Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.36


__ADS_3

Sampai di rumah ternyata hari sudah malam, karena asyik belanja Kalisa lupa waktu, dia khilaf belanja tapi semua perlengkapan untuk salsa, sehingga dia lupa tujuan awal keluar hari ini adalah membeli mahar untuk menikah dengan Reza.


Turun dari motor Kalisa baru ingat kalau belum membeli mahar untuk menikah."bang... nanti kalau mama nanya tolong bilang aja sudah dapat"


"mmmmhhhhh...", jawab Reza singkat.


"kok jawab nya hanya mmmmhhhhh, coba tadi apa pesan qu"tanya Kalisa pada Reza dengan wajah yang cemberut.


"i...y...a... sudah dapat yang kita cari, untuk mahar kan?"kata Reza.


"Alhamdulillah... nyambung, kirain abang enggak paham gitu"kata Kalisa.


Mereka pun berjalan mendekati taxi online yang membawa belanjaan mereka.


"terima kasih pak" kata Kalisa dan Reza membayar jasa taxi online.


Setelah belanjaan sudah di tangan, mereka masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum..."


Dari dalam rumah pak Dharma membuka pintu rumah dan menjawab salam"Wa'alaikum salam... kalian sudah pulang"


"sudah ayah"jawab Kalisa sambil Salim pada pak Dharma lalu memasuki kamar mau melihat Salsa.


Sementara Reza masuk ke rumah dengan belanjaan di ke dua tangan nya yang penuh."wah...Reza, banyak sekali belanjaan kalian"kata pak Dharma.


"iya ... ayah...ini semua perlengkapan Salsa"jawab Reza memasuki rumah dan meletakkan belanjaan di depan kamar Kalisa.


Bu Ros keluar dari kamar Kalisa melihat belanjaan di depan kamar mengambil nya dan membongkar belanjaan di ruang keluarga."Reza... sudah makan?"tanya Bu Ros.


"belum ma..."jawab Reza.


"ya... sudah makan sama Kalisa sana...Kalisa... temani Reza makan mumpung Salsa masih tidur"kata Bu Ros sedikit berteriak.


"Reza bisa sendiri kok ma..."kata Reza yang langsung ke ruang makan.


"Kalisa juga kan belum makan, bisa sekalian kalian makan berdua"kata Bu Ros.


Kalisa yang di panggil mama nya keluar dari kamar dan langsung ke ruang makan"iya ma...ini sekalian mau makan juga"kata Kalisa.


"kamu ambilkan piring untuk Reza dan nasi, kalau lauk sudah ada di meja"pesan Bu Ros pad anaknya sambil membongkar belanjaan Kalisa dan pak Dharma duduk di dekat istri nya.


"lho...pak...ini belanjaan baju anak anak semua? kok enggak ada untuk acara nanti?"kata Bu Ros


Pak Dharma memperhatikan juga, tapi semua cocok nya untuk Salsa.


"iya...ya ma... nanti setelah mereka makan, di tanya aja",kata pak Dharma.


"iya...harus di tanya ini, seharian keluar malah belanjaan yang nanti bisa di beli sementara keperluan penting tidak ada di sini"kata Bu Ros.


Di meja makan Kalisa mengambil kan nasi dan piring untuk Reza karena tidak ada di sana."ini bang piring nya"kata Kalisa menyerahkan piring di pada Reza yang sudah duduk dan memperhatikan Kalisa."terima kasih"Jawab Reza dan langsung mengambil nasi dan lauk di meja, di ikuti Kalisa juga.


"bang mau pakai sendok atau tangan, aqu lupa mengambil cuci tangan"tanya Kalisa.


"ya sudah pakai sendok saja"jawab Reza karena kalau pakai tangan kasian Kalisa pasti akan bolak balik mengambil yang tidak ada.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama bersebelahan"nih... lauknya"kata Kalisa mengambilkan lauk dan sayur pada Reza.


Dengan sedikit canggung Reza menerima nya"aqu bisa sendiri kok"kata Kalisa.


"enggak apa apa kan kebetulan di dekat qu"kata Kalisa.


"mmmmhhhhh..."kata Reza mengambilnya.


Karena takutnya di depan mamanya salah jawab Kalisa sedikit berbisik pada Reza tentang jalan ke mall tadi.


"bang... nanti kalau di tanya mama bilang aja sudah di pesan, biar mama enggak merepet nanti"kata Kalisa


"mmmmhhhhh..."jawab Reza sambil makan.


"oke ya... jangan salah nanti kita menjawab",kata Kalisa


",iya... sekarang makan aja kita, nanti keselek lho, kan sakit",kata Reza


"iya...yah...bang, oke deh tapi jangan lupa pesan qu tadi"kata Kalisa yang sedikit cemas karena belanjaan hari ini semua untuk salsa.


