
Dokter Lukman memasuki ruangan yang di sambut oleh Kalisa di depan pintu.
"pagi dokter..."Kalisa menyapa
"pagi...bidan Kalisa boleh saya bertanya?"kata dokter Lukman yang penasaran sambil memasuki ruangan.
"tentu saja boleh pak dokter"jawab Kalisa.
Dokter yang mendengar jawaban Kalisa tapi karena sudah masuk ke ruangan jadi dia lebih fokus pada pasien."ana... sudah ada pasien hari ini?"tanya pak dokter.
"sudah ada dokter tapi masih mengurus administrasi yang tidak lengkap"jawab ana.
"kalau mereka sudah datang suruh masuk,biar tidak banyak yang menumpuk. saya pusing kalau masalah administrasi, membuat lambat pekerjaan saja"kata dokter yang mau pekerjaan selesai karena masih banyak pekerjaan yang menunggu.
Kalisa yang di belakang dokter masuk ke dalam ruangan."nanti saja saya tanyakan sekarang kita kerja saja"kata dokter Lukman akhirnya.
"baik dokter"jawab Kalisa.
Mereka kembali dengan pekerjaan, karena pasien belum datang maka dokter Lukman duduk di kursi nya dan menghidupkan alat USG yang ada di puskesmas. Walaupun alat nya tidak secanggih di tempat rumah sakit swasta atau di tempat praktek sore, tapi masih dapat berfungsi dengan sempurna.
Karena masih bertiga mereka yang hadir, dokter Lukman mencari keberadaan Anita.
"bidan Anita belum datang?"tanya dokter
"belum dokter"jawab ana yang kedengaran mencari keberadaan teman satu ruangan.
"oh... memang dia sudah bulannya untuk melahirkan"kata dokter Lukman.
"mungkin sebentar lagi datang dokter "kata Kalisa.
Tak berapa lama kemudian terlihat Anita masuk dengan banyak keringat bercucuran di wajahnya."hah...hah...hah...maaf dokter dan semua saya telat"kata Anita dengan nafas ngos-ngosan.
Semua yang di ruangan melihat ke arah Anita,
"jalan nya pelan saja, duduk saja dulu"kata pak dokter.
Anita pun mencari kursi duduk sementara Kalisa merapikan tempat tidur untuk pasien periksa USG.
"Anita....coba kita USG anakmu, hitungan kita kemarin saat ini tinggal menunggu hari"kata pak dokter.
"iya dokter, sekarang ini selalu terjadi kontraksi palsu"kata Anita.
"ya sudah,kamu naik ke tempat tidur. Kalisa tolong di tensi ya..."kata dokter.
Kalisa mengambil alat pengukur tensi, lalu dia pun memeriksa tekanan darah Anita.
"tekanan nya 120/100 "kata Kalisa pada dokter Lukman.
"normal kok, tolong jell nya sekalian"jawab dokter Lukman sambil mencatat di kertas.
Setelah di beri jell untuk USG pada perutnya,maka dokter Lukman memeriksa Anita."baby nya aktif ini, sudah masuk ke jalan lahiran."kata dokter Lukman sambil memperhatikan monitor USG.
"lahirannya bisa normal kan dokter?"tanya Anita.
"kita usahakan bisa, berdoa saja kamu."jawab dokter Lukman yang mengulang memeriksa perut Anita supaya tidak salah.
__ADS_1
Sudah di periksa semua maka dokter Lukman pun selesai memeriksa Anita."sudah selesai, kalau dalam seminggu ini belum Lahir kalau mau kita operasi"kata dokter.
"kalau bisa saya mau normal dokter"jawab Anita.
"iya... prediksi saya tidak sampai seminggu sudah lahir"kata dokter Lukman.
Ana masuk ke dalam ruangan karena pasien sudah mulai berdatangan."dokter... sudah bisa pasien masuk?"
"sudah...kamu panggil saja masuk sesuai antrian"kata dokter.
"baik dokter"jawab ana yang keluar memanggil pasien untuk masuk satu persatu.
