Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab 113


__ADS_3

Esok hari nya Kalisa kembali bekerja di puskesmas, seperti semalam juga kalau Reza mengantar ke tempat baru. Reza yang merasa belum nyaman untuk meninggalkan istrinya bekerja di tempat baru karena baru masuk saja dia semalam menangis.


Sebelum ke tempat kerja, seperti biasa juga kalau Salsa di titipkan di tempat pak Dharma.


Sampai di rumah orang tua Kalisa, ternyata Bu Ros sudah menunggu kedatangan cucu.


Karena dengan kehadiran Salsa rumah jadi kembali ramai.


"Assalamualaikum...nenek... kakek..."kata Kalisa menirukan suara anak bayi.


"Wa'alaikum salam... cucu nenek sudah datang, sekarang sama nenek ya...."kata Bu Ros mengambil dari tangan Kalisa.


Melihat anaknya yang sudah sibuk dan Reza membawakan perlengkapan salsa ke dalam rumah."Kalisa.... kalian sudah sarapan?"tanya Bu Ros.


"mmmhhh... belum sih...tapi kasian bang Reza nanti telat kalau sarapan dulu."jawab Kalisa.


"bagaimana sih kamu? ya sudah ambil di dalam pakai tempat bekal makan, jadi kamu berdua sarapan di mobil."kata Bu Ros


"oh...iya, betul juga apa yang di katakan mama... terima kasih atas ide brilian nya"kata Kalisa sambil mencium pipi mamanya.


Kalisa langsung berjalan cepat ke dapur untuk mengambil sarapan dia dan suaminya.


Reza yang berselisih dengan Kalisa bingung kenapa Kalisa masuk ke dalam lagi."mungkin Kalisa mau ke toilet "kata Reza dalam hati.


Di halaman depan masih ada Bu Ros yang menggendong Salsa."ma... titip Salsa ya..."kata Reza dengan perasaan tidak enak.


"iya...lagian ada baby sitter salsa kok,mama hanya mengawasi saja."kata Bu Ros


Melihat jam sudah agak siang maka Reza pun menunggu di mobil saja "ma...Reza pamit dulu, nunggu Kalisa di mobil saja"kata Reza jalan ke luar.


"hati hati di jalan ya..."kata Bu Ros.


Kalisa keluar rumah dengan bawa bekal di tangannya."ma... terima kasih banyak, Salsa baik Budi ya....siang mama sudah pulang kok"kata Kalisa mencium salsa dan punggung tangan mamanya untuk berpamitan.


Sampai di mobil Reza melihat istrinya yang membawa sesuatu."apa itu?"tanya Reza


"ini sarapan untuk kita dari mama"jawab Kalisa.


"Alhamdulillah...ada juga sarapan kita"kata Reza


"mau makan sekarang atau di parkiran puskesmas saja?"tanya Kalisa.


"nanti saja nanti enggak konsentrasi bawa mobil "jawab Reza.


Dalam waktu lima belas menit mereka pun sampai di tempat yang di tuju, masih sepi, belum begitu banyak yang hadir." sekarang kita sarapan di sini saja, setelah selesai nanti baru bang Reza pergi"kata Kalisa.

__ADS_1


"ya sudah, mana bekalnya.."tanya Reza pada istrinya.


"ini dia,mau di suapin atau makan sendiri karena ada dua sendok aqu bawa"


"siapin saja"jawab Reza.


Sarapan berdua dengan menu nasi goreng putih dengan aroma bawang goreng dan daun sop &daun bawang. Kalisa menyupkan Reza dan juga untuk dirinya sendiri. Kedua nya memakan sampai tidak ada yang tersisa.


Orang sudah banyak yang berdatangan maka Kalisa pun turun dari mobil."bang...aqu kerja dulu, hari ini enggak usah di jemput"pesan Kalisa sambil mencium punggung tangan suaminya.


"tapi hari ini Abang masih meeting di dekat sini, jadi paling lama setengah satu kalau Abang enggak datang,kamu pulang saja"kata Reza.


