Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab 14


__ADS_3

Pak Dharma mengajak ke ruang tamu di temani Bu Ros dan Aldo. Reza sebenarnya bingung kok ayah mertuanya serius sekali dan mama mertua kelihatan sedih."Reza...ada yang mau bapak bicarakan"kata pak Dharma.


"mau bicara apa ayah?"tanya Reza.


"sebenarnya waktu kejadian tabrakan yang kalian alami,kamu langsung koma keadaan sedang kan Dewi baik baik saja dia sadar tapi harus operasi Caesar untuk melahirkan anaknya.dokter takut terjadi apa-apa ibu dan anaknya"kata pak Dharma.


"jadi ayah bagaimana keadaan Dewi?"tanya Reza.


"setelah lahiran Dewi juga masuk ruang ICU, sama seperti mu. Tapi..."pak Dharma menghentikan omongan nya.


Bu Ros langsung menangis"hiks... hiks.. hiks..."hanya itu yang keluar dari mulut Bu Ros.


"apa yang terjadi dengan Dewi? kenapa dari tadi dia tidak kelihatan ? apakah dia di kamar?atau masih di rumah sakit?"tanya Reza sambil melihat satu persatu orang yang ada di ruangan.


Suasana hening sejenak, tidak ada yang menjawab pertanyaan, hanya terdengar suara tangisan mama mertua nya. Akhirnya pak Dharma yang membuka suara.


"Setelah di ruang ICU,tak berapa lama Dewi meninggal"kata pak Dharma sambil menahan air mata.


Mendengar kabar yang di katakan pak Dharma seperti petir di siang hari, sulit di terima Reza. "apa? ayah bercanda-kan?"kata Reza sambil memegang bahu ayah mertua.


"ayah tidak berbohong Reza"kata pak Dharma


Reza lemas mendengar jawaban dari ayah mertua nya. Di tatapnya Aldo untuk memastikan berita yang dia dengar.


"Reza betul yang ayah katakan, kami juga sangat kehilangan dan seperti tak percaya. Tapi bagaimana lagi kita harus ikhlas"kata Aldo.


Reza hanya diam mendengar Aldo bicara dan beralih ke mama mertua nya untuk mendapatkan dukungan."Reza... mama juga masih sulit menerima kenyataan ini, dia putri mama. tapi bagaimana lagi, kita harus ikhlas"kata Bu Ros sambil menangis.


"malam ini kamu tidur bersama Aldo, tenangkan pikiran mu. ini HP Dewi dari kemarin sudah mati,kami tidak tau kata sandi nya. Mungkin kamu yang tau, ada pesan terakhir Dewi yang di rekam-nya sendiri kata suster rumah sakit" Pak Dharma memberikan HP Android punya istri nya ke Reza.


Reza hanya diam dan mengambil HP tersebut."ayah jadi selama ini siapa yang jaga salsa anak kami?"tanya Reza.


"Kalisa yang jaga, 24 jam bersama Kalisa. kalau malam Kalisa tidak tidur maka pagi salsa bersama mama, itupun hanya sebentar" Bu Ros yang jawab pertanyaan Reza.


"boleh bersama Reza sebentar? tadi tidak begitu jelas melihat nya"kata Reza.


"tentu saja boleh, kamu itu seperti siapa saja. Bagaimana pun kamu itu tetap menantu ayah"kata pak Dharma.

__ADS_1


Akhirnya Reza berdiri dan Bu Ros yang menemani masuk ke kamar."Kalisa... ngapain?salsa masih tidur"tanya Bu Ros sambil memasuki kamar yang di ikuti oleh Reza.


Ternyata Kalisa ketiduran dengan posisi Salsa di pangkuan yang tertidur juga."ternyata mereka lagi tidur Reza"kata Bu Ros


Tapi Bu Ros mengambil Salsa supaya tidur di tempat tidur dan membangunkan Kalisa untuk tidur berbaring."Kalisa tidur nya jangan duduk gitu, kalau tidur luruskan badan"kata Bu Ros


Tapi Reza mengambil Salsa dari tempat tidur dengan keadaan bayi lagi tidur lalu menggendong nya. Melihat bayi yang masih merah, Reza sedih... seperti dunia hancur."kenapa secepat itu mama-mu meninggalkan kita nak..."kata Reza sambil menggendong dengan air mata yang mau menetes, tapi di tahan-nya.


