
Setelah selesai semua Aldo membawa mobil kembali ke kantor, karena masih jam kantor.
"terima kasih ya... secepatnya saya akan kabari."kata Aisyah.
"enggak masalah... memang tugas saya sebagai seorang marketing... kalau ada waktu boleh kita jalan lagi."kata Aldo pada Aisyah.
"oh...iya... boleh, Assalamualaikum..."Aisyah membawa mobil keluar area kantor
"wa'alaikum salam..."jawab Aldo.
Aldo pun masuk ke dalam kantor dan langsung ke ruangan pak Dharma yang tadi pagi memanggil nya.
Masuk ke dalam yang ternyata pak Dharma ada di dalam sedang memeriksa berkas.
"Assalamualaikum..."
"wa'alaikum salam..."melihat ke arah sumber suara.
"sudah pulang kembali kamu ?"
"sudah ayah...maaf...tadi ada customer mencari rumah jadi Aldo temani."
Menutup berkas yang ada di tangan lalu melihat anak yang dari tadi di tunggu.
"sekarang jam berapa?"tanya pak Dharma
Melihat jam di tangan lalu menjawab pertanyaan ayah nya.
"jam dua lewat ayah... kenapa?"tanya Aldo
"lima belas menit lagi kita meeting yang tadi pagi tertunda, jadi kamu siap siap..."perintah pak Dharma
"jadi tadi pagi enggak jadi..."kata Aldo tak percaya.
"tadi ayah minta tunda...mana mungkin Reza yang handle, beberapa hari ini dia tidak masuk karena mengurus adik mu. Dari awal ayah sudah serahkan pada mu...jadi tanggung jawab sampai selesai, tidak ada alasan apapun."kata ayah.
Mendengar ceramah dan alasan yang tepat, Aldo tidak membantah... menelan Slavina melihat ayah yang lagi serius.
"baik...akan Aldo tanggung jawab proyek ini."jawab Aldo.
"bagus... memang harus bertanggung jawab dengan pekerjaan, sekarang kamu ajak juga Reza sebagai pendamping."kata ayah.
"baik...Aldo ke ruangan Reza sekarang."kata Aldo dan langsung keluar.
Masuk ke ruangan Reza yang lain lantai,jadi masuk lift menuju ruangan. Yang punya ruangan ternyata sudah bersiap mau ke luar ruangan.
"lho...bang... ngapain? bukannya kita mau meeting?"kata Reza.
__ADS_1
"ya memanggil mu...yuk ayah sudah menunggu."kata Reza.
Jalan berdua sambil bercerita tentang kejadian tadi pagi.
"tadi pagi ayah marah... katanya ini adalah proyek besar...kok enak sekali malah pergi."kata Reza.
"oh... begitu... sebenarnya aku keluar juga untuk proyek masa depan."kata Aldo
Reza yang tidak begitu mendengar apa yang Aldo bicarakan karena dia fokus dengan yang akan di laksanakan.
"kita langsung ke mobil saja bang...tadi ayah sudah what's up..."ajak Reza
Aldo mengikuti apa yang adik iparnya katakan dari pada bertanya yang tidak jelas dan akan memakan waktu untuk berdebat.
Sampai di mobil ternyata apa yang di katakan Reza benar sebab ayah sudah menunggu mereka di dalam mobil.
"Reza duduk di depan saja..."kata pak Dharma dan Aldo duduk di sebelah ayah tanpa di instruksikan.
Tempat meeting yang tidak begitu jauh,dalam waktu lima belas menit mereka sudah sampai duluan di bandingkan rekan bisnis. Ayah memang tidak mau terlambat untuk menjaga reputasi dan memang harus in time.
Biar lah dia menunggu dari pada orang yang menunggu.
Jam tiga lewat lima baru datang partner kerja sama , mereka ada tiga orang juga. Sampai di sana mereka saling bersalaman.
