
Reza dan Kalisa menunggu iwan yang lagi menjemput istri di tempat salon, tapi yang di tunggu tak juga datang sehingga makanan yang di pesan habis."sudah 30 menit kita menunggu tapi dari tadi enggak ada"kata Kalisa.
"sabar aja...15 menit kita tunggu, kalau belum datang juga kita keluar aja"jawab Reza.
menunggu adalah kegiatan yang membosankan, apa lagi tadi mereka mau mencari baju untuk salsa dan tentunya Reza yang juga mau membelikan baju seragam untuk Kalisa yang di pakai saat malam hari.
Akhirnya yang di tunggu datang juga, iwan membawa istri dari nyalon."Alhamdulillah... kalian masih menunggu kami, perkenalkan ini istri qu Indah"Iwan memperkenalkan pada orang yang menunggu mereka.
"saya Kalisa dan ini bang Reza suami saya, wah... istri bang iwan ternyata cantik"kata Kalisa dan kalau di lihat memang cantik apa lagi dari salon.
"pasti lah cantik, apa lagi baru keluar dari salon"iwan menjelaskan.
"saya indah istri bang iwan, ini yang Bu bidan kemarin yang jadi bidan PTT di kampung kami"kata indah.
"iya...kak itu saya, namanya secantik orang nya. bang iwan beruntung mendapatkan kak indah"kata Kalisa.
"ih...kamu bisa aja"jawab indah dengan wajah merah merona.
Ternyata iwan memesan camilan lagi karena di lihatnya makanan yang ada di meja sudah habis."kita makan aja lagi, kelamaan menunggu sang putri"kata iwan sambil melihat istrinya dan kembali memesan makanan untuk di makan serta mengajak Reza yang lagi bersama salsa.
"aduh...bang iwan...aqu cantik juga untuk suami, lagian mumpung lagi ke kota, jadi sekalian aja"kata indah.
Kalisa yang melihat interaksi antara suami istri itu hanya tersenyum, sementara indah duduk dekat Kalisa."Bu bidan sudah punya anak atau...?"kata indah tidak melanjutkan perkataannya.
"iya kak, ini anak saya"
"lho...kok bisa? setahu saya Bu bidan baru beberapa bulan aja kembali ke kota, masa sudah punya anak? aduh jangan buat saya berpikir yang enggak enggak",kata indah yang berargumen sendiri.
"ini anak kakak saya, tapi dia sudah meninggal.jadi sekarang bersama saya"jawab Kalisa.
"aduh...maaf maaf...saya enggak tahu"kata indah yang merasa bersalah dengan perkataan nya.
"enggak apa apa kok kak,wajar kalau berpikir seperti itu.seandainya kalau aqu di posisi seperti kakak, pasti sama pemikiran kita"jawab Kalisa.
Indah tidak banyak berkomentar tentang anak yang bernama Kalisa tapi dia bertanya tentang suaminya"Kalisa...kamu tahu atau tidak kalau bang iwan memang sangat sayang dengan mu"kata indah.
"maaf...kak... waktu di sana kami hanya seperti teman biasa saja, enggak lebih"jawab Kalisa.
"kalau itu aqu enggak masalah, lagian itu dulu... sekarang kamu juga enggak dekat sama kami, mungkin kalau kita tinggal dalam satu kota, aduh... enggak bisa di bayangkan"kata indah.
Kalisa dan indah yang lagi duduk berdua, seperti orang yang sudah pernah jumpa, mereka ngomong nya nyambung satu dan lainnya."kakak jangan khawatir lagian aqu sudah nikah dengan Reza"kata Kalisa
__ADS_1
"itu yang di gendong suami mu itu anaknya?"tanya indah untuk memastikan.
"iya kak, aqu menggantikan posisi almarhumah kakak. Lagian kalau bang Reza menikah dengan orang lain, kasian dengan salsa"jawab Kalisa.
