
Mendengar berita dari pak Dharma membuat Bu Ros antara yakin dan tak percaya"Apa???" kata Bu Ros.
Pak Dharma bingung mau menjelaskan dari mana karena melihat istrinya yang seperti tidak percaya."mama tenang dulu"kata pak Dharma
"bagaimana mau tenang, dari tadi mama juga sudah punya firasat yang tidak enak"jawab Bu Ros yang lagi histeris.
Sementara pak Dharma ganti pakaian hendak ke rumah sakit, Bu Ros hanya memperhatikan suaminya yang lagi ganti baju."mama enggak ikut"tanya pak Dharma
"ikut lah ayah"jawab Bu Ros
"kalau begitu sana ganti baju"perintah pak Dharma.
Bu Ros siap siap ganti baju pak Dharma mengetuk kamar Aldo untuk mengajaknya ke rumah sakit.
tok...
tok...
tok...
"Aldo...kamu sudah tidur?"pak Dharma memanggil putra nya. Tapi sepertinya Aldo sudah tidur tidak mendengar ketukan pintu pak Dharma. Yang bangun malah Kalisa dari kamar sebelah."ayah...ada apa?"tanya putri nya itu
"ayah dan mama mau ke rumah sakit"kata pak Dharma
"kok malam malam? siapa yang sakit ayah"tanya Kalisa.
"Dewi dan Reza kecelakaan sekarang di rumah sakit ruang IGD"kata pak Dharma
Kalisa mendengar kakaknya kecelakaan terkejut dan tidak percaya, seperti di sambar petir mendengar kabar tersebut."sudah jangan bengong, kalau mau ikut ganti baju sana. ayah buru buru ni...kasian mereka di sana"perintah pak Dharma.
"i...i..ya ayah tunggu Kalisa ganti baju dulu"jawab Kalisa
"ayah tunggu di depan sambil memanaskan mesin mobil"perintah ayah.
Pak Dharma ke depan samentara Kalisa kembali ke kamar hendak ganti pakaian. Bu Ros yang sudah siap ganti baju ke kamar Aldo lagi untuk membangun nya, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar. Mungkin baru pulang dari luar kota jadi dia kecapekan dan tertidur dengan pulas di dalam kamar nya sendiri yang nyaman.
Kalisa melihat Bu Ros langsung memeluk nya,
"mama... bagaimana keadaan kak Dewi"kata Kalisa.
"mama juga tidak tahu, tadi telepon nya hanya memberikan kabar saja dan di minta untuk ke sana"jawab Bu Ros.
Tin
tin
tin
Terdengar suara klakson mobil dari luar, pertanda jangan lama di dalam."ayo kita keluar, nanti ayah marah kalau dia lama menunggu"ajak Bu Ros.
Kedua ibu dan anak itu pun keluar dan mengunci pintu dan pagar dari luar"sudah di kunci semuanya Kalisa"tanya pak Dharma yang memang setiap hari kalau untuk urusan keamanan rumah selalu teliti sekali dan menurun ke anaknya Kalisa untuk selalu memeriksa semua jendela dan pintu apa bila sudah malam hendak tidur.
__ADS_1
"Sudah ayah, Kalisa kunci pintu dalam dan pagar"jawab anaknya pak Dharma.
"jangan lupa chat Aldo kalau kita ke rumah sakit melihat keadaan Dewi"perintah pak Dharma lagi.
"iya ini Kalisa ketik"jawab nya lagi.
Bu Ros hanya menangis mendengar kabar Dewi kecelakaan"bagaimana keadaan Dewi dan Reza? Dia lagi hamil besar, mama takut terjadi sesuatu dengan mereka. hiks...hiks... hiks..."Bu Ros berbicara sendiri.
"mama... jangan pikirkan yang kemana mana, do'akan saja kak Dewi dan kandungan baik saja serta bang Reza juga"kata Kalisa menenangkan mamanya yang dari tadi menangis.
"dari tadi waktu mau pulang perasaan mama enggak enak, aneh saja melihat nya"kata Bu Ros lagi.
"mama... tenang dulu, ayah lagi nyetir takut nya tidak konsentrasi. perasaan ayah juga lagi campur aduk mendengar kabar Dewi"kata pak Dharma.
Kalisa mendengar perkataan ayahnya jadi melihat dan memeluk mamanya"sssstttt...mama tenang saja, banyak baca shalawat nabi"kata Kalisa.
