Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.117


__ADS_3

Selama dalam perjalanan menuju tempat dokter, Anita merasa kesakitan. Semua cara biar nyaman di lakukan nya,dari meluruskan kaki sampai berbaring. Tapi tidak ada posisi nyaman, jadi dia dengan pasrah duduk bersandar."mungkin ini lah perjuangan seorang ibu untuk melahirkan, selama ini aqu hanya membantu orang yang melahirkan. Saat ini lah bisa qu rasakan sakit yang luar biasa"kata Anita dalam hati.


Kalisa yang duduk di depan tidak mau banyak bertanya, karena dari awal dia enggak mau terlalu akrab dengan Anita. Menolong Anita ke tempat dokter praktek adalah sebagai rasa kemanusiaan saja.


Akhirnya sampai juga mereka ke tempat praktek dokter Lukman, tidak begitu besar tapi ada beberapa kamar untuk orang yang melahirkan normal di sana. Kalau ada pasien yang akhirnya di operasi, biasanya di bawa ke rumah sakit swasta yang dia masuki.


Reza memarkirkan mobilnya, sementara Rendi yang di belakang juga sudah sampai.


"Alhamdulillah... akhirnya kita sampai"kata Reza.


Rendi yang sudah memarkirkan sepeda motornya pun mendekati mobil, dan membuka pintu mobil.


Tapi ternyata Rendi salah buka, yang dia buka pintu yang Kalisa duduki.


"Astaghfirullah hal'azim... Kenapa kamu buka pintu di tempat qu, istri mu duduk di belakang "kata Kalisa pada Rendi yang membuka pintu mobil nya.


"maaf...aqu panik jadi enggak fokus "kata Rendi memberikan alasan.


Anita yang melihat tingkah Rendi merasa kesal, marah dan kecewa. Tapi dalam keadaan seperti ini dia tidak bisa untuk menyampaikan itu semua, sekarang dia menahan sakit yang tidak bisa di katakan.


"Rendi... apakah hati mu sebenarnya masih untuk Kalisa?"kata Anita dalam hati.


Rendi pun ke pintu mobil belakang untuk membuka pintu."sini Anita...ayo kita ke dalam "kata Rendi.


"ambil kursi roda aja, dia sudah susah untuk jalan "kata Reza.


Mengambil kursi roda dengan anjuran Reza,


yang ternyata memang ada di sana. Kalisa tidak ikut menanggapi,dia melihat Reza keluar mobil maka dia pun mengikuti.


Setelah kursi roda datang maka Rendi membawa Anita ke dalam praktek, dan tinggal Kalisa dan Reza yang masih di mobil.


"Kalisa...kamu enggak melihat temanmu?"tanya Reza.


"sudah sampai, kita pulang saja"kata Kalisa.


"kok gitu? "tanya Reza.


Kalisa tidak menjawab tapi keluar dari mobil dan di ikuti oleh Reza."bang jalannya barengan aja"ajak Kalisa.


"iya..."jawab Reza dengan melangkah cepat sehingga mereka jadi jalan bersama.


Di tempat pemeriksaan dengan bidan Anita di periksa, sedangkan Rendi menunggu di luar.


"kami permisi duluan pak"kata Reza.


"terima kasih pak sudah mengantar kami ke sini"jawab Rendi


"semoga lahirannya cepat dan selamat untuk anak dan mamanya"kata Kalisa.


"a...min..."jawab Rendi.


Maka sepasang suami istri itu pun akhirnya pergi meninggalkan Rendi dan Anita.

__ADS_1


Dalam perjalanan mau pulang ke rumah,


Kalisa hanya diam saja. Reza yang melihat istrinya hanya diam jadi penuh tanda tanya.


"kamu kenapa? kok diam saja?"tanya Reza


"ngantuk bang"jawab Kalisa dengan alasan itu agar tidak banyak pertanyaan dan dia pun berpura pura tidur.


Dalam perjalanan sepanjang jalan Kalisa berpura tidur dan tak terasa sampai di rumah Bu Ros."Kalisa... bangun...kita sudah sampai..."Reza membangunkan istrinya yang lama lama tertidur juga.


"mmmhhh... sudah di mana?"tanya Kalisa.


"di depan rumah mama"jawab Reza.


