
pak...ibu... sekalian... apakah ada di antara penumpang yang dokter kandungan atau seorang bidan... karena ada penumpang kita yang butuh pertolongan..."pengumuman dari pramugari...
Hening sejenak dan saling pandang di dalam pesawat... tidak yang menjawab pertanyaan dari pramugari.
Tiba tiba Kalisa berdiri karena tidak ada yang menjawab pertanyaan dari pramugari.
"mba...saya bidan ada apa ya...?" kata Kalisa menjawab pertanyaan pramugari.
"sini mba ...saya mau minta tolong..."kata pramugari membawa Kalisa ke ruang VVIP.
Sampai di ruang tersebut di lihat nya seorang perempuan lagi berbaring."lho...ibu yang jumpa di bandara?"kata Kalisa dalam hati.
"mba...bisa minta tolong ibu ini mau melahirkan"kata pramugari
"iya...iya... tolong sediakan air hangat di baskom."kata Kalisa.
Setelah itu Kalisa memeriksa perut wanita tersebut, dan ternyata perut sudah turun."ibu...ini sudah sembilan bulan, seharusnya tidak boleh naik pesawat"kata Kalisa dengan lembut.
"iya Bu... sebenarnya bulan semalam saya mau jalan tapi tidak ada yang menemani, jadi menunggu mama saya.mba ini siapa? dokter atau bidan?"tanya ibu yang mau melahirkan.
"tenang saja...saya seorang bidan, setelah saya periksa ibu sudah bukaan tujuh."kata Kalisa dengan santai sambil memeriksa tensi .
Untung saja di pesawat di sediakan untuk tensi,jadi Kalisa dengan mudah memeriksa ibu tersebut."Alhamdulillah...tensinya normal."kata Kalisa.
Pramugari mendekati Kalisa dan memberikan air hangat yang di butuhkan."ini Bu bidan air hangat nya"kata pramugari tersebut.
"terima kasih... belum waktunya karena masih bukaan tujuh,kalau ada saya minta sarung tangan karet dan gunting yang tajam"kata Kalisa.
"oh...ada mba... sebentar saya siapkan"kata pramugari dan mengambil yang di minta.
Sementara itu ada seorang pramugari mendekati Kalisa"mba... suaminya lagi nungguin itu,coba di datangi saja"kata kepala pramugari.
"oh...iya ibu terima kasih,saya menjumpai suami dulu."kata Kalisa.
Di balik tirai pintu ternyata Reza yang lagi menunggui istri nya "eh...abang ngapain di sini?"tanya Kalisa.
"ya... mencari kamu lah... ngapain kamu di dalam?"tanya Reza.
"itu loh...ibu yang kita jumpai di bandara yang lagi hamil ternyata mau melahirkan bang, jadi aqu ikut bantuin"kata Kalisa menjelaskan.
"kamu bisa?"tanya Reza tak percaya
"ih...abang lupa? aqu siapa? insha Allah aqu bisa,lagian perjalanan kita sudah tanggung.tapi kalau lewat dua jam belum lahiran, mungkin akan transit di Jakarta"kata Kalisa.
"kamu sok tau?"kata Reza.
"ya... biasanya seperti itu karena ada kawan yang punya pengalaman seperti itu.jadi sekarang abang duduk ke tempat semula, kalau sudah selesai aqu akan kembali"jawab kalisa
"ya sudah...semoga lancar persalinan nya"kata Reza.
__ADS_1
"a...min..."kata Kalisa
Reza kembali ke tempat duduk semula, dan duduk di tempat Kalisa dekat jendela sambil melihat awan dan sayap pesawat.
Kalisa yang kembali memeriksa ibu yang mau melahirkan dan ternyata ibu tersebut sudah mulas."aduh... perut saya sakit seperti mau...aaa... sakit..."
"ibu...tenang ... sekarang...mengedan seperti mau B.A.B"kata Kalisa
"iya...iiiihhh..."kata ibu yang mau melahirkan.
Kalisa di bantu dengan kepala pramugari yang sudah senior."mba ada lagi yang di perlukan?"
"minta kain untuk bedong bayi sama mama ibu tersebut"perintah Kalisa.
