
Terlihat orang yang memanggil tersebut membuat Kalisa sedih dan juga marah.", apa ?kenapa bisa berjumpa dengan dia di sini?"kata Kalisa dalam hati.
Seseorang yang memanggil "Kalisa"
Melihat orang yang memanggil namanya seperti ada rasa tidak percaya, jumpa dengan seseorang yang harus di hindari dan di lupakan karena akan mengulang rasa sakit hati.
Kalisa yang tidak peduli dengan orang yang memanggil nya itu, lalu Reza menemani Kalisa istrinya sampai ke bagian administrasi, karena bagian administrasi belum datang jadi mereka menunggu di depan kantor yang di tunggu.
Yang memanggil Kalisa tadi mengikuti mereka berdua dan menyapanya.
"Kalisa...apa kabar? mau ngapain kamu ke sini?"
Kalisa melihat perempuan di depan matanya yang hamil besar dan sepertinya mau melahirkan. Dengan malas akhirnya Kalisa menjelaskan kedatangan nya.
"aqu mau ke bagian administrasi, kamu apa kabar?"tanya Kalisa
"oh... sebentar lagi pasti datang bagian administrasi, Alhamdulillah aqu sehat"jawab teman Kalisa
Teman yang berjumpa dengan Kalisa itu adalah Anita...
Sahabat nya sekaligus orang yang telah menghancurkan hubungan Kalisa dengan pacarnya Rendi, sebagai perempuan normal pasti masih ada kesal di hati.
"mimpi apa aqu semalam? bisa berjumpa dengan Anita?"kata Kalisa dalam hati.
Karena Kalisa tidak mau merespon maka Anita bertanya lagi."urusan apa kamu ke sini Kalisa?"tanya Anita.
"bukan urusan mu.."jawab Kalisa.
Mendengar jawaban dari Kalisa yang tidak bersahabat maka Anita pun tidak melanjutkan pertanyaan lagi."ya sudah...aqu permisi dulu, tunggu saja di sini."kata Anita.
"mmmhhh..."jawab Kalisa tanpa melihat Anita sedikit pun.
Reza yang kasian dengan perempuan yang lagi hamil tua tersebut karena istrinya seperti nya tidak suka."terima kasih Bu..."kata Reza.
"iya...pak...sama sama"jawab Anita dan langsung meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
Setelah Anita pergi dan tidak terlihat lagi, karena penasaran maka Reza menanyakan pada istrinya siapa orang yang di jumpai mereka berdua.
"Kalisa... siapa perempuan yang lagi hamil itu?"tanya Reza.
"aduh bang... jangan tanya dulu dia itu siapa? ini masih pagi."jawab Kalisa dengan cemberut.
Reza melihat istrinya yang wajahnya memang lagi cemberut, karena ini adalah hari pertama Kalisa masuk di puskesmas ini."siapa perempuan tadi? selama kami menikah baru ini melihat Kalisa yang begitu kesal dengan orang lain"kata Reza dalam hati.
Kalisa yang masih kesal melihat ke arah suaminya yang juga melihat dirinya."ini hari pertama di sini, senyum Napa... sepertinya hari ini yang selama ini kamu tunggu"kata Reza.
Melihat suaminya yang masih menemani duduk di depan kantor administrasi puskesmas,Kalisa akhirnya luluh dan tersenyum melihat Reza.
__ADS_1
"nah... gitu kan manis, jadi nanti abang tinggalkan tidak ada rasa was-was"kata Reza.
"bang... maaf...aqu belum bisa menjelaskan siapa perempuan tadi, tapi yang jelas dia memang teman qu waktu di sekolah kebidanan"kata Kalisa menjelaskan.
"kamu jelaskan di rumah saja nanti..."jawab Reza
"iya bang..."jawab Kalisa.
Tenang rasa hati Kalisa karena Reza yang memberikan semangat dan sabar menghadapi nya, ada rasa haru perasaan Kalisa saat ini.
Perasaan Kalisa yang campur aduk karena apakah kesal berjumpa dengan Anita atau kah karena Reza yang bisa menenangkan nya."terima kasih bang"kata Kalisa sambil memeluk suaminya.
"menangis lah kalau itu membuat mu lega"kata Reza.
