Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.133


__ADS_3

Di tempat rawat inap klinik dokter Lukman akhirnya Kalisa di rawat. Di dalam kamar hanya mereka berdua, dengan sabar Reza pun mengurus istrinya yang hamil.


Setelah Kalisa istirahat dengan nyaman,maka Reza keluar ruangan melihat situasi di klinik, tapi hanya di depan kamar saja, tidak berani meninggalkan Kalisa sendiri.


Ternyata tempat rawat inap Anita yang mereka jenguk kemarin berada di seberang kamar mereka. Terlihat Rendi yang juga duduk di depan seperti memperhatikan kamar mereka.


Reza tersenyum melihat ke arah Rendi dan yang di perhatikan hanya diam saja."kenapa mantan Kalisa itu tak pernah qu lihat tersenyum?"kata Reza dalam hati.


Akhirnya Rendi mendekati kamar inap Kalisa."siapa yang sakit bang?"tanya Rendi berbasa basi karena dia sudah tau dari awal kalau kalisa yang di rawat.


"mmmhhh...ini kan klinik bersalin jadi yang di rawat istri saya, mungkin bawaan hamil muda jadi sedikit manja anak yang di kandungan"jawab Reza.


Sakit rasanya mendengar orang yang pernah dia sayang ternyata sudah milik orang lain."ternyata Kalisa sudah hamil, semakin sulit rasanya untuk bersatu lagi dengan nya"kata Rendi dalam hati.


"oh...Kalisa sudah hamil, selamat ya bang"kata Rendi.


Dengan senyum dan percaya diri Reza menerima uluran tangan Rendi yang mengucapkan selamat."sama sama...kamu juga baru jadi ayah, pasti senang sekali"kata Reza.


"ya... begitu lah"kata Rendi yang pesimis, tidak begitu bahagia.


Sebenarnya Anita yang sudah bisa pulang hari ini tapi karena ada keluhan pada Anita maka di tunda akhirnya sampai besok. Karena memerlukan sesuatu maka dia mencari keberadaan Rendi,dia mau minta tolong sesuai."Rendi...kamu di mana?"panggil Anita.


Mendengar seperti memanggil maka Rendi pun mau kembali ke ruangan."seperti nya aqu di cariin bang, permisi dulu."kata Rendi.


"silahkan..."jawab Reza.


"tapi...ada yang mau aqu omongin sama abang, kalau boleh nanti malam ya...saat para pasien lagi istirahat "kata Rendi.


"boleh... panggil saja saya nanti "kata Reza dengan senang hati.


Rendi pun kembali ke rawat inap di tempat istri dan lagi di rawat."ada apa Anita?"tanya Rendi.


"itu Rendi...aqu mau minta tolong buatkan susu "kata Anita.


"susu nya di mana?"tanya Rendi.


"aqu mana tau namanya aqu yang di rawat "kata Anita.


"aqu tau kamu di rawat tapi sedikit saja harus tau setidaknya untuk dirimu sendiri."kata Rendi.


Anita tampak kesal mendengar suaminya ceramah," bukannya bantuin malah ceramah"kata Anita dalam hati.


"sudah... kalau begitu aqu saja yang buat "kata Anita.


Rendi yang sudah kesal jadi marah."kamu kembali ke tempat tidur saja,biar aqu yang buatkan"kata Rendi

__ADS_1


"enggak perlu...aqu juga bisa kalau buat susu"kata Anita.


"ini klinik Anita... jangan sempat di dengar orang kalau kita lagi bertengkar "kata Rendi.


Anita baru sadar apa yang di katakan suaminya."huh...untung berada di klinik kalau di rumah pasti kita sudah rame,tetangga pun datang untuk menghentikan pertengkaran kami"kata Anita dalam hati.


Kembali ke tempat tidur sebenarnya sudah bosan, tapi bagaimana lagi... karena ada yang harus di periksa oleh dokter. Susu yang di minta ternyata sudah siap."ini susu mu"kata Rendi.