Kepala perawat memerintahkan anak buahnya dan dia tetap mendampingi Kalisa.
"iya...ibu sedikit lagi...tarik napas...lalu tahan..."instruksi dari Kalisa.
Ibu tersebut mendengarkan apa yang di perintahkan oleh Kalisa.
Di dalam pesawat untuk melahirkan sangat lah jarang terjadi,tapi pernah juga terjadi."ayo mba... sedikit lagi... pasti bisa..."kata kepala perawat memberikan semangat pada ibu tersebut.
"owek...owek...owek..."
Terdengar suara tangisan bayi di dalam pesawat dan Kalisa dengan cepat menolong bayi yang baru di lahirkan tersebut.
"Alhamdulillah... sudah lahir..."kata kepala pramugari.
Setelah bayi di bersihkan dan di bedong lalu Kalisa membersihkan ibunya mengeluarkan ari bayi tersebut dan memasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah di siapkan.
Ibu bayi tersebut lemas karena baru melahirkan seorang bayi laki-laki."Alhamdulillah... bayi ibu laki laki, agama ibu apa?"tanya Kalisa.
"muslim mba.... kenapa?"
"berarti harus di azan-kan, apakah ada suami atau saudara laki-laki?"tanya Kalisa.
"enggak ada mba..."jawab ibu tersebut.
"oh... kalau begitu saya minta tolong salah seorang penumpang untuk mengazankan anak ibu ya..."kata Kalisa.
"boleh Bu bidan..."jawab ibu tersebut.
Kalisa keluar dan mencari keberadaan suaminya, sementara pramugari merapikan kembali tempat melahirkan dadakan yang di tolong Kalisa.
Sampai di dekat kursi mereka, di lihatnya Reza yang lagi melihat pemandangan luar."bang Reza... sini..."kata Kalisa memanggil suaminya dan tangannya melambaikan ke arah Reza.
Yang di panggil mendatangi Kalisa dengan penasaran."bagaimana? sudah lahirkan? tadi abang dengar suara bayi menangis."kata Reza
"Alhamdulillah... sudah lahir dengan selamat,tapi aqu minta tolong nih..."kata Kalisa.
__ADS_1
"apa itu?"
"minta tolong azan-kan anak itu, kasian ayahnya tidak ikut"kata Kalisa.
Reza melihat istrinya yang baru saja membantu melahirkan di dalam pesawat."mmmhhh... boleh...tapi setelah ini duduk dekat qu lagi"kata Reza
"ya tentu lah...masa jauh-jauh dari suami,bisa kangen aqu bang"kata Kalisa.
"sudah pintar kamu menggombal...mana bayinya? biar abang azan-kan"tanya Reza.
"ya sudah...kita ke dalam sana "ajak Kalisa.
Di dalam ruang VVIP , Reza melihat seorang ibu yang baru melahirkan dan tertidur dengan nyenyak dan di kursi sebelah yang sudah di kunci oleh pramugari."itu bayi nya "kata Kalisa sambil mengambil bayi tersebut
"tolong di azan-kan ya..."kata Kalisa menyerahkan bayi ke tangan suaminya.
Reza memegang bayi mungil dan tak berdosa itu, setelah di tangannya. bayi mungil tersebut di azan-kan oleh Reza.
Setelah mengazankan bayi tersebut , Reza mengembalikan pada Kalisa."terima kasih bang..."kata Kalisa.
"ya... setelah ini kamu kembali ke tempat duduk dan ganti baju ada di tas ransel abang"kata Reza.
"siap pak... laksanakan..."jawab Kalisa menirukan angkatan yang lagi melapor.
Bayi tersebut di serahkan pada ibunya yang lagi antara sadar dan tidak."ibu coba di stimulasi ke dada ibu supaya air susunya keluar"kata Kalisa.
"iya... terima kasih banyak Bu bidan,saya berhutang nyawa pada ibu"
"enggak ada yang punya hutang,kita hidup saling tolong menolong"jawab Kalisa sambil memegangi bayi tersebut untuk menstimulasi air susu ibu.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
boleh juga bunga mawar supaya mata lebih segar.
Kopi nya juga biar arthor tidak mengantuk.
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