Mendengar perkataan suaminya membuat Kalisa jadi sedih dan menangis di dalam pelukan suaminya."huhuhu..."kata Kalisa tidak ada komentar dari mulut nya tapi hanya menangis.
"jangan lama menangis nya karena mulai banyak orang yang datang"kata Reza berbisik di telinga istrinya.
Kalisa melihat di sekeliling dan apa yang di katakan Reza memang betul adanya, karena malu maka di lepaskan nya pelukan hangat Reza dan lalu menghapus air mata di pipi."lap pakai tissue"kata Reza sambil memeriksa tas Kalisa karena biasanya ada tissue di dalam tas tersebut untuk jaga jaga kalau di perlukan untuk salsa.
Di dalam tas tersebut memang ready tissue maka Reza menyerahkan pada Kalisa."terima kasih bang"kata Kalisa pada Reza.
"ya...tapi nanti ada imbalan di rumah"jawab Reza.
"mmmhhh...abang apaan sih, mengambil kesempatan saja"kata Kalisa
Air mata di pipi sudah kering dan Kalisa mengulang make up agar tidak kelihatan baru menangis. Tiba tiba ada seseorang yang masuk ke ruangan yang mereka tunggu dari tadi.
Seorang perempuan yang sudah tidak muda lagi tapi masih semangat untuk bekerja. Ibu tersebut melihat ke arah Kalisa dan Reza,lalu dia menyapa mereka berdua.
"kalau boleh tau bapak dan ibu mau ngapain? periksa kandungan?"tanya ibu tersebut.
Kalisa dan Reza saling pandang karena di anggap mau periksa kandungan."maaf Bu..
kami menunggu bagian yang bertanggung jawab administrasi"kata Reza.
"saya yang bertanggung jawab di sini, kalau ada keperluan ayo masuk saja,biar kita bicarakan di dalam"kata ibu tersebut.
Karena di persilahkan untuk masuk maka Kalisa dan Reza mengikuti dari belakang ibu tersebut."silahkan duduk"perintah ibu tersebut.
Duduk di hadapan ibu tersebut karena sudah di persilahkan."ada yang bisa saya bantu?"tanya ibu bagian administrasi.
"saya Kalisa yang mulai hari ini bertugas di puskesmas ini"kata Kalisa
"oh...jadi ibu ini yang akan bertugas? syukurlah kalau ibu sudah datang, kebetulan sekali ada honorer yang sudah mau melahirkan"kata ibu tersebut.
Mendengar jawaban dari ibu tersebut Kalisa pun sedikit terkejut"pasti si Anita yang di maksud ibu tersebut"kata Kalisa dalam hati.
__ADS_1
Karena penasaran akhirnya Kalisa bertanya pada ibu tersebut.
"Bu... boleh saya bertanya?"kata Kalisa
"tentu saja boleh,mau tanya apa?"
Kalisa takut juga menanyakan karena baru hari ini bertugas tapi rasa penasarannya lebih kuat maka di tanyakan juga akhirnya.
"maksud ibu honorer yang mau melahirkan itu Anita?"kata Kalisa perlahan.
"lho...kamu kok tau? kenal dengan Anita?"kata Bu administrasi.
"saya kenal Bu , dia itu teman sekolah saya dulu"kata Kalisa.
"oh... seperti itu, boleh tunjukkan surat tugas di sini?"
Kalisa pun memeriksa dokumen yang memang sudah di persiapkan maka Reza pun membantu mencari administrasi di paper bag yang mereka bawa.
Karena sudah jumpa maka Kalisa menyerahkan dokumen atau berkas yang di minta ibu tersebut."ini Bu..."kata Kalisa.
Ibu tersebut mengambil dan memeriksa semua yang di perlukan lalu membaca secara perlahan. Karena memang sudah lengkap apa yang di perlukan, ibu itu melihat ke arah Kalisa dan juga melihat ke arah Reza.
"sudah lengkap semua... Selamat... Mulai hari ini kamu sudah bisa kerja di sini"kata Bu tersebut sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat.
"Alhamdulillah... terima kasih Bu..."jawab Kalisa menerima jabatan tangan ibu tersebut lalu melihat ke arah suaminya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat..
dan juga
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