Reza mengambil air untuk stok di dalam kamar nya,capek rasanya hari ini..dari pagi sampai malam menguras tenaga yang ekstra dalam acara 40 kepergian almarhumah Dewi.
Reza sudah berada di kamar tapi belum juga mata ini mau tertidur, akhirnya di ambil nya HP Android yang ternyata ada chat dari Kalisa.
"bang...kenapa aqu sudah ada di kamar ? siapa yang memindahkan? jangan bilang abang yang melakukan, karena aqu biasa seperti itu paling 10 menit terjaga"
pesan dari Kalisa
"maaf...memang aqu yang bawa ke kamar, mana mungkin aqu tega meninggalkan bundanya Salsa tertidur sendirian di ruang keluarga"
balasan pesan dari Reza
"a...b...a...n...g..."
pesan dari Kalisa
Reza tersenyum membaca chat dari Kalisa, dan dia pun memejamkan matanya yang sudah berat.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote...vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