"baik paksu, hati hati di jalan"kata Kalisa turun dari mobil.


Kalisa pun masuk ke dalam dan menuju ruangan nya, sementara Reza mau keluar dari pekarangan puskesmas. Belum memutar balik ternyata HP Kalisa masih di cas di mobil."pasti dia lupa"kata Reza mengambil HP dan mematikan mobil karena mau mengantarkan HP pada Kalisa.


Reza pun turun dan mendatangi Kalisa karena pada saat sekarang ini HP adalah barang penting yang bisa menghubungi seseorang kapan saja dan di mana saja. Menuju ruangan Kalisa yang tidak begitu ramai, sampai di depan ruangan ternyata suster Ana sudah duduk di kursi biasa.


"Bu...bisa minta tolong panggilkan Kalisa?"tanya Reza.


"oh...bapak semalam, yang cari apanya bidan Kalisa?"tanya ana karena dia belum yakin apa yang di dengar nya semalam.


"suaminya yang cari"jawab Reza.


Perkataan suami sebenarnya tidak di harapkan oleh ana, tapi bagaimana lagi? memang itu kenyataan nya. Dengan berat langkah ana pun memanggil Kalisa yang sudah ada di dalam sendirian karena Anita belum datang."bidan Kalisa di luar ada yang cari"kata ana dengan tidak semangat.


Sampai di luar ternyata Reza yang menunggu nya."lho...ada apa bang?"tanya Kalisa.


"pasti kamu lupa sesuatu"kata Reza yang memberikan HP pada istrinya.


"Astaghfirullah hal'azim...aqu memang lupa tadi ngisi HP di mobil, terima kasih ya..."kata Kalisa.


"lain kali periksa dulu sebelum turun."kata Reza.


"baik paksu "kata Kalisa.


"ya sudah,Abang kerja dulu"kata Reza berjalan.


Berjalan menuju keluar tiba tiba ada seseorang yang pernah di kenal Reza , orang tersebut pun melihat ke arah Reza juga.


"dokter Lukman ya..."tanya Reza dengan ragu ragu.


"iya.... sepertinya kita pernah jumpa atau kenal, tapi di mana ya...?"tanya dokter Lukman.


"mmmhhh...iya dokter, istri saya pernah jadi pasien dokter. Tapi kami periksa di tempat praktek dokter "jawab Reza.

__ADS_1


"oh...iya saya baru ingat, kalau tidak salah nama istri nya Dewi kan?"tanya dokter.


"iya... dokter "jawab Reza.


Kalisa yang masih berdiri memperhatikan keakraban suaminya dengan dokter Lukman tapi dia enggan mendekati mereka.


"bapak... lagi ngapain di sini?"tanya dokter Lukman.


"saya lagi antar istri, semalam baru masuk kerja di puskesmas ini "jawab Reza.


"oh...siapa istrinya? karena semalam di bagian saya ada bidan yang baru masuk, kalau tidak salah namanya Kalisa "kata dokter Lukman.


"Kalisa itu istri saya dokter "jawab Reza.


Dokter Lukman yang mendengar sedikit terkejut karena dia kenal juga dengan Dewi.


"apa? Kalisa istri pak Reza?"tanya dokter Lukman tak percaya.


"iya dokter... Kalisa itu istri saya "jawab Reza


Dokter Lukman yang tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Reza, dia geleng geleng kepala melihat Reza dari atas sampai kaki dan melihat Kalisa dari kejauhan."dokter jangan salah paham dulu, panjang ceritanya, lain kali saya cerita atau tanya Kalisa saja karena saya takut telat meeting hari ini."kata Reza yang jalan dengan buru buru takut terlambat.


Menatap kepergian Reza tapi di pikiran dokter Lukman sudah berpikir entah kemana, dan dia berjalan menuju ruangan yang ternyata Kalisa masih berdiri di sana karena melihat kepergian suaminya untuk ke tempat kerja nya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like....like...like...


add favorit....


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2