
Hari ini adalah acara Aqiqah baby girl, acara di laksanakan malam hari dan yang di undang pengajian bapak bapak di kompleks dan tak lupa saudara dekat saja yang di undang.
Keadaan Reza di rumah sakit sudah sehat dan sudah bisa pulang, tinggal kontrol aja tiga hari lagi. Pak Dharma sengaja minta tolong pihak Rumah Sakit untuk di perbolehkan pulang setelah magrib saja.
Reza datang pada saat acara Aqiqah saja, jadi tidak sempat menanyakan tentang Dewi istri nya. Setelah selesai acara baru di jelaskan pada Reza keadaan yang sebenarnya. Jadi setelah selesai acara Aqiqah baru pak Dharma akan menjelaskan pada Reza menantunya itu.
Jam menunjukkan jam 6 sore, Aldo yang akan membawa Reza ke rumah. Dari tadi malam Aldo menemani adik iparnya itu, jam makan siang Aldo pulang sebentar untuk mandi dan makan siang di rumah. Pulang ke rumah sengaja di lakukan Aldo karena dia mau melihat keadaan di rumah mereka
"bang... terima kasih sudah menemani qu malam ini di rumah sakit"kata Reza
"jangan di pikirkan,kita kan saudara"jawab Aldo.
Tak berapa lama perbincangan mereka datang lah perawat"Pak Reza sudah boleh pulang, pemeriksaan nya semua sudah oke. Tapi ingat tiga hari lagi kontrol ke rumah sakit"kata perawat mengingatkan Reza dan menyerahkan semua obat Reza yang masih ada.
"terima kasih suster"kata Aldo menerima bungkusan obat.
"ayo pak, mari saya antar sampai depan rumah sakit"kata perawat
Reza dan Aldo hanya senyum, tapi perawat mengambil inisiatif yang mendorong kursi yang di duduki Reza dan memang seperti itu kalau pasien pulang perawat harus mengantarkan sampai pintu mobil/kendaraan pasien. Sementara Aldo membawa peralatan pribadi Reza selama di rumah sakit.
Pesan dari pak Dharma kepada Aldo agar sampai ba'da isya, tapi sekarang masih azan magrib. Jadi di singgahkan Aldo ke mesjid untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah."Reza magrib aja dulu kita, takut enggak keburu sampai rumah"kata Aldo pada adik iparnya.
"iya bang"jawab Reza dan langsung mengambil air wudhu tanpa merasa curiga.
Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan, Aldo sengaja memperlambat jalan mobil dan setelah itu dia singgah lagi membeli bait mineral cup di ondo market. Padahal persediaan air mineral sudah cukup, tapi demi misi sampai ba'da isya jadi enggak apa apa beli air mineral untuk stok di rumah saja.
Jalan lagi mobil setelah selesai membeli air mineral di ondo market. Dalam perjalanan menuju rumah jalanan padat, jadi mereka sedikit kena macet."Alhamdulillah kejebak macet sedikit"kata Aldo dalam hati.
"Astaghfirullah hal'azim... biasanya kalau macet seperti ini di hindari, aqu kok malah bersyukur. Ini demi misi dan karena perintah ayah"kata Aldo dalam hati.
"kena macet kita bang"kata Reza.
"iya...tapi enggak jauh kok macet nya, sebentar lagi juga sampai"jawab Aldo
__ADS_1
"kamu pasti sudah tidak sabar melihat baby girl"kata Aldo lagi.
"siapa baby girl bang?"tanya Reza kebingungan.
"anak mu lah, di rumah kami panggil baby girl karena belum di kasi nama. Tapi semalam ayah sudah kasi tau namanya Nabila Salsabila, karena belum terbiasa saja kali"kata Aldo
"lho....mamanya enggak membiasakan di panggil Nabila atau salsa?"tanya Reza yang merasa aneh.
Aldo yang bingung untuk menjawab pertanyaan hanya senyum saja"mungkin abang yang kurang perhatian"kata Aldo sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
Reza yang sedikit bingung"kenapa Dewi tidak menyarankan panggilan Nabila atau salsa, seperti ada yang di sembunyikan.Ya sudah nanti kan bisa di tanyakan, sebentar lagi sampai kok"kata Reza dalam hati.