"selamat sore...maaf kami sedikit terlambat."kata partner kerja yang bersalaman dengan pak Dharma.
Mereka pun membahas tentang kerja sama proyek yang baru akan di mulai, Aldo yang bertanggung jawab atas proyek ini maka dia yang maju untuk persentase ke depan.
Aldo menjelaskan secara rinci tentang keuntungan yang akan di dapat, tantangan yang akan di hadapi. Sengaja Aldo lakukan untuk menjalin kerjasama yang baik ke dua belah pihak.
Tak terasa satu jam Aldo sudah persentase dan menjawab pertanyaan yang di utarakan kepada nya.
"sampai di sini persentase saya...apa bila ada pertanyaan atau ada rasa bimbang...bisa di bicarakan saat ini juga."kata Aldo dengan semangat
"seperti nya sudah pas dan kalau ada yang ragu akan kami tanyakan, jadi hasil hari ini akan kami bicarakan dengan bapak pimpinan."kata partner kerja.
Setelah selesai acara persentase maka mereka lanjutkan dengan acara makan bersama, mereka terserah mau pesan apa dan yang menanggung jawab adalah pak Dharma.
Setelah makan bersama pihak rekan kerja langsung permisi dan tinggal pak Dharma berserta anak dan menantu, karena sudah sore maka mereka makan sambil ngobrol bertiga.
"Aldo...ayah menyerahkan proyek ini pada mu dan di bantu oleh Reza, ayah tidak mau kamu terlalu lama di bagian marketing."kata pak Dharma
"iya ayah...tapi di sini Aldo masih mulai merintis karir,jadi di mulai dari nol... walaupun ini adalah perusahaan keluarga,tapi untuk kerjaan tidak ada namanya keluarga. sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang di pegang."kata Aldo.
Pak Dharma senang mendengar jawaban dari Aldo karena sudah kelihatan tanggung jawab yang di pegang nya.
"Alhamdulillah... ternyata kamu sudah dewasa dan bertanggung jawab, ayah doakan semoga kamu cepat dapat jodoh."kata pak Dharma
__ADS_1
"A...min..."jawab Aldo dengan cepat
"A...min...bang Aldo sudah enggak sabaran."kata Reza.
"pasti lah...kamu saja sudah dua kali...abang sampai sekarang juga belum."kata Aldo.
"kamu itu Aldo... kalau Reza lain kejadian nya, ya... sudah rezeki nya. Bagaimana dengan keadaan Kalisa?"tanya pak Dharma tentang putri nya.
"Alhamdulillah... sudah mulai sehat ayah..."jawab Reza.
"syukur lah...salsa bagaimana? mau dengan baby sitter nya?"tanya pak Dharma lagi.
"seperti nya dia ngerti keadaan mama nya, tapi saat bersama baby sitter Kalisa harus ada juga bersama nya."kata Reza menjelaskan.
Tak lama makanan pesanan mereka pun datang lalu mereka menyantap bersama. Sore hari memang jam tanggung, di bilang makan siang tapi sudah sore,dan kalau makan malam ternyata belum malam.
Tiga lelaki tersebut makan dengan lahap tapi pak Dharma seperti nya sengaja membatasi untuk makan karena faktor usia,dia tidak boleh makan terlalu kenyang.
Lebih baik makan sedikit tapi sering dari pada makan banyak tapi sudah lewat jam nya.
"ayah...ini masih banyak lho...kita makan bersama."kata Aldo.
"kalian saja yang masih muda, ayah tidak boleh terlalu kenyang."kata pak Dharma.
"oh...iya...Aldo lupa... jadi sekarang tinggal kita berdua za... jangan ada yang tersisa."kata Aldo.
"oke bang...kita sikat sampai habis semua."kata Reza sambil makan.
Pak Dharma senang melihat anak dan menantunya yang kompak,apa lagi sekarang mereka kerja di satu tempat, tidak boleh ada keributan dan saling sok berkuasa.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