
Kalisa yang kesal dengan percakapan nya dengan Rendi padahal dia mau menyelesaikan cerita lama malah Rendi yang sepertinya mengalihkan yang lain.
"Rendi... mulai saat ini kita berteman saja, tidak ada dendam. Yang pasti memang kita tidak di takdirkan untuk berjodoh. Alhamdulillah...aqu juga sudah bahagia dengan bang Reza. Dan satu lagi, sayangilah Anita apa lagi sekarang sudah ada pengikat di antara kalian berdua."kata Kalisa panjang lebar.
Sementara Rendi hanya diam dan tidak bicara, sehingga Kalisa ingin cepat pergi dari sini."kalisa... apakah tidak ada kesempatan ke dua?"tanya Rendi.
"apa... sadar kamu...aqu sudah menikah dan hidup bahagia, tidak ada kesempatan ke dua. kita tidak berjodoh... ingat... jangan ganggu kebahagiaan qu...Permisi..."kata Kalisa tanpa melihat ke arah Rendi lalu mencari keberadaan Reza
Berjalan di seputaran klinik sambil menelpon tapi tidak menemukan Reza.
"kok enggak ada ya...coba qu lihat di mobil dulu,mana tau dia menunggu di sana"kata Kalisa dalam hati sambil berjalan menuju parkiran.
Sementara Reza yang memang menunggu di dalam mobil sambil mendengarkan musik sedikit kuat jadi tidak mendengar suara HP.
tok...tok...tok...
Pintu mobil di ketuk dari luar tapi belum terdengar oleh Reza.
Tok...tok...tok...
Pintu di ketuk lebih kuat oleh kalisa,dan akhirnya di dengar oleh Reza dan langsung membuka kaca jendela.
Kalisa yang sudah kesal, di lihat nya Reza yang santai dengan wajah yang cemberut.
"sudah siap ngobrol nya?"tanya Reza sambil membukakan pintu mobil dari dalam biar kalisa masuk.
Yang di tanya hanya diam lalu masuk mobil, setelah adem kalisa baru melihat ke arah Reza .
"jadi tadi Abang sudah lihat kalau aqu ngobrol dengan Rendi?"tanya Kalisa
"iya...tadi Abang sengaja tinggalkan biar kamu santai ngobrol nya"kata Reza.
"Santai apa nya...aqu enggak mau ngobrol dengan dia lagi"kata Kalisa kesal.
Melihat istrinya seperti lagi enggak hati dan mau marah saja,maka Reza pun menenangkan kalisa. Di pelukannya kalisa.
"ssssttt... kalau mau nangis...
silahkan... tapi... jangan marah malah..."kata Reza.
Kalisa yang memang kesal dan marah langsung menangis dan memeluk Reza.
"huhuhu.... kalau tidak karena Abang yang kasi saran ketemu dia,mana mungkin aqu mau... huhuhu..."kata Kalisa sambil menangis.
"ssssttt... sudah... sudah...abang enggak mau kamu larut berlebihan kasihan bayi kita di dalam kandungan mu"kata Reza mengingatkan.
"i...ya... maaf..."kata Kalisa.
Reza melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata di pipi istri dengan tissue."sudah ya... enggak boleh nangis, kalau sudah tenang baru kita jalan "kata Reza
Kalisa tidak menjawab,dia hanya diam saja.
__ADS_1
Setelah lima menit Reza menanyakan kembali pada istrinya."sudah tenang...biar jalan "kata Reza.
"sudah..."jawab kalisa singkat.
"kalau begitu kita jalan pulang tapi Abang lapar lagi,kita makan dulu bisa..."tanya Reza.
"aqu enggak lapar,abang aja yang makan"kata Kalisa
Mobil pun berjalan meninggalkan klinik melahirkan lalu menuju jalan pulang.
"jadi bagaimana? kita makan dulu ya..."kata Reza
"aqu enggak lapar, tapi lihat Abang makan aja"kata Kalisa.
"ya sudah...abang mau makan sate kacang bukan mau makan nasi, mau atau tidak?"tanya Reza.
