Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.116


__ADS_3

Di salah satu meja, ada yang melihat kemesraan mereka berdua.


"siapakah dia?"


Yang melihat Kalisa dan Reza di rumah makan ternyata Rendi."kok bisa ya mereka juga makan di sini?"kata Rendi dalam hati.


Anita yang melihat suaminya seperti melihat seseorang menjadi penasaran."kamu lagi lihat siapa beb?"tanya Anita pada suaminya.


"lihat orang lewat aja, ya sudah kamu makan saja yang banyak supaya kalau tiba tiba lahiran ada tenaga"kata Rendi.


"kamu juga makan biar cepat selesai,aqu sudah kepanasan"kata Anita.


Keduanya makan bersama dengan makanan masing-masing, tidak ada kemesraan di antara pasangan tersebut. Rendi yang sebenarnya terpaksa menikah dengan Anita,dia khilaf karena selalu di goda dan juga ilmu dari dukun.


Mana ada orang yang kuat kalau di goda dan dapat ilmu penakluk hati dari dukun terus akhirnya luluh juga


Tapi hati Dedy luluh pada godaan Anita di saat Kalisa satu tahun lagi menyelesaikan tugas, karena sering melakukan hubungan suami-istri tanpa ada ikatan akhirnya hamil juga.


Kepulangan Kalisa persis di saat mereka berdua baru menikah satu bulan. Rendi berusaha untuk menjalani pernikahan mereka berdua.


Sebenarnya Anita mulai takut dan khawatir pada saat pertemuan di puskesmas. Sebenarnya itu bukan pertemuan pertama, tapi bisa jadi pertemuan setiap hari.


Walaupun Kalisa sudah menikah yang dia dengar, tapi untuk Rendi... pasti masih penasaran pada Kalisa.


Di rumah makan Padang makanan Anita sudah habis, tapi Rendi masih belum selesai juga."beb...makannya cepat, nanti kamu masih masuk kerja lho"kata Anita mengingatkan.


"aqu enggak selera makan, sudah kenyang"jawab Rendi.


"enggak boleh begitu, biasanya kamu paling suka makan di sini, bukannya ini restoran favorit kamu?"kata Anita.


"sudah ah...ini aqu habiskan"kata Rendi yang sebenarnya lapar tapi melihat kemesraan Kalisa dan suami membuat dia tidak selera makan.


Setelah selesai Rendi makan maka mereka pun mau pulang."sudah siap beb? kita pulang ya..."kata Anita.


"mmmhhh..."jawab Rendi langsung berdiri.


Rendi jalan duluan ke kasir sementara Anita berjalan di belakang nya.


Anita yang hamil besar merasa perutnya tiba tiba sakit."aduh...perut qu sakit "kata Anita dalam hati lalu duduk di kursi dekat dia berdiri.


Duduk sambil menarik nafas dalam-dalam, pegawai restoran melihat Anita seperti kesakitan."ibu... kenapa? ada yang sakit?"tanya pegawai.


"hanya sedikit sakit, biasanya ini kontraksi palsu."jawab Anita.


"duduk saja dulu Bu..."kata pegawai restoran dan memberikan air putih


"terima kasih..."kata Anita.


Rendi yang sudah selesai membayar makanan mencari keberadaan istrinya."mana Anita...tadi kata nya mau cepat "kata Rendi dalam hati sambil berjalan mencari keberadaan istrinya.


Mencari keberadaan Anita tapi Rendi tidak melihat kalau istrinya lagi duduk di salah kursi, karena banyaknya orang di sana.

__ADS_1


Anita yang sudah tidak tahan meminta tolong pada pegawai untuk memanggil suaminya."dek... tolong panggilkan suami saya, namanya Rendi."pesan Anita.


"baik Bu "jawab pegawai restoran.


Melihat Anita yang kesakitan membuat pegawai restoran panik juga, sehingga dia memanggil Rendi dengan suara kuat.


"Yang namanya pak Rendi....ini di panggil istrinya"kata pegawai.


Suasana restoran jadi heboh mendengar ada yang mencari seseorang."kenapa mencari suaminya?"tanya seseorang.


"istrinya mau melahirkan"jawab pegawai.


