Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.90


__ADS_3

Bu Ros dan Kalisa sudah kembali ke rumah setelah bersilaturahmi ke rumah pak RT.


"Alhamdulillah...salsa kita sudah sampai"kata Kalisa pada anaknya.


"iya mama..."jawab Bu Ros


Hari sudah siang waktu nya makan siang tapi tidak ada yang bisa di makan karena Kalisa tidak memasak,dan dari awal dia memang mau mengajak mamanya ke mall untuk belanja bulanan.


"ma... waktu nya makan siang,tapi aqu enggak masak.kita ke mall aja ya..."ajak Kalisa


"kamu enggak masak?"tanya Bu Ros


"bahan di rumah habis semua, jadi kita makan sekalian temani belanja bulanan"kata Kalisa


Bu Ros yang memang tidak ada kegiatan di hari ini, jadi enggak masalah kalau di ajak jalan."ya sudah... Zuhur dulu baru kita jalan"kata Bu Ros.


Kalisa melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 12 lewat dan melihat ke Bu Ros."terima kasih mama... makin sayang sama mama..."kata Kalisa sambil memeluk Bu Ros.


"salsa...mama mu itu kalau ada maunya pasti seperti ini...kata Bu Ros sambil melihat ke arah salsa cucu nya.


"enggak apa apa ya dek...Kalisa pesan taksi online..."kata Kalisa


"boleh...tapi mama Zuhur dulu...",pesan Bu Ros yang ke toilet untuk berwudhu.


"oke ma..."jawab Kalisa yang membawa Salsa ke kamar mau beri susu dan gantikan baju."


Jam satu siang mereka ke luar dan taksi pesanan sudah menunggu di depan.kalisa dan Bu Ros pun naik taksi menggendong cucunya sementara Kalisa membawa tas perlengkapan salsa di jalan.


Menempuh waktu 20 menit sampai ke supermarket yang di tuju, hari biasa dan jam siang mereka mengunjungi mall. Pengunjung mall pun tidak begitu ramai, sehingga tidak berdesakan dan santai berbelanja.


Tapi sebelum belanja mereka makan terlebih dahulu dengan anjuran Bu Ros."kita makan siang dulu ya...agar perut kenyang dan belanja pun tidak khilaf..."kata Bu Ros pada anaknya.


"mama ada aja, belanja bisa khilaf..."kata Kalisa yang tidak mengerti maksud dari mamanya


"bisa la sayang... kalau khilaf dalam belanja,apa yang di lihat mau semua. seperti lihat sneack kentang di ambil, lihat panci diskon di beli, padahal semua tidak ada masuk dalam daftar belanja dan tidak di perlukan"kata Bu Ros.


Kalisa mencerna perkataan Bu Ros yang ada benarnya"oh... gitu ya ma...kalau begitu Kalisa mau makan yang kenyang dulu baru belanja"kata Kalisa sambil memasuki restoran cepat saji di es teleler karena ada banyak menu yang Bu Ros juga suka.


Kalau di restoran fast food Bu Ros tidak suka karena itu makanan masa kini.


Mencari tempat duduk yang empuk baru memesan makanan."mama pesankan sop iga pakai nasi putih"kata Bu Ros.


"minum nya apa ma...?"tanya Kalisa

__ADS_1


"air mineral dan just Martabe"kata Bu Ros.


"oke ma..."jawab Kalisa yang ke kasir untuk memesan makanan.


Setelah membayar bill makanan Kalisa kembali ke tempat duduk."mana makanan nya?"tanya Bu Ros yang memang jarang makan di luar.


"sebentar lagi ma... kelihatan sekali lapar nya"kata Kalisa


"mama biasanya makan jam dua belas atau setelah Zuhur,ini sudah kelewatan makanya lapar sekali"jawab Bu Ros


"iya... maaf... karena Kalisa enggak masak"jawab Kalisa merasa bersalah.


Sepuluh menit kemudian pesanan pun datang, pesanan Bu Ros dan Kalisa ternyata sama hanya saja di tambah kentang goreng."mama makan saja dulu"kata Kalisa karena salsa sudah bangun jadi bergantian makan.


"mama dulu ya... karena sudah enggak tahan"kata Bu Ros baca doa lalu menyantap makanan di depan mata sementara Kalisa makan kentang goreng secara perlahan.


Makan dengan berlahan tapi pasti akhirnya Bu Ros selesai makan lalu bergantian dengan Kalisa. Selesai makan mereka pun belanja bulanan ke supermarket.


Kalisa menggendong Salsa sementara Bu Ros mendorong trolly belanjaan, karena perlengkapan dapur habis maka mereka ke tempat bagian sayur,buah dan lauk.


Kalisa mengambil ikan dengan berat setengah kilogram saja karena untuk makan berdua.


Begitu juga sayuran yang diambil satu atau dua ikut saja, cukup untuk makan berdua saja. Lalu ke bagian buah, kalau buah di beli Kalisa ukuran satu kilogram seperti pier,salak jeruk.


Kalisa melihat trolly belanjaan yang memang sudah banyak dan dia baru sadar."astaghfirullah hal'azim...ma...kok Kalisa seperti khilaf, padahal sudah makan"kata Kalisa.


"coba kamu telpon suami mu saja,mana tau dia bisa nyusul ke mari"kata Bu Ros


"bentar ma... coba what's up dulu"jawab Kalisa.


Melihat HP dan ternyata ada pesan what's up dari Reza suaminya


"Kalisa...abang pulang sedikit telat karena ada banyak pekerjaan, masalah belanja bulanan beli di dekat kompleks saja seperlunya.besok kita keluar belanja bulanan"


Kalisa membaca what's up suaminya dan tidak ada harapan untuk menolong.",ya sudah ma... segini aja dulu...bang Reza enggak bisa keluar"kata Kalisa.


"ya sudah...kita ke kasir aja langsung"kata Bu Ros.


Di kasir juga enggak banyak yang antri, maka langsung ke bagian kasir, lalu Kalisa membayar belanjaan dengan kartu black card.


Kasir melihat Kalisa saat membayar belanjaan dengan kartu black card, karena penampilannya Kalisa tidak sesuai dengan orang yang membayar dengan kartu black card.


Setelah belanjaan semua di bayar ibu,anak serta cucu keluar dari supermarket dan tiba tiba Kalisa yang menggendong Salsa menabrak seorang perempuan yang jalan berlawanan arah."maaf...mba... enggak sengaja",kata Kalisa

__ADS_1


"saya juga salah enggak begitu fokus"jawab perempuan tersebut.


Kalisa dan perempuan tersebut saling minta maaf dan saling melihat. Setelah saling lihat mereka pun tersenyum karena saling mengenal.


"Kalisa...ini kamu..."kata perempuan tersebut.


"Nabila..."kata Kalisa dan mereka saling berpelukan sudah lama tidak bertemu.


Nabila melihat temannya itu dari atas sampai bawah sambil menggendong bayi"kamu sudah menikah...? enggak ngundang...?sama Rendi ya .."kata Nabila.


"ya...aqu sudah menikah..."jawab Kalisa


"sudah punya anak tapi seperti masih gadis"kata Nabila sambil melihat ke Bu Ros


"kamu bisa aja..."jawab Kalisa


Nabila langsung menyalim Bu Ros


"Tante...apa kabar... awet muda saja..."kata Nabila.


"ah...kamu bisa aja, kalau begitu kita minum dulu ya... kalian sudah lama tidak berjumpa kan..."ajak Bu Ros tanpa meminta persetujuan dari Kalisa, karena ada niat terselubung dalam hati Bu Ros.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2