Bu Ros yang mendengar perkataan suaminya jadi diam karena ini juga lagi di jalan, dan sedikit tentang mendengar perkataan Kalisa.
Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah sakit yang menelpon pak Dharma tadi. Mereka langsung ke ruang IGD dan menanyakan keadaan Dewi dan Reza pada perawat yang jaga malam itu."suster...apakah ada korban kecelakaan di jalan ring road di bawa ke mari?"tanya pak Dharma
"ada pak, atas nama siapa ?"jawab perawat tadi
"Dewi dan Reza"jawab pak Dharma
"oh...ada, Bu Dewi masih di dalam menunggu pihak keluarga karena mau operasi Caesar"jawab perawat.
Mendengar penjelasan perawat Bu Ros dan Kalisa masuk ke dalam ruangan IGD, sementara pak Dharma masih di depan menanyakan keadaan menantunya.
"keadaan Reza bagaimana?tanya pak Dharma lagi.
"Ruangan ICU dimana"tanya pak Dharma
"di sana pak"perawat menunjuk kan arah ruangan yang mau di kunjungi pak Dharma.
"pak sebelumnya mohon selesai kan administrasi dan dokumen yang di perlukan"kata perawat lagi.
"oke saya menyelesaikan administrasi dan dokumen baru ke ICU" jawab pak Dharma.
Kalisa dan Bu Ros melihat keadaan Dewi yang tertidur."ya... Allah nak, yang kuat kamu"kata Bu Ros mendekati putri nya.
Dewi yang seperti mendengar suara mamanya terjaga."mama...mama..."kata Dewi melihat mamanya dan Kalisa.
"kakak... bagaimana keadaan kakak dan kandungan nya"Kalisa mendekati Dewi juga
"insha Allah tidak apa-apa,ini mau di operasi Caesar kata dokter"jawab Dewi
"ayah lagi di depan mungkin menyelesaikan semua administrasi"kata Kalisa.
"mama...Kalisa... misalnya terjadi sesuatu sama Dewi, titip anak dan mas Reza ya..."kata Dewi.
"maksudnya apa? kamu enggak boleh bicara seperti itu"kata Bu Ros pada putrinya"
__ADS_1
"ini pembicaraan kita di rekam di HP Dewi"
kata Dewi sambil menangis.
"Kalau terjadi sesuatu dengan Dewi, Titip anak Kakak dan mas Reza pada Kalisa"kata Dewi
Kalisa mendengar perkataan kakaknya tak percaya dan memeluk Dewi"kakak tidak boleh bicara seperti itu, hiks .. hiks..."jawab Kalisa
"Bisa kan?"tanya Dewi
"Kalisa jawab saja, kakak mu mau masuk ruangan operasi. kita do'akan kakak sehat dan selamat"kata Bu Ros yang juga menangis dari tadi
Karena Dewi yang mau memasuki ruangan operasi akhirnya Kalisa menjawab pertanyaan kakak nya itu."iya kak"jawab Kalisa sambil mengangguk.
"tolong jaga mereka berdua, anak kakak dan mas Reza kakak titipkan dengan mu Kalisa. Sayangilah mereka"kata Dewi lagi sambil menangis dan memeluk Kalisa.
"iya kak..."jawab Kalisa sambil mengangguk
Bu Ros yang melihat ke dua anaknya berpelukan ikut juga memeluk mereka, sehingga mereka bertiga berpelukan."tapi kamu janji harus sehat setelah operasi"kata Bu Ros.
"iya ma... do'akan yang terbaik ma..."jawab Dewi
Ternyata pak Dharma juga sudah dari tadi di ruangan IGD mau melihat kondisi anaknya tapi seperti ada pembicaraan serius pak Dharma menunggu di sebelah sambil mendengarkan pembicaraan mereka, setelah selesai dan mereka berpelukan baru lah pak Dharma masuk ke dalam.
"Bagaimana keadaan mu nak?"tanya pak Dharma pada Dewi
"Do'akan Dewi sehat ya ayah...ini mau operasi Caesar"jawab putri nya.
"iya...ayah do'akan"jawab pak Dharma sambil memeluk putrinya.
"Saudara Dewi kita siap siap, dokter sudah datang"kata perawat.
"baik dokter"jawab Dewi.
"tolong do'akan Dewi"
"iya...kita di sini menunggu berjalan nya operasi dan di do'akan operasi berjalan dengan lancar. ibu dan anak selamat"kata pak Dharma.
T.B.C
******
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