Kalisa yang mendengar nama Rendi jadi penasaran."apa Anita ada di sini?"kata Kalisa tanpa di sadari nya.


"ada apa ?"tanya Reza.


"seperti nya ada Anita di sini?"kata Kalisa


"siapa Anita?"tanya Reza.


"teman aqu di puskesmas, dia kan mau melahirkan"kata Kalisa.


Karena makanan sudah habis, dia pun mencari keberadaan suara pegawai tadi."mau kemana?"tanya Reza yang belum siap makan


"mau lihat yang cari suaminya tadi, sepertinya teman aqu bang"jawab Reza.


"ya sudah...kamu lihat sana...Abang habiskan ini dulu"kata Reza


Sudah di perbolehkan suaminya maka Kalisa melihat ke tempat pegawai tadi, sampai di sana ternyata memang Anita.


"kamu Kalisa..."kata Anita.


Melihat Anita yang kesakitan Kalisa merasa kasian."Rendi mana..."tanya Kalisa


"enggak tahu...tadi dia di kasir. aduh...."jawab Anita kesakitan.


"ya sudah...kamu di sini dulu, biar aqu panggil suami.kita ke rumah sakit "kata Kalisa meninggalkan Anita.


Rendi yang tadi mendengar namanya di panggil mendatangi ke tempat Anita yang kesakitan."Anita...kamu di sini?"tanya Rendi.


"kamu kemana? aqu sudah enggak tahan lagi "kata Anita.


"jadi bagaimana? kita ke rumah sakit?"tanya Rendi.


"ke tempat praktek dokter Lukman saja"jawab Anita.


"kamu naik taksi saja, aqu mengikuti dari belakang "kata Rendi.


"terserah..."jawab Anita yang sudah tidak bisa berpikir.


Saat Anita dan Rendi mau jalan keluar, di saat itu juga Kalisa dan Reza mendatangi mereka berdua."Anita... kamu naik apa?"tanya Kalisa tapi dia tidak mau melihat ke arah Rendi.

__ADS_1


"naik sepeda motor"jawab Anita.


"mana bisa seperti itu, bahaya tau...ya sudah biar kami antar"kata Kalisa.


Anita melihat ke arah suaminya, minta persetujuan naik mobil bersama Kalisa.


Rendi yang takut terjadi apa-apa dan dia takut di jalan terjadi apa-apa."ya sudah... nanti aqu mengikuti dari belakang"kata Rendi pada istrinya.


Reza dengan cepat membayar struk makan mereka dan langsung menghidupkan mobil.


"ayo Anita jalan pelan pelan "kata Kalisa.


Rendi memapah istrinya di sebelah kanan dan satu lagi di bantu pegawai restoran, Kalisa tidak mau ikutan karena nanti dia bisa berdekatan dengan Rendi.


Pintu mobil di bukakan oleh Kalisa untuk sahabat nya Anita."Kalisa...kamu duduk dimana ?"tanya Reza.


"di depan saja,biar nyaman Anita duduk di belakang "jawab Kalisa sambil masuk ke dalam mobil.


Setelah Anita masuk maka mobil pun berjalan menuju tempat praktek dokter Lukman."kita mau ke mana Anita?"tanya Kalisa.


"ke tempat praktek dokter Lukman saja"jawab Anita.


"Abang tau kan tempat praktek dokter Lukman?"tanya Kalisa.


"tau la...hamil salsa periksa nya di sana!"jawab Reza.


Sambil menyusuri jalan tanpa di sadari oleh Reza jadi teringat saat di tempat dokter Lukman."praktek dokter Lukman? aqu jadi ingat sama Dewi"kata Reza dalam hati tanpa dia sadari.


Dalam hati Kalisa juga berkecamuk, antara mau menolong teman dan juga bertemu dengan mantan tanpa dia inginkan, karena pada dasarnya dia sudah ikhlas dan mau melupakan dan menutup rapat kenangan yang lama. Menyongsong masa depan bersama Reza dan membina keluarga sakinah mawadah warahmah.


"kenapa aqu harus berjumpa dengan Rendi? bisa setiap hari? ya Allah...aqu enggak mau..."kata Kalisa dalam hati


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2