
Hari hari seperti biasa di lalui dan tak terasa sudah lebih dari 40 hari kepergian Dewi. Di rumah pak Dharma dan Bu Ros yang sudah mengadakan peringatan 40 mengadakan pengajian di siang hari untuk ibu ibu wirid pengajian dan malam bapak bapak yang mengisi pengajian, untuk almarhumah di alam sana.
Di malam hari jam 10 semua sudah selesai semua acara pengajian, setelah itu rumah sudah tersusun rapi seperti semula dengan bantuan para tetangga dekat rumah kediaman keluarga pak Dharma.
Tanpa menunggu waktu lama maka pak Dharma dan istri memutuskan untuk menanyakan pada Reza dan Kalisa tentang pesan terakhir Dewi.
Di ruang tamu sudah ada pak Dharma, Bu Ros, Aldo,Reza dan Kalisa. Mengawali pembicaraan pak Dharma memulai percakapan pada mereka.
"malam ini ayah dan mama memanggil kalian karena ada yang mau di bicarakan"kata pak Dharma.
"Deg"
Jantung Kalisa berdetak dan dia sedikit takut mendengar perkataan ayahnya.
Sementara Reza yang kelihatan nya sedikit agak santai mendengar perkataan pak Dharma tapi sebenarnya dia juga sedikit grogi juga.
"ya... ayah mau bicara apa?"tanya Aldo balik untuk mencairkan suasana supaya tidak tegang.
"mungkin kalian semua sudah mengetahui pesan dari almarhumah Dewi, jadi ayah dan ibu mau menanyakan pada Reza dan Kalisa yang di beri amanah. apakah bersedia?"tanya pak Dharma pada ke dua nya.
Tidak ada jawaban dari Kalisa karena sebagai seorang perempuan dia mungkin malu. Yang menjawab pertanyaan itu adalah Reza.
"ayah...kalau Reza insha Allah bersedia, karena Salsa yang juga sangat tergantung dengan Kalisa."jawab Reza.
"Alhamdulillah... kalau begitu jadi Reza menurut ayah sebaiknya kalian berdua saling bicara dulu empat mata, bukan begitu ma...?"tanya pak Dharma pada istrinya.
"iya ayah, mama sebenar juga sudah tau jawaban dari Kalisa tapi sebaiknya kalian berdua saling ngobrol berdua dulu."kata Bu Ros.
Kalisa yang ada di situ hanya diam dan tertunduk karena semua melihat ke arah dia.
"hoek...hoek..hoek..."terdengar suara tangisan Salsa dari kamar. Sehingga pembicaraan terhenti sejenak,
"Salsa lagi menangis sebaiknya mama aja yang ke kamar"kata Bu Ros yang jalan ke kamar.
"hoek...hoek...hoek..."tangisan Salsa tetap terdengar maka Bu Ros membawa keluar cucunya.
"seperti nya Salsa mau ikut juga dengan pembicaraan antara papa dan bunda nya, iya kan cucu Oma?"kata Bu Ros sambil berbicara pada salsa dan memberikan pada Kalisa.
Di pangkuan bundanya Salsa langsung diam,
"eh...mau ikut dengar juga ya...?"kata Aldo.
celetukan Aldo membuat ruangan jadi rame, tertawa dan tersenyum.
"ayah...mama...malam ini mau ke luar kota, jadi Aldo mau beres barang dulu karena teman sudah OTW ke sini."
"ya... sudah mari mama bantu beres barang di kamar"kata Bu Ros karena mau meninggalkan Reza dan Kalisa supaya bisa ngobrol dan pak Dharma juga mengikuti mereka.
__ADS_1
Tinggal lah di ruang tamu Reza dan Kalisa yang sedang memangku Salsa, hening sejenak di ruangan tersebut. Dan akhirnya Reza yang memulai percakapan.
"Kalisa... sebelumnya aqu ucapan kan terima kasih sudah mengurusi Salsa"kata Reza.
"enggak apa apa kok bang kan aqu juga bunda nya Salsa"jawab Kalisa.