"Astaghfirullah hal'azim...aqu berapa lama ketiduran?"tanya Kalisa


"selama perjalanan"jawab Reza.


Mereka berdua pun turun dari mobil dan mencari keberadaan Salsa.


"Assalamualaikum..."kata Kalisa.


"Wa'alaikum salam..."jawab Bu Ros mendatangi Kalisa yang dari tadi dia tunggu.


"kamu kemana? kenapa lama sekali pulang?"tanya Bu Ros.


"maaf ma... tadi aqu jumpa teman yang mau melahirkan, jadi kami antarkan sampai ke praktek dokter langganan nya"jawab Kalisa.


"oh...siapa yang kamu jumpa?"tanya Bu Ros.


"teman kerja ma... kalau enggak percaya tanya bang Reza. mana Salsa? aqu sudah rindu"kata Kalisa


"ada di dalam kamar,tapi ingat kalau kamu harus mandi dulu dan ganti baju yang lain"kata Bu Ros.


"oke mama..."jawab Kalisa sambil ke dalam kamar.


Bu Ros yang memang masih penasaran jadi dia mendatangi menantunya mencari informasi."Reza...apa betul yang di katakan Kalisa?"tanya Bu Ros.


"iya ma...tadi memang kami jumpa dengan teman kerja Kalisa yang lagi hamil tua"jawab Reza.


"oh... seperti itu, jadi temannya itu mau lahiran?"tanya Bu Ros.


"iya...ma...si Anita itu mau melahirkan "jawab Reza


"Anita... seperti temannya waktu sekolah kebidanan dulu "kata Bu Ros.


Reza yang penasaran menanyakan pada mama mertua."ada teman Kalisa waktu sekolah kebidanan namanya Anita?"tanya Reza.


"ada lah...si Anita itu yang akhirnya menikah dengan pacarnya yang namanya Rendi. Mama dari dulu juga sudah enggak suka dengan si Rendi, syukur lah mereka tidak berjodoh "kata Bu Ros.


Deg...deg...deg...


Rasanya jantung Reza berdebar mendengar nama Anita dan Rendi versi dari mama mertua."apakah Anita dan Rendi yang tadi yang di maksud oleh mama?"kata Reza dalam hati sambil berpikir.

__ADS_1


"aqu... enggak boleh mengambil kesimpulan dulu, harus di selidiki terlebih dahulu."kata Reza dalam hati.


Reza melihat ke arah jam dinding yang ternyata sudah jam empat sore, dan Bu Ros pun melihat menantunya.


"Reza...kamu mau kemana? "tanya Bu Ros


"mau ke kantor ma..."jawab Reza.


"enggak usah... sudah sore, nanti mama yang mempermisikan dengan ayah kamu"kata Bu Ros


"ya ma... terima kasih "jawab Reza.


Bu Ros yang sebenarnya mau menanyakan sesuatu pada Reza karena keluhan suaminya pak Dharma menelpon dan menanyakan apakah Reza ada di sana? karena semalam dan hari ini Reza enggak masuk kerja.


"Reza...ada yang mau mama tanyakan,kita ngobrol di depan saja"ajak Bu Ros agar Kalisa tidak mendengarkan.


"baik ma..."jawab Reza sambil keluar.


Di teras rumah mereka pun ngobrol tanpa sepengetahuan Kalisa dan dia juga tidak akan mendengar nya.


"Reza...tadi ayah cerita kalau kamu dua hari ini tidak masuk kerja setelah jam istirahat"kata Bu Ros.


"mmmhhh...iya ma... karena Reza merasa kalau Kalisa belum nyaman di tempat kerjanya, bukan karena di bully oleh rekan kerjanya"Reza menjelaskan.


"jadi kenapa kamu merasa seperti itu?"kata Bu Ros.


"Reza merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Kalisa,tapi Reza belum mendapatkan jawaban nya."kata Reza.


"oh... seperti itu, nanti mama coba cari tau pada Kalisa"kata Bu Ros.


"ma .. kalau bisa Kalisa jangan tau kalau Reza lagi menyelidiki nya"kata Reza.


"ya sudah... nanti mama bantu kamu."kata Bu Ros.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


Bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat...


dan


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏☝️


__ADS_2