Mendengar jawaban dari Kalisa yang ternyata menggantikan posisi membuat indah sedikit terkejut karena memang tidak sampai ke situ pikiran nya."berarti kalian masih tahap mengenal satu dan lainnya, itu sama yang sekarang aqu hadapi. Tapi aqu dan bang iwan berusaha untuk terbuka,. saling percaya."kata indah.
Indah melihat dari jauh Reza yang lagi menggendong Salsa"seperti nya suami mu itu orang nya baik, sayang dengan anak. Kamu beruntung mendapatkan dia"kata indah yang ngomong sambil melihat Reza dan Kalisa.
Reza yang dari jauh merasa seperti ada yang memperhatikan jadi merasa sedikit canggung.
Tapi perempuan yang baru kenal ini seperti orang yang sudah lama kenal."Alhamdulillah... kalau penilaian kakak seperti itu"kata Kalisa
"lho...apa kamu tidak bisa menilai suami sendiri? sudah berapa lama kalian menikah?"tanya indah.
"kami baru tiga hari menikah, masih saling mengenal kak"jawab Kalisa.
"oh.... baru tiga hari, pantesan masih kelihatan canggung"
"kakak sudah berapa lama?"tanya Kalisa balik
"aduh...sama masih seumur jagung, masih satu bulan. Tapi karena bang iwan itu banyak omongan dan tak canggung jadi seperti mengenal lama, padahal banyak yang aqu belum mengerti tentang nya, wkwkwkwk"jawab indah
"biasa lah bang, namanya juga perempuan banyak hal yang bisa kami bahas. bukan begitu Bu bidan ?"jawab indah.
"ya... begitu lah..."jawab Kalisa.
"oh... begitu... sekarang ayo kita makan, dari tadi nyalon tidak lapar?"tanya iwan pada istrinya.
"tau aja abang kalau aqu sudah lapar, suami yang siaga"kata indah.
"macam hamil aja kau indah"kata iwan.
"lho ..apa hubungannya dengan hamil?"
"itu siaga seperti di iklan aja siap antar jaga"jawab iwan.
"oh...itu...kan keren punya suami siap antar jaga, walaupun tidak hamil. ya sudah lah...sini makanan nya aqu sudah lapar"kata indah.
Iwan mendekati istrinya dan membawa makanan yang dia beli tadi."ini... permaisuri qu... makan yang banyak, biar kuat nanti malam"kata iwan.
Indah melotot melihat suaminya karena biar kuat"abang...itu enggak boleh di bicarakan, rahasia perusahaan"kata indah.
__ADS_1
"aduh... permaisuri qu, mereka juga pengantin baru. pasti sudah mengerti itu"kata iwan pada istrinya.
Kalisa dan Reza saling pandang, yang membuat iwan curiga"jangan bilang kalau kalian belum MP? atau karena ada baby jadi gagal terus?"kata iwan.
"ups....itu rahasia bang, hanya kami berdua yang tau"jawab Kalisa dengan melihat Reza.
"bang iwan... tenang saja, enggak perlu di ceritakan"jawab Reza.
"iya ini... jangan tanya itu, masih banyak yang mau di tanyakan"kata indah yang lagi sambil memakan hidangan yang depan mata.
Dua pasang pengantin baru itu pun akhirnya makan bersama, mereka ngobrol sampai malam hari. "sudah malam...kami mau pulang dulu, malam ini nginap di rumah kami saja bang iwan"ajak Kalisa.
"aduh...telat tawaran nya karena kami sudah pesan hotel,"jawab iwan.
"ya sudah... sebelum pulang, singgah lah ke rumah kak"ajak Kalisa.
"ya...insha Allah karena besok kami ada acara sama bapak lalu lanjut pulang"jawab indah.
Mereka pun saling berpamitan, dan berpisah di tempat makan lalu jalan ke tujuan masing masing,tapi sebelum berpisah Iwan mendekati Reza dan berpesan"Rendi...eh maaf...Reza... jangan kau permainkan Kalisa karena dia sudah qu anggap adik sendiri, kalau qu dengar kau menyakiti nya.qu kejar kau kemanapun"kata iwan.
"iya...bang..."jawab Reza sambil menelan slavina-nya.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1