Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.95


__ADS_3

Nindy yang bertemu dengan Aldo hanya mengambil brosur saja...dia tidak mau mendengar penjelasan dari Aldo selaku bagian marketing.


Tak berapa lama Reza masuk dan mereka jumpa di bagian depan kantor."Reza...tadi ada orang mencari mu..."kata Aldo.


"oh...iya...bang..."jawab Reza yang tidak begitu tertarik.


"iya... namanya Nindy... katanya teman mu"kata Aldo.


"oh...dia mau cari rumah itu bang, sudah abang tawarkan...?"tanya Reza dengan wajah datar.


Aldo melihat ke arah Reza yang seperti tidak begitu tertarik hanya cuek saja, maka dia pun bicara biasa saja."sudah...tapi dia ambil brosur saja langsung pergi"jawab Aldo


"ya sudah... kalau tertarik pasti dia akan datang lagi...aqu mau ke lantai atas, sama kita?"tanya Reza.


"ya sudah...aqu juga mau ke atas "jawab Aldo.


Mereka berdua pun ke atas menggunakan lift khusus untuk pak Dharma beserta keluarga.


Di dalam lift Reza menanyakan tentang rencana pertama dengan anak pak RT kenapa gagal.


"bang...aqu boleh nanya...?"kata Reza.


"kamu mau tanya apa..? masa formil begini..."jawab Aldo.


"kenapa bisa gagal rencana dengan anak pak RT?"tanya Reza.


"Kalisa enggak cerita...?"kata Aldo


"ada sih...tapi aqu kemarin enggak konsentrasi saat Kalisa cerita, karena banyak pekerjaan yang menumpuk dan harus cepat siap"kata Reza.


Dengan sedikit seperti beban akhirnya Aldo menceritakan pada Reza adik iparnya.


"kemarin mama dan Kalisa ke rumah pak RT, tapi kesimpulan yang di buat mama dan Kalisa kalau anak pak RT sudah ada calon"kata Aldo


"apakah mama dan Kalisa bertemu dengan anak tersebut?"tanya Reza


"seperti nya enggak jumpa, itu lah kesimpulan dari mereka"kata aldo


"oh... seperti itu ya... sebaiknya nanti aqu turun tangan, menanyakan pada pak RT langsung"kata Reza.


"terserah kamu saja...aqu enggak masalah kok, tapi belakangan ini mama selalu heboh mencarikan aqu istri"kata Aldo.


bagaimana lagi bang... namanya umur sudah kepala tiga,wajar saja kalau mama seperti itu"kata Reza


Mereka pun sampai di lantai atas tujuan mereka."sudah sampai kita, aqu langsung ke ruangan ya bang..."kata Reza.


"silahkan...aqu mau ke ruangan ayah dulu, ada yang mau di bahas tentang meeting hari ini"jawab Aldo.


Di dalam ruangan pak Dharma...Aldo tidak menemukan ayahnya, jadi Aldo duduk di kursi tamu yang ada di sana."ayah kemana ya..."kata Aldo dalam hati lalu membuka what's up yang belum dia baca.

__ADS_1


Melihat satu persatu what's up, ternyata ada masuk pesan dari nomor baru tapi sudah tersimpan. maka di buka nya what's up tersebut, betapa kagetnya Aldo karena yang chat terlebih dahulu adalah dirinya.


"pasti ini ulah mama, dari tadi hanya dia yang pegang hp qu"kata Aldo dalam hati.


Aldo melihat what's up itu dari awal perkenalan."aduh...mama buat malu aqu saja"kata Aldo dalam hati sambil tersenyum membaca pesan chat tersebut.


"aduh mama... agresif sekali chatting nya, dan ngajak ketemuan hari ini pula... untung pada saat sore hari, jadi bisa bagi waktu" kata Aldo.


Tiba tiba ada seseorang yang memukul pundak Aldo."kamu ini... senyum dan tertawa sendiri, ada apa...?"ternyata pak Dharma yang menegur dan membuat Aldo yang langsung menutup pintu mobil.