Setelah Anita di periksa maka sesuai antrian pasien masuk untuk di periksa, sehingga tak terasa semua pasien sudah mereka panggil satu persatu. Hari ini pasien tidak begitu banyak,jadi jam 11 semua sudah habis.
Dokter Lukman pun menutup monitor USG."ana... masih ada pasien di luar?"tanya dokter.
"sudah habis dokter,tapi kita tunggu tiga puluh menit lagi.mana tau ada"jawab ana.
"ya sudah, sebentar lagi saya matikan monitor USG"kata dokter.
Duduk di kursi bagian dokter lalu memanggil Kalisa untuk menanyakan tentang Reza yang jumpa tadi pagi, dari pada penasaran lebih baik di tanyakan.
"Kalisa bisa ke sini sebentar,ada yang mau saya tanyakan "kata dokter.
Kalisa yang di panggil mendatangi dokter Lukman."ya dokter"jawab Kalisa.
"duduk "kata dokter.
Kalisa yang di panggil duduk berhadapan dengan dokter Lukman."mau tanya apa ya dokter Lukman "kata Kalisa dalam hati.
"oh...itu suami saya dokter"jawab Kalisa biasa saja.
"Pak Reza suami kamu?"tanya dokter.
"iya... dokter kenal dengan bang Reza?"tanya Kalisa.
"kenal"jawab dokter.
"kenal di mana?"tanya Kalisa penasaran.
Menjawab pertanyaan dari Kalisa membuat dokter Lukman bingung untuk menjelaskan karena bisa membuat orang tersinggung.
"kenal di tempat praktek dokter saya"jawab dokter.
"oh... waktu cek kandungan kak Dewi"kata Kalisa.
"lho...kamu kenal dengan istri Reza juga?"tanya dokter.
"kenal dokter karena dia kakak saya"jawab Kalisa sedih.
Kalisa yang menjawab pertanyaan dengan sedih, membuat dokter Lukman tak enak hati.
"lho...kok bisa kamu jadi istri Reza juga? setahu saya Reza itu orang nya setia, pasti ada sesuatu!"kata dokter.
"kak Dewi sudah meninggal dokter"kata Kalisa.
__ADS_1
"innalilahi wa'inaihirojiun... pantesan tidak ada kabar berita setelah pemeriksaan terakhir."kata dokter Lukman.
"mereka mengalami kecelakaan hebat, jadi kak Dewi langsung di operasi di rumah sakit terdekat dari terjadinya kecelakaan. Setelah operasi tak berapa lama dia meninggal"kata Kalisa.
Dokter Lukman yang tidak tau cerita sedikit terkejut karena dia kenal dengan Dewi yang jadi pasien nya selama hamil."keadaan anaknya bagaimana?"tanya dokter Lukman.
"Alhamdulillah... sehat dokter"jawab Kalisa
"anaknya perempuan kan?"tanya dokter lagi.
"iya dokter."jawab Kalisa.
Masih penasaran dengan cerita Kalisa maka dokter bertanya kembali."jadi kenapa kalian bisa menikah?"tanya dokter.
"Waktu terjadi kecelakaan itu bang Reza koma sampai sepuluh hari, jadi anaknya saya yang rawat. Karena ada amanah dari almarhumah kak Dewi dan juga hasil diskusi kedua belah pihak keluarga,maka kami pun menikah dokter "jawab Kalisa
"oh... seperti itu, kalau begitu selamat ya... setahu saya Reza itu sangat baik dan sayang istri, perawat di praktek saya sampai cemburu melihat istri Reza."kata dokter Lukman.
Kalisa yang mendengar perkataan dokter Lukman merasa terharu karena Reza sebagai seorang suami memang sangat perhatian.
"kami memang masih saling mengenal dokter "kata Kalisa.
"lebih baik begitu, menikah dulu baru pacaran. ya kan Anita "kata dokter Lukman pada Anita yang lagi istirahat di kursi.
"iya dokter "jawab Anita yang tidak mengerti maksud dokter Lukman.
"semoga langgeng sampai maut memisahkan "kata dokter lagi.
"a...min... terima kasih atas do'a nya"kata Kalisa.
tok...tok...tok..
"masuk..."kata dokter Lukman karena ana yang di depan lagi ke toilet.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