"terima kasih"jawab Anita.


Anita meminum susu yang di buatkan suaminya sampai habis."Rendi... siapa yang di rawat kamar depan kita? seperti aqu mengenal bapak itu"kata Anita.


Rendi melihat ke arah Anita."bapak yang di depan kamar kita ini?"tanya Rendi kembali.


"kamu lupa siapa itu?"kata Rendi lagi.


"iya...aqu lupa tapi seperti aqu pernah melihatnya"kata Anita.


"itu bang Reza... yang semalam datang ke sini, menjenguk kamu dengan istri nya."kata Rendi.


Sambil mengingat ingat siapa saja yang datang semalam karena Anita belum hafal dengan wajah Reza sebagai suami sahabat nya."semalam itu yang datang Kalisa dan yang lain saudara.kalau saudara aqu ingat wajah suaminya"kata Anita.


"ya itu ...dia suaminya Kalisa"kata Rendi.


"apa... siapa yang di rawat?"tanya Anita.


Anita yang mendengar penjelasan suaminya seperti tak percaya,tapi ini juga tempat umum, mana mungkin pihak klinik tidak menerima orang berobat.


"oh...seperti itu, mungkin dia hamil muda"kata Anita


"ya...memang lagi hamil si Kalisa"kata Rendi


"lho...kok kamu tau?"tanya Anita penuh kecurigaan.


"ya...tadi aqu ngobrol sama suami Kalisa,mana mungkin sama istrinya"jawab Rendi.


Sedikit lega rasanya mendengar penjelasan dari Rendi."oh... ternyata Kalisa hamil? syukur lah kalau begitu"kata Anita dalam hati.


"ada yang perlu di bantu lagi?"tanya Rendi.


"enggak ada... Kenapa? jawab Anita.


"mmmhhh aqu mau mandi dulu biar seger"kata Rendi masuk ke dalam toilet.


Anita yang duduk di atas tempat tidur berpikir tentang Kalisa."kenapa di rawat inap segala?!apa karena kandungan nya bermasalah "kata Anita dalam hati.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


"siang Bu...ini untuk makan siang nya dan jangan lupa obatnya di minum "kata perawat mengingatkan.


"baik suster... sebentar lagi saya akan makan"jawab Anita.


"baiklah ibu...saya letakkan obat nya dekat minuman ya..."kata perawat


"baik suster, terima kasih banyak "kata Anita.


"sama sama ibu..."jawab suster sambil keluar dari ruangan.


Anita melihat makanan yang di kasi suster, begitu melihat makan tersebut Anita tidak begitu selera."aduh...bosan melihat makanan rumah sakit",kata Anita dalam hati karena dia tidak selera melihat makanan tersebut.


Rendi yang melihat istrinya tidak makan jadi penasaran.",kamu sudah makan?",tanya Rendi.


Anita terkejut karena tiba tiba Rendi bertanya."belum...ini lah mau makan tapi aqu kok bosan dengan makanan rumah sakit"jawab Anita.


Tidak ada tawaran dari Rendi apa yang di inginkan istrinya jadi Anita berinisiatif meminta tolong."Rendi...aqu kepingin makan soto Medan,bisa minta tolong belikan?"tanya Anita.


Karena sekarang waktunya jam makan siang jadi Rendi pun mengabulkan permintaan istrinya."ya sudah...aqu juga lapar jadi sekalian keluar aja"kata Rendi.


Rendi pun keluar untuk mencari makanan sendiri."beli soto Medan saja biar sekali tempat saja"kata Rendi dalam hati.


Menaiki sepeda motor sendiri dan memang itu yang parkir di klinik.


Tempat membeli makanan sebentar nya ada dekat tapi tidak ada yang jual soto jadi terpaksa Rendi mencari permintaan istrinya aga jauh dari klinik tersebut. Sementara Anita sendirian di ruangan.


Tok...tok...tok...


"Permisi..."kata perawat masuk ke dalam ruangan inap Anita.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


vote... vote...vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2