Sementara Kalisa terbangun dan mau mengganti dengan baju tidur, di lihat nya di sekeliling mencari keberadaan baby girl"ma... mana baby girl?"tanya Kalisa.


"jangan lagi panggil baby girl mulai sekarang panggil dia Salsa, Reza lagi menggendong-nya di luar"kata Bu Ros.


"oh... sudah ayah ceritakan keadaan sebenarnya?"tanya Kalisa.


"sudah...baru saja ayah mu cerita,makanya sekarang dia sedih dan menggendong anak nya"kata Bu Ros pada putrinya.


"pasti sedih la ma, kita aja masih berkabung, tidak percaya, seperti mimpi saja"kata Kalisa.


Di ruang keluarga Reza masih menggendong bayinya dengan perasaan yang sedih."hoek...hoek...hoek..."


suara tangisan bayi membuat Reza kebingungan menghadapi anak bayi yang menangis"sayang... sayang...cup..cup...cup...kenapa? ada yang sakit"kata Reza pada bayinya.


Mendengar tangisan bayi membuat Bu Ros dan Kalisa keluar kamar mencari keberadaan Baby girl."cucu nenek nangis kenapa ya?"kata Bu Ros sambil mendekati Reza.


"iya ma dia terbangun,kenapa ya?",tanya Reza pada mertua nya


"haus dia...dua jam yang lalu terakhir minum susu, Kalisa buatkan dulu"kata Kalisa lalu dia kembali ke kamar untuk membuat susu Salsa.


Tak berapa lama susu sudah siap untuk di berikan kepada Salsa."ini susu-nya bang"Kalisa menyerahkan susu pada Reza.


Susu di ambil dan lalu Reza memberikan susu pada Salsa, tapi bayi tersebut masih juga menangis membuat Kalisa tidak sabar melihat nya"sini sama aqu aja bang, mungkin Salsa tidak biasa seperti itu"kata Kalisa


"jadi bagaimana biasanya?"tanya Reza pada adik iparnya itu.


Kalisa mengambil Salsa dari gendongan ayah nya, lalu duduk di kursi memberikan susu sambil bersenandung."susunya di minum ya...anak Soleha..."kata Kalisa memberikan susu tersebut lalu menyanyikan sholat nabi.


"solatullah... solamullah...A'latoha... Rasulullah... solatullah... solamullah...A'layasin habibillah..." Kalisa bersenandung sambil memberikan susu pada Salsa, dan membuat salsa tertidur kembali.

__ADS_1


Reza hanya diam dan melihat interaksi antara Kalisa dan bayi Salsa. Karena bayi tersebut sudah tidur, Kalisa bangkit membawa Salsa ke dalam kamar."Ma...Kalisa masuk kamar dulu dengan salsa"kata Kalisa pada mamanya yang ada di ruangan tersebut.


"bawa lah sudah malam, enggak apa apa kan Reza?"tanya Bu Ros.


"i..ya..ma"jawab ayah nya Salsa.


Bu Ros pun masuk ke dalam kamar nya"kamu jangan lupa tidur di kamar Aldo saja"pesan Bu Ros meninggalkan menantunya itu.


Masuklah Kalisa dengan salsa ke kamar dan mengunci pintu kamar tapi lampu tidak di matikan karena untuk bayi yang baru lahir sebaiknya dalam keadaan terang.


Aldo yang dari kamar untuk memeriksa semua keadaan rumah melihat Reza di ruang tamu sendiri menghampiri nya."Reza ayo kita masuk kamar, sudah malam"ajak abang iparnya.


Reza hanya mengikuti jalan Aldo dari belakang untuk memasuki kamar."Reza...kamu masih belum mau tidur?"tanya Aldo


"belum bang..."jawab Reza.


Aldo mengambil sesuatu di dalam laci meja,


"ini charger HP, seperti nya pas dengan HP Dewi kemarin. Jadi kamu bisa buka HP nya mana tau ada pesan untuk mu, HP kamu kan hancur saat kejadian itu"kata Aldo.


Reza mengambil charger dan mencari colokan listrik untuk mengisi baterai HP yang di tangannya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote...vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2