Di rumah keluarga pak Dharma sudah mulai berdatangan satu persatu orang, karena acaranya malam jadi pengajian bapak bapak yang di undang.
Kalisa sudah merapikan baby girl, mereka memakai baju yang warna senada. Dan Kalisa yang menggendong baby girl, mereka seperti layaknya ibu dan anak. Karena sudah ramai datang acara pun mau di mulai dan Aldo dan Reza pun sudah sampai.
"Pak ustadz sebaiknya kita mulai saja acara nya karena menantu saya juga sudah datang"kata pak Dharma pada ustadz. Dan Reza sudah duduk di antara mereka.
"mana bayi nya, biar kita tabalkan namanya"kata pak ustadz.
Reza pun menulis nama anaknya dan menyerahkan kertas tersebut.
"mana bayinya?"tanya pak ustadz
Kalisa pun keluar membawa baby girl dan menyerahkan pada ayahnya bayi. Reza melihat yang membawa anaknya Kalisa sedikit terkejut tapi karena banyak orang jadi dia harus mengendalikan emosi nya"kemana Dewi? apakah dia masih belum sehat, makanya Kalisa yang membawa ke sini? nanti setelah acara aqu mau jumpa sama Dewi"kata Reza dalam hati.
Acara Aqiqah dan penabalan nama pun selesai, terakhir adalah marhaban dan menampung tawari bayi tapi bayi di bawa keliling untuk di upah upah semua tamu yang hadir. Reza yang menggendong bayi dan Kalisa di samping membawa bunga rampai, kelapa satu buah mana tau ada yang mau menggunting rambut bayi.
Reza dan Dewi mengelilingi tamu bapak bapak terlebih dahulu setelah selesai baru ke tamu ibu ibu. Tiba tiba ad seorang ibu yang nyeletuk"semoga jadi keluarga ya...Kalisa sudah pantas jadi ibu"kata ibu tersebut.
"iya sudah cocok jadi satu keluarga"kata ibu yang lain pula.
Reza yang mendengar melihat ibu tersebut dan mengerutkan keningnya"apa maksud ibu ini ya..."kata Reza dalam hati. Kalisa yang mendengar melihat ibu yang nyeletuk, ternyata saudara mereka. Dan reaksi Kalisa diam dan memberi kode untuk diam tidak di lanjutkan"sssstttt"kata Kalisa
__ADS_1
Setelah tamu di kelilingi Kalisa meletakkan bawaannya di meja dan mengambil baby girl yang mulai gelisah dari tangan Reza."sini bayi nya,bang Reza ke depan saja dulu karena masih banyak tamu"perintah Kalisa.
"kanapa dia seperti yang punya bayi? tapi ya sudah, nanti setelah selesai acara aqu mau ketemu Dewi, dia pasti ada di kamar"kata Reza dalam hati.
Reza pun ke depan dan duduk di sebelah ayah mertua nya sambil mendengarkan ceramah ustadz.
Lama juga ceramah ustadz tersebut hampir satu jam, setelah itu makan kue dan minum. Baru lah nasi yang berisi kari kambing di bawakan pulang untuk semua orang yang hadir. Semua tamu sudah pulang Pak Dharma, Aldo dan Reza di bantu tetangga melipat ambal dan memasukkan kursi ke dalam rumah.
Siap semua pak Dharma mengajak menantu kesayangan, anak dan tetangga untuk makan bersama.",ayo kita makan dulu",ajak pak Dharma. Mereka pun makan bersama yang sudah di siapkan Bu Ros.
Siap makan dan para tamu juga sudah pulang semua, Reza sudah tidak sabar menjumpai istri nya. Pak Dharma mengajak Reza duduk di kursi tamu di temani Aldo dan Bu Ros. Sementara Kalisa di dalam bersama baby girl.
Reza sedikit bingung karena kenapa seperti ada mau di bicarakan yang serius."Dewi dari tadi juga tidak kelihatan"kata Reza dalam hati.
"Reza...ada yang mau bapak bicarakan"kata pak Dharma.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun...
serta
vote... vote...vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏📞