
Malam hari ini Kalisa memasak makan malam untuk mereka berdua, sudah hampir separuh hari meninggalkan rumah, jadi rindu juga masak sendiri.
Selama mereka di Bali, sarapan sudah tersedia dari hotel. Untuk makan siang dan malam mereka biasanya cari di luar, lebih enak kulineran berdua.
Setelah sholat magrib Kalisa sibuk memasak ala kadarnya untuk makan malam, sementara Reza lagi melanjutkan pekerjaan yang sudah sepuluh hari dia tinggalkan.
Tercium aroma masakan yang harum dan lezat membuat perut terasa lapar. Sehingga yang kerja hilang konsentrasi nya. Reza pun meninggalkan pekerjaan di atas meja yang lagi berantakan, dia menuju dapur di mana istrinya lagi memasak.
Terlihat Kalisa yang lagi mengaduk sesuatu di hadapan kompor, Reza mendekati istrinya dan memeluk pinggang nya dari belakang.
"Astaghfirullah hal'azim...bang Reza bikin aqu kaget saja ya..."kata Kalisa yang kaget saat pinggang nya di peluk suaminya.
"kamu masak apa...buat abang lapar saja..."kata Reza berbisik di telinga Kalisa.
"masak sop bang... sudah hampir sepuluh hari aqu enggak masak, ternyata rindu juga ke dapur"jawab Kalisa
Reza melihat masakan istri nya yang kelihatan enak dan harum."enak ni kelihatan nya dari bentuk dan aromanya menggugah selera"kata Reza.
"mudah mudahan kamu suka, semua sudah siap kok di meja, tinggal yang ini saja"kata Kalisa.
Karena tidak bisa leluasa bergerak akhirnya Kalisa menyerah."bang...lepas dulu, aqu mau mengambil mangkok karena ini sudah selesai"kata Kalisa.
"oh...iya...abang kelupaan,habis dekat kamu pengen nya nempel terus"kata Reza.
"ya...bang...aqu senang dengarnya...so sweet sekali kamu..."kata Kalisa sambil mengambil mangkok yang di butuhkan lalu mengisi masakannya ke dalam mangkok tersebut.
Siap semua masakan lalu Kalisa membawa Sop tadi di ikuti Reza dari belakang, dengan tak sabar mencicipi masakan istri nya maka Reza mengambil piring dan sendok.
"wah... menggoda sekali... sudah bisa makan kita sekarang?"tanya Reza.
"ya... sudah bisa... waktu nya kita makan"jawab Kalisa
Karena mau merasakan sop buatan istrinya ternyata sudah ada mangkok kecil yang di siapkan oleh kalisa tapi Reza tidak melihat nya.
"bang...ini ada mangkok kecil, biar piring nya aqu isikan nasi"kata Kalisa.
"astaghfirullah hal'azim...kok enggak kelihatan ya... padahal si depan mata"kata Reza.
"itu karena abang konsentrasi di sop makanya enggak kelihatan"kata Kalisa.
Mereka berdua pun makan bersama berdua di rumah. Makan malam berdua di rumah ternyata tidak kalah romantis nya."cepat juga kamu masak Kalisa, masak sop, goreng tempe, sambal pakai krupuk lagi"kata Reza.
"kalau masak seperti ini aqu bisa kok bang apa lagi aqu pernah tinggal di daerah terpencil, tidak ada jual apa apa jadi di tuntut untuk bisa masak sendiri"kata Kalisa menjelaskan.
"oh... seperti itu..."kata Reza yang lagi makan dengan lahap sehingga Kalisa tidak melanjutkan percakapan.
Masakan yang ada di meja makan sudah kosong dan pindah ke perut Reza yang banyak sementara Kalisa hanya ala kadarnya.
"Alhamdulillah... terima kasih menu spesial malam ini, mantap sekali..."kata Reza.
"Alhamdulillah... kalau abang suka dan habis semua makanan di atas meja tadi, jadi enggak mubazir"kata Kalisa
"iya...abang yang banyak makan, kerjaan di kantor masih banyak belum selesai jadi abang lanjutkan dulu "kata Reza
"iya bang...siap isya aqu mau nelpon teman yang jumpa di mall tadi"kata Kalisa
"mau ngapain? reuni ya..."kata Reza
"enggak...mau buat pendekatan dengan bang Aldo"Kat Kalisa
__ADS_1
"lho... bukannya anak pak RT...?"tanya Reza seperti tak percaya.
