Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.85


__ADS_3

Siap makan dan sudah di bayar oleh Reza,maka mereka keluar dari rumah makan Padang ini Emi. Saat keluar pintu mereka jumpa dengan seorang yang Reza kenal.


"Reza...apa kabar?"tanya teman Reza.


"eh... Alhamdulillah... sehat,kamu dengan siapa Nindy?" tanya Reza berbasa basi.


"mau ambil pesanan qu, karena ada acara sedikit di rumah. Jadi untuk makan beratnya beli saja."kata Nindy.


"oh... seperti itu, kami sudah selesai jadi duluan ya..."kata Reza.


Nindy yang masih penasaran dengan teman SMA nya, dia berusaha menahan Reza dengan berbagai alasan."bentar dulu...aqu kemarin ke kantor mu, tapi kata staf mu lagi keluar kota?"tanya Nindy.


Reza yang melihat wajah Kalisa sudah mulai tak enak tapi juga sayang kalau di lewatkan karena Nindy mau beli satu atau dua unit perumahan mereka. Tapi di layani nya saja Nindy, urusan Kalisa bisa di atasi.


"iya...aqu baru pulang kemarin"jawab Reza.


Nindy sengaja masuk dengan memberi kode untuk ngobrol sebentar dengan nya tanpa dia peduli dengan Kalisa yang ada di samping Reza.


Karena Nindy ke dalam jadi Reza mengikuti nya dan memegang tangan istrinya agar masuk ke dalam rumah makan tersebut.


"Reza...aqu serius lah mau beli dua unit perumahan tapi yang gandeng, agar rumah nya besar"kata Nindy


"oh...ada... bagaimana kalau besok kita jumpa di kantor,biar aqu yang menunjukkan tempat dan apa saja fasilitas nya"kata Reza.


Nindy diam sejenak karena melihat Reza yang langsung to the points, jadi dia bingung mau mengarahkan kemana cerita lalu dia pun menyetujui saran dari Reza."oke lah kalau begitu, besok aqu datang ke kantor mu"kata Nindy.


"oke Nindy kami duluan ya...lagian sudah mau sore"kata Reza yang meninggalkan temannya itu tanpa di jawab.


Nindy hanya melihat dari belakang kepergian suami-istri tersebut. Di dalam mobil Kalisa hanya diam saja, tidak mau menanya atau bicara soal yang lain.


"Kalisa...kamu kenapa diam saja? kamu ngantuk lagi?"tanya Reza pada istrinya yang lagi manyun.


"mmmhhh..."jawab Kalisa


"jangan manyun gitu, nanti cepat tua"kata Reza


"biar aja...kan abang suka gitu, setelah itu bisa sama Nindy"kata Kalisa.


Reza tersenyum mendengar perkataan istrinya dan dia suka karena itu artinya Kalisa cemburu"yes...aqu suka itu..."kata Reza.


Kalisa semakin marah mendengar jawaban dari suaminya"oh... jadi abang senang? kalau aqu cepat tua?"kata Kalisa.


"bukan begitu...kamu salah paham,abang senang karena artinya kamu cemburu saat jumpa Nindy. Abang mau jumpa karena dia mau beli dua unit rumah di tempat kita,hanya itu lho... enggak lebih"kata Reza meyakinkan istrinya.


"ih...itu hanya alasan abang saja,awas ya kalau sempat khilaf"kata Kalisa.

__ADS_1


"khilaf itu hanya dengan mu dan saat berdua, kalau kita lagi di rumah melihat kamu seperti ini,abang pasti khilaf"kata Reza.


"cari alasan saja kan..."kata Kalisa padahal dalam hati dia senang mendengar perkataan dari suaminya."siapa juga mau cemburu dengan orang seperti itu,dia aja yang keganjenan "kata Kalisa dalam hati


Sampai di rumah Bu Ros yang ternyata sudah sore hari, jam menunjukkan pukul 17:30 'wib.


