
Sampai di praktek klinik dokter Lukman, Reza langsung menggendong Kalisa masuk ke dalam sehingga perawat yang jaga mengarahkan ke ruang UGD untuk di beri pertolongan pertama.
Di dalam langsung di tangani oleh perawat untuk pertolongan pertama,tak berapa lama kemudian dokter Lukman datang untuk memeriksa.
Melihat pasien yang mau di tangani ternyata orang yang dia kenal.
"lho...Kalisa ?kata dokter Lukman tanpa sadar.
Lalu memeriksa Kalisa semua nya, setelah itu dia di biarkan selama tiga puluh menit untuk di observasi.
"suster... panggil suami dari ibu Kalisa"kata dokter Lukman.
"baik dokter "jawab suster.
Perawat keluar melaksanakan perintah dari dokter.
"suami dari ibu Kalisa..."panggil perawat.
"saya suster... bagaimana dengan istri saya "kata Reza mendekati perawat.
"silahkan ke dalam pak , nanti dokter yang akan menjelaskan "kata perawat.
Reza mengikuti perawat dari belakang masuk ke dalam ruangan UGD yang sudah di tunggu oleh dokter Lukman.
"pak Reza...apa yang terjadi? kenapa Kalisa bisa pingsan?"tanya dokter Lukman
"tadi sore dia pingsan,mau di bawa untuk di periksa dia tidak mau. ini yang ke dua kalinya dokter, bagaimana keadaan istri saya?"tanya Reza kembali.
Dokter Lukman mendengarkan perkataan Reza sambil menulis menulis hasil pemeriksaan untuk pertinggal administrasi.
"oh... seperti itu, sebenarnya keadaan Kalisa tidak ada yang perlu di khawatirkan "
"Alhamdulillah... syukur lah kalau begitu, jadi Kalisa hanya pusing karena animea?"tanya Reza.
Dokter kembali melihat hasil dari pemeriksaan sebelum dia masuk untuk memeriksa.
"tensi Kalisa memang rendah, mungkin karena kecapean. ini ada resep saya buat untuk ambil di apotik "kata dokter Lukman.
"jadi Kalisa boleh pulang atau rawat inap?"tanya Reza.
"bawa pulang saja kebetulan ruangan lagi penuh, hari ini banyak pasien melahirkan. termasuk Anita yang lagi menunggu persalinan "kata dokter Lukman.
Reza ingat dengan teman Kalisa tadi siang di bawa ke tempat dokter Lukman.
"belum melahirkan juga teman Kalisa?"
"belum... menunggu dua bukaan lagi, seperti nya Kalisa juga akan mengalami hal yang sama, tapi sembilan bulan kedelapan "kata dokter Lukman.
"apa dok...jadi Kalisa lagi hamil?"tanya Reza tak percaya.
Dokter Lukman tersenyum melihat Reza yang gembira.
"Selamat... Sebentar istri kamu hamil "kata dokter sambil mengulurkan tangannya mengucapkan selamat.
Reza yang gembira menyambut tangan dokter Lukman.
"terima kasih dokter... Alhamdulillah..."kata Reza.
"kamu senang tapi saya yang pusing, di puskesmas satu cuti melahirkan satu nya lagi hamil muda "kata dokter Lukman.
"pasti ada solusi itu dokter,ibu bagian administrasi ada calon pengganti "kata Reza.
"oh... sudah kenal kamu dengan ibu administrasi kami di puskesmas?"
__ADS_1
"waktu ngantar Kalisa pertama ke puskesmas,kami menjumpai beliau "kata dokter.
Tanpa mereka sadari ternyata Kalisa sudah sadar."di mana ini?"tanya Kalisa.
"oh...Kalisa sudah sadar, sebaiknya kamu lihat dia."perintah dokter Lukman.
Reza mendekati istrinya yang lagi berbaring di tempat tidur."kamu sudah sadar?kita ada di tempat praktek dokter Lukman."jawab Reza.
"Kalisa... selamat ya... sebentar lagi kamu akan nambah anak"kata dokter Lukman
"apa dokter? saya hamil?"kata Kalisa
"iya...saya tinggal dulu... karena Anita mau melahirkan "kata dokter Lukman permisi meninggalkan mereka berdua.