"sssstttt... panjang ceritanya, abang kerjakan saja tugas yang menumpuk, nanti aqu cerita"kata Kalisa.
Karena pekerjaan yang masih banyak Reza tidak terlalu kepo"nanti saja qu tanya... mana mungkin ngurusin masalah bang Aldo, lebih baik aqu selesaikan Pekerjaan yang menumpuk"kata Reza dalam hati.
Azan isya berkumandang sebaiknya sholat dulu baru mengerjakan yang lain. Reza yang lagi duduk di antara laptop dan kertas, akhirnya mengajak qu sholat berjamaah.
"Kalisa...isya dulu yuk, nanti baru kamu telpon teman mu itu"kata Reza
"ya bang...aqu ambil wudhu dulu"jawab Kalisa
Selesai isya berjamaah Reza kembali mengerjakan pekerjaan kantor sementara Kalisa lagi chat what's up dengan Nabila di kamar sambil menemani salsa kalau di luar takutnya Reza tidak konsentrasi pada pekerjaan nya malah konsentrasi pada Kalisa.
Kalisa
"Assalamualaikum... Nabila...kalau besok kita ketemu ada waktu...?"
Nabila
"wa'alaikum salam... kalau pulang kerja, aqu sih bisa saja. kamu mau ketemu mau ngapain?"
Kalisa
"aqu mau tanya sesuatu, kalau lewat what's up takutnya enggak nyambung nanti kita ngobrol nya"
Nabila
"dari sini juga enggak masalah kok, kalau besok mau ketemu lagi kasian anak mu, masa setiap hari di bawa ke mall"
Kalisa
Nabila
"tanya sekarang saja kalisa... pasti qu jawab dengan jujur"
Kalisa
"itu...aqu mau menanyakan lagi, apa benar kamu belum nikah atau balum punya pacar?"
Nabila
"betul lah... ngapain juga aqu bohong,. setengah bulan yang lalu aqu di tinggal nikah. Jadi kalau ada seandainya orang yang mau serius ta'aruf aku mau, capek lho pacaran saja. malah nambah dosa"
Kalisa
"kalau aqu kenalkan seseorang mau atau tidak? karena dia juga lagi cari yang serius"
Nabila
"yang benar kamu... ada calon yang mau di kenalkan?"
Kalisa
"ada...tadi kamu juga sudah ketemu dengan orang nya"
Nabila
"siapa sih...aqu jadi penasaran, oh...iya...abang mu yang tadi kita jumpa?"
__ADS_1
Kalisa
"yes... betul sekali, gini aja...aqu minta izin kasi nomor mu dengan bang Aldo, lanjut atau tidak sama aqu belakang yang penting di jalani saja dulu"
Nabila
"ya aqu enggak masalah kalau nomor qu
di kasi dengan abang mu"
Kalisa
"terima kasih Nabila... secepatnya qu kasi dengan abang qu"
Nabila
"ya...sama sama..."
Kalisa
"sudah dulu ya...anak qu bangun pula, nanti kita lanjut lagi."
Nabila
"oh...ya... makasih banyak ya... Assalamualaikum..."
Kalisa
"wa'alaikum salam...
Kedua sahabat itu pun mematikan HP,Kalisa yang mendengar suara salsa yang sudah bangun langsung membuat kan susu karena jam nya memang sudah masuk.
Saat Kalisa memberikan susu pada salsa tiba tiba Reza masuk kamar dan berbaring di atas kasur."mas... kenapa...?"tanya Kalisa
"kepala mas pusing...bisa nanti pijit setelah salsa minum susu, letakkan saja di box baby karena dia juga sudah mulai main dengan mainan di atas box baby"kata Reza
"mmmhhh..."jawab Kalisa tapi dalam hati dia berkata"aduh... harus siap siap dengan ujung dari pijit pasti minta pijit plus-plus"kata Kalisa dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote...vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