Kalisa jadi berselera kalau makan sate, dia pikir mau makan nasi.
"kalau makan sate...aqu mau bang"kata Kalisa
"nah... gitu dong...kita jadi makan bersama,masa abang di lihatin makan"kata Reza.
"kirain Abang mau ngajak makan nasi, bisa eneg aqu nanti"kata Kalisa.
"ya sudah... duduk saja yang nyaman, kalau sudah sampai nanti abang kasi tau"kata Reza.
"mmmhhh..."jawab kalisa sambil duduk bersandar.
Walaupun masih sore tapi yang beli sate banyak yang anti.
"kalisa ..kita sudah sampai, ayo bangun..."kata Reza membangunkan istrinya yang tertidur di dalam mobil.
"mmmhhh...iya... sudah sampai ya..."kata Kalisa membuka mata.
Dia pun duduk tegak lalu melihat ke arah luar,
seperti tak percaya melihat banyak orang yang mengantri untuk beli sate.
"enggak salah bang...jam segini sudah banyak yang ngantri sate?"tanya Kalisa.
"sate di sini terkenal enak dan ramah di kantong, makanya banyak yang ngantri"kata Reza.
"kalau lama ngantri nya enggak jadi aja"kata Kalisa.
"ck...ayo lah...kita sudah sampai di sini"kata Reza
"pesan aja dulu bang...aqu takut mual kalau lama menunggu di dalam"kata Kalisa.
Melihat Kalisa yang sudah mulai enggak enak maka dia pun tidak berani mengajak istrinya untuk turun."ya sudah...kamu menunggu di sini saja,biar abang pesan dulu. kita pesan berapa?"tanya Reza
"enam bungkus saja, mana tau personel di rumah lengkap"kata Kalisa
__ADS_1
"oke ..abang keluar dulu, mobil kunci dari data"pesan Reza
"baiklah kalau begitu"kata Kalisa
Reza pun turun lalu memesan sate kepada pegawai yang ada di situ. Walaupun harus ngantri Reza enggak masalah demi sate kambing pilihan nya.
Karena masih lama dia pun kembali ke dalam mobil,mau melihat istrinya yang lagi hamil muda."mas... kalau sudah masak, tolong antar ke mobil itu ya .."kata Dafi pada penjual sate dan juga sudah dia bayar.
"baik pak..."jawab pegawai toko.
Sampai di depan pintu mobil Reza membuka pintu mobil yang ternyata tidak di kunci oleh Kalisa,lalu Reza langsung membuka pintu mobil tersebut.
"Astaghfirullah hal'azim...kalisa...kok enggak di kunci"kata Reza masuk ke dalam mobil.
Di dalam ternyata Kalisa masih tertidur.
"Alhamdulillah... untung tidak ada terjadi apa apa, aduh...buat orang galau aja"kata Reza dalam hati.
Akhirnya Reza pun masuk ke mobil dan menunggu pesanan sate yang sudah dia bayar. Sambil menunggu pesanan Reza menghidupkan lagu biar tidak bosan sambil membuka HP, sementara kalisa di sebelah sudah tertidur kembali.
Di lihatnya istrinya yang tertidur."Kalisa... seperti mimpi menikah dengan mu, karena menikah karena wasiat dan karena ada salsa"kata Reza dalam hati sambil melihat istrinya yang tidur.
"ya... Allah...semoga kami bisa jadi keluarga sakinah mawadah warahmah dan bisa menjaga amanah mu ya Allah..."kata Reza lagi dalam hati.
tok..tok...tok...
suara ketukan pintu mobil dan Reza melihat ada seorang membawakan pesanan nya, lalu di buka kaca mobil.
"pak...ini pesanan sate enam bungkus"kata pegawai pada Reza
"oh...iya... terima kasih"jawab Reza mengambil bungkusan tersebut.
Setelah pesanan selesai Reza pun langsung membawa mobil jalan menuju rumah mertua karena ada salsa di sana yang lagi menunggu ke dua orang tua nya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
komentar yang membangun
serta
vote ..vote...vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1