
Aldo menerima berkas dari nency dan melihat nama yang tertera di sana Anita.
Aldo seperti pernah mendengar nama itu dan tak asing di telinga nya.
"seperti nya aku tak asing dengan nama ini... tapi di mana ya..."batin Aldo berkata
Nency yang melihat atasannya melihat berkas di pegang Aldo, seperti salah melayani customer.
"kok pak Aldo lama sekali melihat berkas itu? apakah aku salah mengerjakan nya?"kata nency dalam hati.
Merasa pekerjaan nya salah dan atasan nya takut nya marah...jadi yang lebih awal menanyakan pada Aldo.
"pak... apakah salah yang saya kerjakan?"tanya nency.
"enggak... sudah benar kok...saya mau lihat dulu...kamu kembali ke kursi mu."
Nency kembali ke tempat duduk nya dengan wajah gembira.
"syukur... kerjaan ku tidak salah."kata nency dalam hati.
Aldo yang mau melihat identitas Aisyah dan atas nama Anita, karena mau cepat...di foto saja dengan HP yang ada di tangan.
"mau di periksa...tapi ayah dan Reza sebentar lagi turun...di foto saja lah kalau begitu."batin Aldo berkata.
Apa yang di pikiran Aldo memang betul karena tak berapa lama Ayah dan Reza melewati bagian marketing,itu artinya mereka sudah turun dan mau berangkat bersama nya.
Dengan cepat dia pun keluar dari ruangan marketing dari pada nanti mereka menungguinya.
"nency ini berkas nya sudah oke... besok kamu urus lagi karena saya enggak bisa."kata Aldo.
"baik pak..."jawab nency.
Masuk ke dalam mobil melihat Reza saja yang ikut di sana.
"ayah memang enggak mau ikut?"tanya Aldo
"ayah percayakan pada kalian berdua... pasti kalian berdua bisa mengatasi nya."kata ayah.
"baik ayah... doakan kami bisa mengatasi nya."kata Reza.
"a...min... pasti bisa..."kata ayah.
Dalam perjalanan Aldo masih kepikiran dengan nama Anita tadi, dia jadi teringat dengan Kalisa adiknya.
"Reza...apa kabar Kalisa?"tanya Aldo
"Alhamdulillah... sehat bang...kenapa?"
"enggak apa apa... nanti sore aku mau main ke rumah kalian... boleh kan?"tanya Aldo
"abang ini apaan sih... seperti orang lain saja... kalau mau datang enggak perlu minta izin."kata Reza.
__ADS_1
"oke...tapi aku naik sepeda motor."
"lho... bukannya tadi pagi sama ayah pergi ke kantor?"tanya Reza.
"enggak...tadi naik sepeda motor karena ada keperluan mendesak, makanya cepat pergi."kata Aldo
Saking asyiknya bercerita tanpa di sadari mereka sudah sampai di lokasi, Aldo berjalan mantap dengan mengucapkan.
"Bismillah... semoga lancar."batin Aldo berkata.
Mereka berdua pun berjalan penuh percaya diri tanpa ragu, dan untuk kali ini mereka di lepas oleh pak Dharma.
Dalam persentase ke depan tahap awal Aldo yang menjelaskan lalu setelah itu di gantikan dengan Reza yang sebenarnya sudah berpengalaman dan tidak di ragukan lagi.
Posisi Reza yang hanya sebagai menantu jadi pak Dharma berharap anak laki laki nya lah yang akan posisi nya kelak. Jadi untuk itu Aldo harus banyak belajar dan bertanggung jawab pada pekerjaan.
Yang paling utama dalam segala hal adalah kejujuran, jangan sampai orang tidak percaya dengan kita karena tidak jujur.
Rekan bisnis mereka pun suka dengan penjelasan dan harga yang di tentukan, jadi mereka deal dalam kerja sama kali ini.
Setelah selesai semua mereka kembali ke kantor dan ternyata sudah jam tiga. Perkiraan tadi meeting hanya satu jam , ternyata molor. Zuhur dulu dan makan siang baru meeting. Makanya sampai kantor akhirnya sore hari.