Makan pun sudah selesai mereka berdua ke ruang tamu karena sudah di tunggu ke dua orang tua Kalisa. Bu Ros yang sudah geleng kepala melihat isi belanjaan sementara pak Dharma duduk dengan santai saja.


"Kalisa....bisa jelaskan semua ini? kenapa semua untuk salsa"tanya Bu Ros


"oh...itu ma...tadi lagi ada promo pakaian anak jadi Kalisa beli aja untuk Salsa, lagian baju Salsa tidak begitu banyak di lemari. Jadi Kalisa ambil aja mana yang cocok"kata Kalisa.


"jadi .. untuk mahar mu sudah jadi di beli kan?"tanya Bu Ros


"sudah ma...tapi masih di pesan dan di DP aja tadi"kata Kalisa.


"oh... begitu... betul itu Reza?"tanya Bu Ros pada menantunya itu.


"oh... syukur lah kalau begitu, di pikiran mama tadi Kalisa itu biasanya bisa khilaf dan bisa tidak sesuai dengan rencana"kata Bu Ros


Reza melihat ke arah Kalisa mendengar jawaban dari mama mertua nya"oh... ternyata begitu Kalisa kalau ke mall, melihat barang diskon lupa dengan tujuan utama"kata Reza dalam hati.


"mama itu ada ada saja, itu kan dulu"jawab Kalisa dan sambil melihat Reza.


"ya.... sudah enggak apa apa, kalau begitu mahar sudah selesai. jadi tinggal mengabari mama mu saja Reza"kata pak Dharma


"oh...iya ayah, malam ini Reza hubungi mama biar kembali ke sini"jawab Reza.


"kalau begitu sudah oke jadi apa lagi ma yang mau di lakukan besok"tanya pak Dharma pada istrinya.


"besok ke butik aja untuk baju Kalisa dan Reza pas menikah nanti"jawab Bu Ros


"jam berapa besok ma?"tanya Kalisa


"nanti mama hubungi butiknya"kata Bu Ros


"walaupun kalian menikah dengan sederhana, tapi buatkan baju yang bagus ma. Karena masih berkabung jadi enggak ada acara pesta, tapi insha Allah ayah akan buatkan pesta tapi kalau sudah ganti tai",kata pak Dharma


Kalisa sebenarnya tidak masalah kalau pun tidak ada pesta, tapi mana mungkin dia menolak kalau sudah niat dari orang tua nya."ayah...Kalisa enggak masalah kalaupun tidak ada pesta"kata Kalisa.


"itu jangan di pikirkan biar ayah dan mama saja yang memikirkan nya"kata Bu Ros.

__ADS_1


"sudah malam...ayah dan mama masuk kamar dulu, kalian berdua jangan lama lama di luar"kata pak Dharma yang langsung memasuki kamar bersama Bu Ros istri nya.


Tinggal Kalisa dan Reza di ruang keluarga, mereka berdua melihat belanjaan yang di beli tadi."Kalisa... besok aqu mau ke tempat jual perhiasan, kamu mau yang mana?"tanya Reza.


"beli mas LM batangan aja, beratnya sesuai kemampuan abang aja"jawab Kalisa.


"oke... besok aqu juga mau beli cincin, bisa lihat jarimu?"tanya Reza


Sedikit ragu Kalisa menyerahkan jarinya pada Reza, tapi waktu di pegang Reza perasaan Kalisa sedikit bergetar,


"Deg"


jantung Kalisa seperti berdebar, Reza sebenarnya merasakan hal yang sama tadi bisa di bawa santai oleh nya."kira kira nomor berapa ya?"tanya Reza sambil membandingkan dengan jarinya sendiri


"aqu juga enggak pernah tau nomor berapa, coba jari manis qu bandingkan dengan jari kelingking abang"jawab Kalisa


"oh...iya...tapi jari kelingking qu juga lebih besar dari punya mu"kata Reza


"kecil kan aja nomor nya"jawab Kalisa


"oh...iya... betul juga"kata Reza dan tiba tiba


"cup"di cium nya tangan Kalisa


dan langsung berkata


"terima kasih mau jadi istri dan mama dari salsa"kata Reza


Kalisa yang mendapat sentuhan mendadak hanya diam dan tak bisa berkata kata,


"hoek"


"hoek"


"hoek"


Terdengar suara Salsa menangis di dalam kamar.


"ya... Allah...kenapa Salsa mengganggu papanya yang lagi merayu bunda nya??? mungkin Salsa takut kalau papanya khilaf nya berlebihan"kata Reza dalam hati dan melihat Kalisa yang langsung masuk ke dalam kamar dengan hati berdebar.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2