"Sebenarnya tanpa ada pesan dari almarhumah Dewi pun aqu ada rencana untuk menikahi mu, alasannya karena Salsa yang sudah dekat dengan mu. Mungkin kita masih belum mengenal dan juga belum juga ada cinta, tapi insha Allah aqu mulai belajar mencintai kamu"kata Reza.
"maaf bang...Kalisa juga bingung mau ngomong apa, cuma kalau pun kita menikah aqu mau kita tidak ada hubungan yang lebih Sebelum saling mencintai"kata Kalisa menjawab pertanyaan Reza.
Reza berpikir sejenak"oke...tapi kalau bisa kita tinggal di rumah agar bisa menjadi sebuah keluarga yang utuh, dan kita menginap di sini setiap weekend saja"kata Reza.
"oh... kalau itu sih Kalisa enggak masalah"
"jadi kalau ayah tanya bagaimana?"tanya Reza.
"terserah ayah saja mau nya bagaimana"jawab Kalisa.
Aldo yang sudah bersiap mau keluar kota sudah membawa tas ransel di belakang, pak Dharma dan Bu Ros juga ada bersama.
"ayah...mama...Aldo berangkat dulu, paling lama satu minggu baru pulang"kata Aldo yang berpamitan.
"kamu jangan lama lama di luar kota, kalau sudah selesai pekerjaan pulang saja"kata Bu Ros
"iya ma..."jawab Aldo.
"iya... ayah...insha Allah tahun depan Aldo kerja di tempat ayah"jawab Aldo.
"ya... sudah yang jemput ada di depan, pamit dulu"kata Aldo yang langsung keluar dari rumah.
Aldo sudah permisi keluar dan tinggal Pak Dharma, Bu Ros, Reza dan Kalisa yang masih menggendong Salsa.
"Reza... bagaimana? sudah di bicarakan?"
"sudah ayah..."jawab Reza
"jadi kalian sudah sepakat?"tanya pak Dharma
"insha Allah sudah ayah"jawab Reza
Pak Dharma melihat ke arah Kalisa dan menanyakan kepada anaknya.
"bagaimana Kalisa? betul yang di katakan Reza?"
"iya...ayah"jawab Kalisa.
"Alhamdulillah... kalau begitu, jadi sebaiknya kalian menikah secepatnya saja"kata pak
__ADS_1
Reza dan Kalisa saling pandang mendengar perkataan pak Dharma.
"maksud ayah"tanya Kalisa
"ya... lebih cepat lebih baik, jadi 10 hari lagi kalian menikah. acara sederhana saja dulu, yang penting sah dimata agama dan negara. bagaimana menurut mama?"tanya pak Dharma pada istrinya.
"kalau ibu terserah saja yang pasti mama mendukung"kata Bu Ros
"ayah... apakah tidak terlalu cepat waktu 10 hari itu?"tanya Kalisa lagi.
"enggak... ingat 10 hari lagi kalian sudah menikah, jadi kalau sudah menikah Reza tak perlu harus di mencuri kesempatan saat Kalisa tidak di kamar baru masuk atau harus menunggu lama untuk melihat anaknya"kata pak Dharma
"Deg"
Kalisa sebenarnya tidak menyadari hal itu sehingga tanpa sengaja melihat ke arah Reza"Astaghfirullah hal'azim selama ini seperti itu, aqu tak menyadari hal itu" kata Kalisa dalam hati.
Tanggapan Reza dalam hati tentang perhatian mertuanya itu"Alhamdulillah... mendapat mertua seperti pak Dharma, dia selama ini memperlihatkan gerak gerik qu ternyata.
"bagaimana apakah kalian setuju?" tanya pak Dharma
"terserah ayah saja, Kalisa setuju"jawab Kalisa terlebih dahulu.
"kamu Reza bagaimana?"
"iya...ayah...insha Allah Reza siap "jawab Reza.
"baiklah kalau begitu, mulai besok kita sudah bisa mengerjakan apa saja yang di perlukan"kata pak Dharma
"kalau itu urusan mama, tapi maharnya kamu tanya sama Kalisa dia mau minta apa"nasehat Bu Ros pada keduanya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
vote... vote... vote...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
like...like...like...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