Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.106


__ADS_3

Pak Dharma dan Bu Ros sudah sampai rumah jam sepuluh malam, mereka sengaja pulang malam karena hanya mereka berdua yang di rumah karena Aldo malam ini menginap di rumah Reza dan Kalisa.


Di rumah mereka berdua masuk dalam rumah, terlihat sunyi di rumah. Setelah mengunci pintu pagar dan pintu rumah, mereka berdua sholat isya berjamaah,lalu bersih bersih sebelum tidur.


Bu Ros yang lagi membersihkan wajah dengan skincare yang dia pakai setiap malam."ayah... sudah tidur?"tanya Bu Ros


"sekarang belum tapi sebentar lagi juga akan tidur"jawab pak Dharma.


Karena Bu Ros mau cerita tentang rencana nya dengan Bu Mariana, dari tadi dia belum sempat bercerita."ayah... jangan tidur dulu karena mama mau cerita"kata Bu Ros


"mau cerita apa?kan seperti biasa ayah dengarkan"jawab pak Dharma.


Bu Ros yang sudah selesai membersihkan wajah pun beranjak ke tempat tidur, di samping suaminya Bu Ros berbaring."tadi mama ketemu dengan Mariana"


"iya...ayah tau,jadi apa kelanjutan nya?",tanya pak Dharma.


"kami mau menjodohkan Aldo dengan Nabila anaknya dia...si Nabila itu teman nya Kalisa waktu sekolah"kata Bu Ros.


Pak Dharma hanya mengangguk seperti ada yang di pikirkan tapi tidak menjawab."ayah kok diam saja? sudah tidur ya ..."kata Bu Ros melihat suaminya.


"ayah belum tidur hanya saja berpikir, apakah Aldo dan si Nabila itu mau di jodohkan?"tanya pak Dharma.


"itu lah tugas kita masing masing menanyakan anaknya,ya...di usahakan mau lah."jawab Bu Ros


"mama ..itu namanya pemaksaan, enggak boleh seperti itu"kata pak Dharma


"bukan pemaksaan ayah...ini usaha mama namanya"kata Bu Ros lagi.


Pertemuan antara Bu Ros dan Bu Mariana adalah memang maksudnya Bu Ros adalah menjodohkan anak mereka. Umur Aldo yang sudah lebih dari tiga puluh tahun, begitu juga Bu Mariana yang anaknya Nabila sudah mau dua puluh lima tahun.


Pak Dharma dan Bu Ros yang belum mengantuk,pak Dharma melihat istrinya yang cemberut."ma... jangan marah gitu,kita masih usaha. Ayah juga akan mendukung mama kok,mana mungkin mama yang lagi semangat menjodohkan Aldo tapi ayah tidak mendukung"kata pak Dharma merayu istrinya.


Bu Ros akhirnya tersenyum mendengar perkataan suaminya, memang saat ini dia butuh dukungan orang di sekitarnya."betul ayah mau mendukung mama... enggak hanya di mulut saja?"tanya Bu Ros dengan penuh keyakinan.


"iya... besok di kantor ayah akan tanyakan pada Aldo langsung"kata pak Dharma


"kenapa harus di kantor? di rumah juga bisa kan?"tanya Bu Ros


"mama...ayah mau bicara dengan Aldo sebagai seorang laki-laki, kalau di rumah nanti mama banyak komentar nya sehingga membuat Aldo marah."kata pak Dharma.


"oh... seperti itu ya... kalau begitu ya sudah..

__ADS_1


kasi masukan pada Aldo"kata Bu Ros


"pasti lah akan ayah usahakan bicara dari hati ke hati"kata pak Dharma


"demo Aldo mau... sudah malam nih...kita tidur ya... sudah mengantuk ini"kata Bu Ros


"ayah juga sudah ngantuk sekarang kita tidur saja"kata pak Dharma.


Sementara di rumah Bu Mariana lagi nonton di depan televisi bersama Nabila."sudah jam berapa sekarang Nabila?"tanya Bu Mariana.


"jam sepuluh malam ma... kenapa?"jawab Nabila dan menanyakan lagi.


