Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.87


__ADS_3

Makan malam bersama dengan semua anggota keluarga, Aldo pun ikut makan malam bersama. Pak Dharma bersama Bu Ros yang selalu mencontohkan pada anak mereka, kalau malam nasi untuk suami selalu di ambilkan.


Pada saat makan harus di layani, begitu juga Kalisa yang mengambilkan nasi untuk Reza. Karena melihat Aldo yang kasian maka Kalisa berinisiatif untuk mengambilkan makanan untuk Aldo abang nya,tapi setelah melayani Reza tentu nya.


Aldo menerima nasi yang di ambilkan Kalisa adiknya."makasih ya dek... sudah mengambilkan nasi untuk abang"kata Aldo


"biasa aja bang Aldo...tapi untuk lauk dan sayur nya ambil sendiri, kalau aqu yang ambil takut nya dikit kali"kata Kalisa.


Pak Dharma dan Bu Ros tersenyum melihat Aldo yang di ambilkan Kalisa."makanya Aldo cepat cari jodoh...kan ngiri lihat orang..."kata pak Dharma.


"iya ayah...ini juga lagi tahap pendekatan, do'akan saja berhasil..."kata Aldo.


"ayah dan mama selalu mendoakan yang terbaik untuk anak anak kami berdua..."jawab Bu Ros.


"ya sudah...kita lanjut makan saja..."kata pak Dharma dan Reza langsung memimpin do'a.


Setelah acara makan malam bersama, semua nya bersenda di ruang keluarga dan Pak Dharma juga ada yang mau di sampaikan pada anak anak nya jadi Reza dan Kalisa tidak mungkin setelah makan langsung pulang.


Duduk bersama jadi pak Dharma memulai percakapan."Aldo... ayah mau tanya, apakah seseorang yang lagi pendekatan dengan mu itu tetangga Reza dan Kalisa?"tanya pak Dharma.


Aldo melihat orang yang berada di ruangan itu, dia tidak menyangka kalau ayah nya menanyakan itu pada saat semua lagi ngumpul."i...ya... ayah anak pak RT di kompleks perumahan Reza dan Kalisa"jawab Aldo.


Kalisa dan Reza saling pandang karena tak menyangka selama mereka pergi ke Bali ternyata Aldo sudah start duluan."jadi kenalannya bang?" tanya Kalisa.


"ya... masih kenal begitu saja belum sempat ngobrol berdua, kemarin abang ke rumah pak RT mengabarkan kalau abang yang nginap di rumah itu,biar pak satpam tidak curiga"kata Aldo menjelaskan dengan salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bu Ros senang mendengar penjelasan dari anaknya punya ide"Kalisa bagaimana besok kamu jalan ke rumah pak RT sekalian bawa oleh oleh dari Bali, mama mau juga ikut dengan kamu karena Reza kan sudah masuk kantor besok"kata Bu Ros.


"waduh...mama mu kok yang paling semangat sementara Aldo bagaimana?"kata pak Dharma


Bu Ros sedikit cemberut apa yang di katakan suaminya karena memang benar tapi bagaimana lagi Aldo yang sudah berusia 30 tahun tapi belum ada tanda-tanda untuk menikah.


"ayah... bagaimana lagi...mama kan khawatir dengan Aldo sudah 30 tahun belum menikah sementara Reza saja sudah dua kali"kata Bu Ros


Reza hanya diam dengan perkataan mama mertua nya karena memang benar apa adanya."tapi ma...Reza ini beda kasus lah..."kata pak Dharma.

__ADS_1


"iya...mama tau hanya mengumpamakan umur ayah...kamu Reza jangan marah apa yang mama katakan tadi tidak ada maksud apa apa"kata Bu Ros


"enggak apa apa kok ma..."jawab Reza.


Kalisa yang takut melihat kedua orang tua cekcok mengambil inisiatif untuk berbicara."boleh juga ma...ide mama tadi, jadi aqu bisa kenalan dengan anak pak RT kan? mungkin tua aqu beberapa tahun saja"kata Kalisa.


"kalau begitu besok kita coba bergerak cepat ya...mana tau jodoh,tapi Aldo kalau tidak ada respon dari anaknya kamu jangan kecil hati, nanti kami akan cari kan yang lain"kata Bu Ros


"wkwkwkwk...ada aja mama mu ini, seperti barang saja"kata pak Dharma.


"maksud mama bukan begitu ayah...biar Aldo jangan berharap tapi harus usaha, begitu kan kalau lagi menawarkan rumah di mall... yang penting usaha... hasil belakang"kata Bu Ros lagi.


"ya... betul juga itu... seperti saat sekarang ini jadi aqu jadi marketing, yang penting usaha... pasti Allah akan dengar."kata Aldo


Pak Dharma yang merasa sudah selesai apa yang mau di bicarakan akhirnya mengusulkan agar Reza dan Kalisa pulang karena sudah malam, kasihan salsa


"sudah malam... sebaiknya kalian pulang saja, karena yang mau kita bicarakan juga sudah clear"kata pak Dharma.


"oh...jadi ini yang mau ayah bicarakan tadi? kirain apa...."kata Kalisa


Aldo yang melihat semua keluarga sudah mulai sibuk untuk mencarikan calon istri untuk nya merasa terharu."terima kasih ayah...mama... sudah ikut mencarikan calon istri untuk Aldo"kata Aldo.


"enggak perlu berterima kasih karena kami ini adalah keluarga mu, sesama anggota keluarga harus saling tolong menolong. iya kan Reza...Kalisa..."jawab pak Dharma.


Reza dan Kalisa saling mengangguk karena apa yang di katakan pak Dharma adalah benar adanya."iya bang...kita keluarga jadi harus saling tolong menolong..."kata Reza.


"tenang bang Aldo... nanti aqu akan usahakan biar kami jadi teman, sehingga bisa kita saling curhat"kata Kalisa yang menenangkan abang nya.


"terima kasih dek atas perhatiannya..."kata Aldo pada Kalisa.


Kalisa baru ingat kalau koper oleh oleh masih ada di rumah orang tua nya"oh...iya ma... besok tolong mama pilih kan untuk di bawa ke rumah pak RT,Kalisa serahkan pada mama untuk memilih.tapi seingat Kalisa kalau makanan ada pie susu, bawakan itu salah satunya"kata Kalisa.


"oke...mama akan cari sendiri..."jawab Bu Ros.


"oh...iya... untuk orang yang di kantor belum abang ambil Kalisa, tolong siapkan saja"kata Reza pada Kalisa.

__ADS_1


Bu Ros yang melihat hari sudah malam memberikan solusi"sudah..


masalah oleh oleh besok Aldo yang bawakan ke kantor... yang di kasi teman satu divisi mu kan?"tanya Bu Ros.


"iya...ma...bos besar mau di bawakan percuma... karena dia bisa pilih sendiri"kata Reza melihat ke arah pak Dharma.


"kamu itu...bisa saja, nanti kalau bos besar marah... gaji mu bisa di potong"kata Bu Ros.


"ih...mana mungkin ayah melakukan itu... kasian lah anak dan cucu,iya kan ayah..."kata Kalisa.


"sudah ah... kalian pulang sekarang... kasian salsa kena angin malam... sudah pulang sana..."kata pak Dharma pada Kalisa dan Reza.


Karena sudah mulai di suruh pulang maka Kalisa dan Reza bangkit untuk pulang ke rumah tapi sebelumnya mereka Salim pada orang yang ada di ruang keluarga tersebut.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2