Mobil mereka masuk ke dalam rumah dan salsa sudah rapi dan wangi di pangkuan Bu Ros."lihat sayang.... siapa yang datang..."kata Bu Ros pada salsa yang di dengar Kalisa tentu nya.


"wih...anak mama sudah cantik ya...sini sama mama..."kata Kalisa mengambil salsa dari mamanya.


Bu Ros memberikan cucu nya pada anaknya yang dari tadi di tunggu."lama sekali kalian sampai,jadi kalau mau pulang habis magrib aja"kata Bu Ros masuk ke dalam rumah.


Kalisa dan Reza mengikuti Bu Ros dari belakang masuk ke dalam rumah."ayah mana ma..."tanya Kalisa.


"ada di kamar tadi dia pulang cepat mau jumpa kalian"jawab Bu Ros.


Kalisa langsung mencari keberadaan ayahnya, tapi di luar tidak ketemu,maka dia pun mencari ke kamar karena kata mamanya ada yang mau di bicarakan ayah nya


"tok...tok... tok..."


Kalisa mengetuk pintu kamar pak Dharma,tapi tidak ada jawaban.


"ayah...ayah... ayah..."


panggil Kalisa pak Dharma dari luar pintu kamar


"ih... tadi kata mama ada yang mau ayah bicarakan,makanya Kalisa jumpai ayah"kata Kalisa.


Pak Dharma melihat jam yang ternyata sudah mau masuk waktu magrib."setelah makan aja kita bicarakan kalau sekarang tanggung, sudah mau magrib"kata pak Dharma.


"ih... ayah... enggak bisa sekarang saja?"tanya Kalisa lagi.


"enggak... nanti saja...kamu itu sudah menikah jadi harus lebih banyak bersabar ya..."kata pak Dharma yang keluar kamar menjumpai Reza.


"ayah... sudah pulang kerja?"tanya Reza.


"iya...ini Kalisa enggak sabaran jadi orang, kamu harus ajarin dia"kata pak Dharma.


"iya... ayah... insha Allah"jawab Reza.


"itu karena sama ayah nya saja, kalau keadaan darurat dia sabar juga kok ayah"kata Bu Ros yang ada di situ juga.


Hari ini semua sudah pada ngumpul,tapi Aldo yang belum kelihatan batang hidungnya."ma...Aldo sudah pulang?"tanya pak Dharma pada istrinya.


"belum... sebentar lagi juga pulang, lagian semenjak kerja di perusahaan ayah dia tiap hari pulang ke rumah atau ke rumah Reza dan Kalisa"kata Bu Ros.

__ADS_1


Kalisa dan Reza saling pandang mendengar sering nginap di sana."masa sih ma..."kata Kalisa.


"iya... kunci rumah kalian kan ada satu dengan dia, katanya mau pdkt dengan anak pak RT, rumah nya balik dinding belakang rumah dengan kalian"kata Bu Ros menjelaskan panjang lebar.


"oh... ternyata bang Aldo serius dengan anak pak RT, pantesan kemarin dia minta oleh oleh untuk pak RT, trus dia yang mau mengantarkan"kata Kalisa.


Pak Dharma mendengarkan interaksi ibu dan anak itu."ya sudah... kalau begitu kamu kasi dukungan pada abang mu itu, dia sudah serius kerja jadi coba dukung dengan anak pak RT,mana tau jodoh"kata pak Dharma.


"iya... ayah... insha Allah kami dukung kok"kata Reza.


Bu Ros yang penasaran dengan tetangga Reza dan Kalisa,lalu dia berencana"mama besok mau ke rumah kalian,mau lihat tetangga kalian itu"kata Bu Ros.


"mama... tidak boleh seperti itu,biar anak anak saja yang turun duluan.kita hanya memantau dan memberi motivasi"kata pak Dharma


"Assalamualaikum..."


tiba tiba suara Aldo terdengar mengucapkan salam.


"wa'alaikum salam..."


semua orang yang di rumah menjawab dan saling pandang satu dan lainnya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar merah nya mana....


atau


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2