
Kalisa melihat abang nya yang mengatakan mantan pacarnya, lalu tak menghiraukan dan tidak antusias menanyakan pada Aldo kembali.
Aldo yang di cuekin pun merasa bingung dengan sikap adiknya itu."kamu kenapa enggak kepo sih dengan cerita abang?"tanya Aldo pada adiknya.
"males... sudah basi"kata Kalisa
"ih...kamu itu,kan bisa di hangat kan"jawab Aldo tak mau kalah dan berpikir sejenak
"kenapa Kalisa enggak ada respon ya...tapi bagus juga berarti dia sudah move on dan Reza lah yang di hati nya."kata Aldo dalam hati.
Karena tidak di respon Kalisa apa yang di cerita kan maka Aldo pun duduk di depan adiknya."kamu kenapa Kalisa?"tanya Aldo
"enggak ada apa apa bang Aldo kalau mau bertanya tentang Rendi sebaiknya tidak usah karena aqu sudah tau dia di sini bahkan bang Reza juga tau"kata Kalisa.
Mendengar jawaban dari adiknya membuat Aldo bengong dan seperti tak percaya."masa sih dek... bahkan Reza juga tau?"tanya Aldo.
"iya bang...bahkan sudah tau kalau Rendi itu mantan qu, jadi enggak usah di bahas lagi. seperti enggak ada lagi yang lain harus di bahas"kata Kalisa.
Aldo yang merasa bersalah dengan adik nya dan memang betul apa yang di katakan Kalisa."maaf...maaf...abang enggak akan mengulangi hal itu lagi "kata Aldo
"enggak apa apa bang ..wajar lah kalau abang tanyakan "kata Kalisa.
Karena Kalisa tidak mau membahas itu lagi jadi Aldo mencari hal yang lain pada adiknya.
"jadi bagaimana dengan kondisi mu?"tanya Aldo.
"Alhamdulillah... sudah mendingan jadi do'akan saja aqu cepat keluar dari sini, kasihan mama menjaga salsa terus"kata Kalisa mengingat anak dan mamanya.
"kalau yang begitu jangan kamu pikirkan karena ada baby sitter yang sudah mama sewa untuk mengurus salsa dengan pengawasan mama tentu nya"kata Aldo.
Penjelasan Aldo membuat Kalisa sedikit lega karena mamanya tidak sendirian mengurusi salsa."Reza tadi mau kemana?"tanya Aldo.
"paling cari makanan... dari tadi kan belum ada apapun di sini jadi buat dia lapar"kata Kalisa.
"oh... begitu... sekarang kamu istirahat saja, biar abang yang jaga"kata Aldo
"ya sudah...aqu dari tadi memang ngantuk saja mungkin bawaan hamil muda kali ya bang"kata Kalisa.
"mana abang tau...kamu kok tau?"tanya Aldo.
__ADS_1
Kalisa yang teringat waktu jadi bidan PTT di desa, banyak sekali ibu yang hamil muda merasakan ngantuk berat."aqu kan bidan bang...jadi tau lah...", jawab kalisa.
"oh... gitu ya... sudah ah...kamu tidur saja,abang jaga di luar cari angin segar,mana tau ada yang nyantol"kata Aldo keluar kamar sementara kalisa tidak menjawab.
Di depan setiap kamar ada kursi untuk tamu atau orang yang jaga biar tidak bosan di kamar. Aldo yang tebar pesona duduk sendirian sambil memainkan HP di tangannya. Tapi jam siang menjelang sore memang jarang orang yang berkunjung, jadi lah dia konsentrasi pada HP.
Aldo yang fokus pada HP di tangannya sehingga dia tidak menyadari kalau ada orang yang di sebelah sudah sepuluh menit memperhatikan nya."bang... asyik bener main HP nya sampai ada yang mengucapkan salam tidak terdengar "kata Reza.
Terkejut mendengar ada orang di sebelah nya
"Astaghfirullah hal'azim...kamu sudah kembali Reza?"tanya Aldo.
"sudah sepuluh menit bang ,tiga kali aqu mengucap salam"kata Reza.
"enggak dengar aqu, Kalisa lagi tidur jadi kita ngobrol di sini saja trus ada yang mau aqu tanyakan"kata Aldo.
Reza pun duduk tapi terlebih dahulu dia memasukkan belanjaan nya ke dalam, membawa dua minuman mineral dan biskuit.
"apa yang mau abang tanyakan"kata Reza
"tadi pas waktu datang ke sini aqu tabrakan dengan seseorang"kata Aldo
"oh... tabrakan sama cewek bang? sudah kenalan?"tanya Reza
Reza mengerutkan keningnya sambil tersenyum dan melihat abang ipar yang sangat perhatian pada keluarga kecilnya."kamu jangan marah ya...jaga perasaan Kalisa...aqu tadi jumpa dengan mantan pacarnya "kata Aldo.
Reaksi Reza yang biasa saja dan sepertinya sudah mengetahui nya."oh...si Rendi...aqu sudah tau "kata Reza santai sambil memakan cemilan yang dia beli tadi membuat Aldo jadi bingung."kamu sudah tau?"tanya Aldo tak percaya.
"iya bang...aqu sudah tau dan kenal"kata Reza.
"oh... sudah tau nya kamu, jadi bagaimana perasaan mu?",tanya Aldo kepo.
Makan biskuit yang enak kalau pakai susu tapi sebelumnya di putar putar."iya... sudah tau, bahkan kami semalam menjenguk bayi mereka yang baru lahir"kata Reza
"hah... sudah tau nya kamu,jadi apa tindakan mu setelah ini"kata Aldo kepo.
Reza yang memang tidak ada tindakan atau rencana karena untuk apa."tindakan apa? kalisa kan sudah move on dengan qu dan selama ini Rendi tidak pernah mengganggu kami, jadi untuk apa?"kata Reza.
Yang di katakan adik iparnya ada benarnya juga sehingga Aldo hanya manggut-manggut dan ikut memakan biskuit di tangan Reza
__ADS_1
"betul juga yang kamu katakan Reza tapi aqu harus buat peringatan untuk nya"kata Aldo.
"untuk apa bang? nanti jadi masalah, sudah lah"kata Reza mendinginkan hati abang ipar nya.
Aldo yang memang kesal pada Rendi tapi jangan keliatan oleh Reza."ya sudah kalau begitu"kata Aldo.
Tapi di dalam hati dia sudah berencana.", sebelum pulang nanti aqu mau menemui si b*j*n*a* itu."kata Aldo dalam hati.
Biskuit yang di tangan Reza habis seketika di makan dua orang laki laki dewasa."yah...habis biskuit nya padahal ini kesukaan Kalisa tadi kamu beli berapa banyak?"tanya Aldo.
"satu bungkus saja bang tapi di kamar ada beberapa macam yang lain "kata Reza.
"yang seperti ini ada walaupun cream nya beda"kata Aldo.
"enggak ada tadi hanya satu macam saja"jawab Reza.
"kalisa itu paling suka cream nya coklat, ya sudah aqu carikan saja sekarang "kata Aldo.
"enggak usah repot-repot masih ada yang lain "kata Reza.
"enggak apa apa orang hamil ada saja permintaan nya"kata Aldo PD padahal dia belum ada istri.
Aldo pun keluar dengan alasan mau membeli biskuit."sebenarnya aqu bukan mau mencari biskuit tapi mencari b*j*n*a* itu, mau mengingatkan jangan ganggu Kalisa dan Reza yang sudah bahagia "kata Aldo sambil berjalan.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote...vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