Kalisa yang masih belum percaya apa yang dia dengar barusan."bang...aqu hamil?"tanya Kalisa.
"iya... sebentar lagi salsa mau punya adek"kata Reza
"Alhamdulillah...jadi kenapa aqu sampai pingsan dua kali?"
"tensi mu rendah, dan kecapean"kata Reza
"oh...jadi kita enggak nginap di sini kan?"tanya Kalisa
"enggak...kita pulang,lagian ruangan penuh karena banyak yang melahirkan."kata Reza.
"ya sudah...kita pulang sekarang saja"kata Kalisa
"kamu sudah mendingan? bisa jalan?"tanya Reza.
"sudah bang...kasian salsa kalau kita kelamaan di luar,mama juga enggak bisa tidur nungguin kita pulang "kata Kalisa
"ya sudah,kita jalan sekarang saja. tapi Abang selesaikan administrasi nya dulu"kata Reza
Setelah selesai semua administrasi maka mereka berdua pulang, Kalisa di dorong dengan kursi. Aldo yang menunggu mereka di dalam mobil sambil bermain HP, melihat adek dan iparnya .
"sudah selesai? enggak perlu rawat inap?"tanya Aldo
"enggak... sudah bisa langsung pulang"jawab Reza.
"apa hasilnya? aqu kok jadi penasaran..."kata Aldo.
Kalisa dan Reza saling pandang untuk mengerjai Aldo.
"kasi tau enggak ya..."kata Kalisa
"jawab gampang kok, iya atau tidak kalau kamu hamil. itu saja kok repot"kata Aldo.
"ya sudah... Selamat... sebentar lagi uak Aldo tambah ponakan"kata Kalisa pada abang nya.
Mendengar jawaban adilnya Aldo senang sekali."Selamat dek... sebentar lagi merasakan jadi ibu yang seutuhnya"kata Aldo.
"terima kasih bang...aqu do'akan semoga uak Aldo secepatnya mendapatkan pasangan hidup"kata Kalisa
"A...min..."jawab Aldo dan Reza.
Mobil pun berjalan menuju rumah tapi sebelumnya mereka singgah ke apotik untuk menebus obat dari dokter Lukman.
"bang...singgah ke apotik dulu,mau nebus obat Kalisa"kata Reza
"oke..."jawab Aldo langsung memarkirkan mobilnya.
Sudah berhenti di parkiran maka Reza turun membeli obat."ada yang mau di beli selain obat resep?"tanya Reza
__ADS_1
"tolong belikan minyak kayu putih yang ukuran kecil saja untuk di bawa dan minyak yang hangat"kata Kalisa
"baik Bu...ada lagi?"tanya Reza.
"aqu lapar mau minta tolong belikan martabat Bangka rasa coklat keju yang lumer"kata Kalisa.
Aldo dan Reza saling pandang mendengar pesanan terakhir Kalisa.
"ngidam nya sudah keluar, setelah ini baru cari martabak ya Bu "kata Aldo.
"atur saja... yang penting pesanan qu ada "jawab Kalisa.
Reza masuk ke apotik yang ternyata juga masih ramai."mba...saya mau nebus obat,ini resepnya "kata Reza pada apoteker yang ada di apotik.
Apoteker mengambil resep dan bertanya.
"duduk dulu pak biar saya ambilkan resep nya"kata apoteker.
"iya mba... terima kasih "kata Reza dan duduk menunggu di kursi tunggu.
Tak lama menunggu ternyata obat untuk Kalisa sudah siap.
"atas nama ibu Kalisa..."kata apoteker.
"iya mba...saya..."kata Reza
"ini dia semua obat nya, ada lagi yang lain?"tanya apoteker.
"oh...iya... minyak kayu putih yang ukuran kecil dan minyak hangat"kata Reza.
"ada lagi?"tanya apoteker.
"susu untuk ibu hamil"kata Reza.
"baiklah akan saya ambilkan"kata apoteker.
Sambil menunggu pesanan Reza melihat lihat obat yang ada di apotik, dan melihat sekeliling yang ada di sana. Tiba tiba seseorang ada yang memanggil Reza.
"pak Reza... lagi ngapain? beli obat juga ya...."
Siapakah yang memanggil Reza ?
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