"coba cari informasi"kata pak Dharma.


"iya... ayah..."kata Aldo.


Pak Dharma melihat anaknya yang lagi sibuk dengan HP, dia menggelengkan kepalanya melihat Aldo.


"kamu mau ngapain Aldo?"tanya pak Dharma.


"oh... lagi menunggu ayah... jadi Aldo duduk di sini"jawab Aldo.


"oh...apa yang mau di bicarakan?"tanya pak Dharma


"itu ayah... tentang meeting hari ini...Aldo ikut kan?"tanya Aldo.


Pak Dharma yang baru sadar dengan meeting hari ini."Astaghfirullah hal'azim...kok ayah lupa...ayo sekarang kita bergerak menuju lokasi"kata pak Dharma pada anaknya Aldo.


"ada sama sekertaris dan panggil Reza karena dia juga ikut"perintah pak Dharma.


Aldo yang seperti kalang kabut dengan perintah ayahnya, namanya di kantor tidak boleh protes karena pak Dharma adalah bis di kantor tempat Aldo kerja.


Untung saja sekertaris sudah menyiapkan semua berkas dan plasdisk untuk materi meeting, setelah ke sekertaris maka Aldo ke ruangan Reza."tolong kamu kirim pdf nya ke HP saya,biar di mobil nanti saya pelajari"kata Aldo pada sekertaris.


"baik pak... segera saya akan kirimkan"jawab sekertaris.


"Assalamualaikum...Reza...ayo cepat siap siap kita ke luar dengan ayah sekarang!"kata Aldo masuk ruangan tergesa gesa mengajak adik iparnya untuk keluar.


Reza yang melihat Aldo masuk yang langsung ngomong tanpa ada spasi jadi bengong."kamu kok bengong begitu? pasti Kalisa enggak beri vitamin untuk mu tadi malam"kata Aldo.


"Abang tadi ngomong apa?"tanya Reza


"kan...enggak nyambung...ayo kita ikut meeting dengan ayah sekarang, sudah... sekarang siap siap"kata Aldo.


"i...ya...bang,kok enggak ada pemberitahuan?"tanya Reza lagi


"ayah lupa...kita berangkat dalam satu mobil saja."kata Aldo


"oke bang..."jawab Reza.


"kamu lihat HP, materi meeting sudah di pdf kan. di mobil nanti kamu lihat biar enggak bingung saat meeting nanti"kata Aldo.

__ADS_1


"siip bang..."jawab Reza.


Ternyata pak Dharma sudah menunggu dua lelaki tersebut di dalam mobil bersama dengan sopir kantor."ada yang kita tunggu pak?"tanya driver.


"iya... sebentar lagi, Aldo dan Reza lagi otw ke mobil"jawab pak Dharma.


Tak berapa lama yang di tunggu pun sudah ada di samping mobil untuk masuk. Reza duduk di depan bersama supir sementara Aldo duduk di sebelah ayah nya.


"sudah enggak ada yang tinggal kan?"tanya pak Dharma


"sudah...tadi Aldo sudah minta dengan sekertaris ayah,dan dia sudah kirim juga pdf. jadi sambil menuju lokasi meeting aqu dan Reza bisa mempelajari nya"kata Aldo


"oh .. begitu, syukur lah kalau begitu.jadi kalian pelajari sekarang biar enggak bingung saat persentasi di depan."kata pak Dharma.


"iya... ayah"jawab Aldo.


"Reza...kamu juga lihat ya... nanti secara bergantian menjelaskan nya."perintah pak Dharma pada anak dan menantunya.


"baik ayah..."jawab Reza.


Tempat meeting yang di tuju sedikit jauh dari kantor, memakan waktu 30 menit. Sampai di lokasi ternyata mereka sudah di tunggu oleh pihak klien, tapi mereka hanya terlambat lima belas menit dari waktu yang di sepakati.


Sampai di sana mereka berjabat tangan dan saling berkenalan,tiba tiba ada seseorang yang memanggil.


"Reza...kamu kok ada di sini...?"


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like....like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote...vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2