"oh... sebentar lagi kita masuk,ada yang mau mama tanyakan"kata Bu Mariana.


"mau tanya apa ma..."kata Nabila


Bu Mariana bertanya pada anaknya yang rencana Bu Ros."Nabila...tadi mama ketemu dengan Bu Ros yang anaknya Nabila teman kamu"kata Bu Mariana.


"oh...mama Kalisa? wah ibu itu orang nya selalu semangat,kenapa ma..."tanya Nabila


"ternyata Kalisa mempunyai seorang abang ya... bagaimana lagi Bu "kata Bu Mariana


"oh... itu Nabila sudah tau, kenapa? jawab Nabila keheranan.


"apa..."kata Nabila.


"Menurut kamu bagaimana ide kami"kata Bu Ros.


Nabila yang bingung mau bicara apa..


tapi dia yang menjawab"Nabila bingung mau jawab bagaimana ya..."kata Nabila.


"mama masih harus menanyakan dulu, setelah itu baru di kita bertemu lagi."kata Bu Mariana.


Nabila yang memang sudah merasa mau di jodohkan dengan Aldo,dia bisa melihat dari gelagat Bu Ros terhadap nya pada saat pertama bertemu di mall waktu Kalisa belanja di temani mamanya.


Pada saat kunjungan pertama ke rumah, waktu itu Bu Ros tidak mengetahui kalau Nabila anak dari sahabatnya. Apa lagi saat sudah tau pasti lebih semangat lagi melanjutkan perjodohan Aldo dan Nabila.


Bu Mariana melihat anaknya yang hanya diam tapi tidak bisa di tebak, apakah mau atau tidak di jodohkan. sebagai seorang ibu tentunya menginginkan yang terbaik untuk anak nya tapi pertemuan, jodoh dan maut yang menentukan adalah Allah.


"mama tau... waktu dulu kamu bertunangan dan sebulan sebelum menikah malah kamu di tinggalkan"kata Bu Mariana.

__ADS_1


Perkataan itu membuat Nabila sedih karena itu adalah pengalaman yang pahit, semua harus di lupakan. Bagaimana pun hidup harus berjalan, tinggalkan masa lalu dan songsonglah masa yang akan datang dengan senyuman dan berdoa mendapatkan yang lebih baik dari hari ini tentunya.


"ma... jangan di ingat lagi hal yang buruk, Nabila sudah mengubur dalam dalam biar tidak tercium lagi"kata Nabila


"Alhamdulillah... kalau kamu sudah melakukan hal itu,jadi bagaimana menurut pendapat mu tentang rencana Bu Ros"kata Bu Mariana.


Nabila pun berpikir sejenak karena mencari solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak."ma... sebaiknya nanti aqu mau cerita dengan Kalisa, aqu mau tau tentang abang nya itu."kata Nabila.


"oh...ya sudah coba di selidiki terlebih dahulu, tanya Kalisa apakah abangnya itu serius mencari istri atau hanya sekedar pacar."kata Nabila.


Bu Mariana senang mendengar perkataan dari anak nya, karena dia memang tidak mau main main."mama setuju dengan kamu Nabila, kalau pacaran lagi yang di rugikan itu sebenarnya perempuan."kata Bu Mariana.


"kalau begitu kita tidur dulu ma... sudah jam sebelas lewat,lagian Nabila besok masuk pagi"kata Nabila.


"kamu duluan saja sebentar lagi mama juga mau masuk kamar"kata Bu Mariana.


"oh...iya ma...kapan ayah pulang?"tanya Nabila.


"besok juga sudah pulang, kenapa kamu menanyakan ayah mu? rindu ya...?"kata Bu Mariana.


"mama... seperti tidak rindu saja, enggak ada apa apa", Nabila hanya tersenyum melihat mamanya dan masuk ke dalam kamar karena dia juga sudah mengantuk.au istirahat dulu baru kerja.


BERSAMBUNG


*****


like... like...like...


add favorit...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat untuk lembur


komentar yang membangun


serta


vote... vote...vote


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🤭


__ADS_2