Aldo kembali ke ruangan dan melihat ternyata ayah sudah tidak ada di sana.
"ayah kemana ya...?"mencari keberadaan pak Dharma.
Keluar ruangan menanyakan pada sekertaris tentunya.
"pak Dharma ke mana ya?"
"oh...ya sudah..."kata Aldo masuk ke dalam ruangan.
Kembali ke kursi yang sebenarnya tidak tidak inginkan, karena banyak tuntutan dan tanggung jawab yang besar.
Jam pulang kerja pun tiba jadi Aldo dengan semangat keluar kantor, ingin rasanya dia bertemu dengan Aisyah. Tapi dia harus pastikan pada adiknya Kalisa tentang nama yang ada di Akad pembelian rumah tadi.
Aldo ingat sekali kalau rumah itu untuk adiknya dan Aisyah. Hanya mau memastikan saja apakah Anita itu teman akrab nya Kalisa dulu...dan menikah dengan Rendi... mantan Kalisa...
Menyusuri jalan yang macet tapi dia bisa lalui dengan mudah, lewat jalan tikus tentunya.
Dan tak berapa lama... Aldo pun sampai di rumah adik kesayangan nya karena sekarang memang hanya dia adik yang Aldo punya.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam..."jawab dari dalam dan pintu pun terbuka.
Aldo langsung masuk tanpa menanyakan pada baby sitter yang membukakan pintu rumah."Kalisa...kamu di mana?"kata Aldo.
Baby sitter mendekati Aldo yang mencari majikan nya."maaf pak...mba Kalisa di kamar, lagi main dengan salsa."kata baby sitter.
Tidak menjawab atau membantah Aldo langsung masuk ke kamar tidur Kalisa.
__ADS_1
"Kalisa...kamu lagi ngapain?"kata Aldo masuk ke dalam kamar.
"Astaghfirullah hal'azim...bang Aldo... ngagetin saja...ada apa?"kata Kalisa.
"apa kabar adek kesayangan..."tanya Aldo
"Alhamdulillah... sehat...abang sehat kan?"
"mmmhhh...ada yang mau abang tanyakan sama kamu."kata Aldo.
"tanya tentang apa bang? seperti nya serius sekali,"
"kamu kok tau?"
"ya tau lah...gaya abang yang semangat trus seperti orang yang penasaran, ayo mau tanya apa?"kata Kalisa.
Hoek...Hoek...Hoek.
Suara tangisan Salsa membuat Kalisa jadi terganggu lalu dia memberikan pada baby sitter.
"mba... tolong tidur kan salsa ya...tapi pas azan dia tidur...di gendong."kata Kalisa
Baby sitter pun datang dan menggendong anaknya salsa.
"baik Bu..."kata baby sitter lalu membawa salsa ke kamar anak.
Kalisa pun keluar rumah, dia pun ngobrol berdua di ruang keluarga bersama Aldo.
"apa yang mau abang tanyakan?"kata Kalisa melihat Aldo.
"itu Kalisa... tentang mantan mu..."kata Aldo.
Mendengar kata mantan membuat Kalisa bad mood saja, dia pun cemberut dan mau marah seperti nya.
"kenapa tanya si brengsek itu...aku enggak mau membahas dia...amit amit cabang baik..."kata Kalisa sambil mengelus perut nya yang masih seperti biasa saja.
"bukan seperti itu Kalisa...Abang hanya penasaran saja tentang..."kata Aldo tapi terputus.
"tentang apa bang?"
"tentang...tapi kamu jangan marah kalau abang tanya."kata Aldo melihat wajah adiknya.
"huh...kenapa pulak enggak boleh marah... sudah lah kalau begitu... jangan di tanyakan...aku jadi mau marah."kata Kalisa.
Melihat wajah Kalisa yang marah dan tak bersemangat, Aldo jadi mengurungkan niatnya untuk menanyakan tentang Anita.
TAMAT
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang sudah setia dengan cerita tentang "Cinta Kalisa".
Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan kisah Aldo mencari cinta akan saya pisah ke novel selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