Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.9


__ADS_3

Dewi pun di bawa ke ruang anastesi dulu untuk melakukan pemeriksaan. Setelah di periksa dokter anastesi semua nya baik, keadaan Dewi untuk operasi juga baik. Operasi Caesar harus cepat di lakukan karena takut terjadi apa apa dengan ibu dan anak.


Setelah semua di periksa seperti tekanan darah normal, Dewi pun di bawa ke ruang operasi dan di suntik di punggung belakang oleh dokter anastesi. Dokter kandungan dan yang lain juga sudah di tempat, lalu dokter pun mengoperasi Dewi.


Di luar ruang operasi keluarga menunggu, walaupun sudah jam 12 malam lewat pak Dharma, Bu Ros dan Kalisa menunggu berjalan nya operasi. Lampu merah sudah menyala menandakan operasi mulai di lakukan.


15 menit berjalan nya operasi, terdengar suara bayi dari dalam.


"hoek..."


"hoek..."


"hoek..."


Pihak keluarga di luar saling pandang mendengar suara tangisan bayi, campur aduk rasanya. ada rasa senang karena bertambah satu kehadiran anak keluarga tentunya.


Sedih karena ayah dari sang bayi masih di ruang ICU akibat dari kecelakaan tersebut.


Perawat keluar mengabarkan pada pihak keluarga,"keluarga dari pasien Dewi"tanya perawat.


"ya...saya Ayah nya Dewi"jawab pak Dharma


"Selamat pak cucunya perempuan lahir dengan selamat dan kondisi fisik Alhamdulillah sempurna"kata perawat.


"Alhamdulillah... suster" jawab pak Dharma


"papa atau ayah nya mana? bayi nya biar di azan kan"kata perawat.


Pak Dharma bingung untuk menjelaskan nya, tapi Bu Ros yang melihat suaminya kebingungan lalu mendatangi perawat tersebut.


"suster biar suami saya yang azankan, dia kan kakek dari sang bayi. Kebetulan ayah si bayi lagi di rawat di ruang ICU, korban tabrakan"jelas Bu Ros pada perawat.


"oh...maaf saya enggak tau, boleh di azan kan dengan kakek nya. Jadi bapak masuk ke dalam saja"kata perawat mempersilahkan pak Dharma ke ruangan bayi.


Pak Dharma mengazan-kan bayi perempuan Dewi dan Reza di dalam. Pak Dharma melihat cucunya senang dan mengazan-kan bayi perempuan itu, setelah itu dia keluar dari ruangan bayi.


Sementara Bu Ros dan Kalisa masih menunggu di depan ruang operasi. Menunggu kabar dari Dewi yang harap harap cemas tentu nya.


Lampu merah di depan ruang operasi telah mati, menandakan operasi sudah selesai.


Perawat memanggil keluarga pasien dan dokter ada di sebelah untuk menyampaikan keadaan Dewi.


"keluarga dari ibu Dewi?"tanya perawat

__ADS_1


"iya...kami suster"jawab Bu Ros mendekati dokter dan perawat.


"Anda siapa pasien?"tanya dokter


"saya mamanya pasien dokter dan juga mewakili dari keluarga karena suami Dewi masih di ruang ICU korban tabrakan tadi malam"Jawa Bu Ros.


Dokter terkejut mendengar penjelasan dari Bu Ros"oh...iya Bu, maaf saya enggak tau dan baru datang"kata dokter


"enggak apa apa dokter"jawab Bu Ros


"begini Bu, bayi nya Alhamdulillah sehat dan selamat "penjelasan dokter pada Bu Ros


"ibu nya juga sekat kan dokter?"tanya Bu Ros


sebelum nya kami minta maaf karena keadaan ibunya Kom tapi sudah di bawa di ruang ICU"kata dokter


"apa dokter... jadi Dewi masih dalam pemulihan"tanya Bu Ros


"iya Bu sudah bisa di jenguk tapi satu satu aja tidak boleh terlalu ramai yang lihat"kata dokter menjelaskan.


Bu Ros pun langsung menuju ruangan ICU di temani oleh Kalisa. Di dalam hati Bu Ros merasa sedih melihat keadaan anaknya, takut karena takut terjadi apa apa pada putrinya dan senang karena cucu nya sudah lahir dengan selamat.


"ma...satu satu yang boleh masuk, mama aja duluan",kata Kalisa pada Bu Ros


Kalisa yang melihat mamanya sedih dan belum mau ke dalam ruangan ICU akhirnya dia yang masuk duluan dengan memakai baju


Kekhususan untuk pembesuk yang akan masuk kedalam ruang ICU diharuskan memakai gaun luar yang sudah disediakan oleh rumah sakit apakah itu berwarna hijau polos, biru atau berwarna putih, gaun luar ini berfungsi sebagai penutup bagi seluruh pakaian yang dipakai pembesuk dari atas sampai kebawah.


Di dalam ruangan Kalisa melihat kakaknya Dewi berbaring di tempat tidur. Di dekati nya kakak perlahan, seperti tak percaya kejadian ini menimpa dirinya. Baru beberapa jam saja mereka berdua saling curhat di kamar tidur mereka.


Ternyata Dewi sudah mulai sadar dan memanggil Kalisa."dek...sini" panggil Dewi dengan suara pelan,Kalisa pun mendekat."sssstttt... kakak istirahat saja jangan Benyak bicara dulu biar cepat sembuh"kata Kalisa


"waktu kakak tidak lama lagi... titip anak dan suami kakak, tolong jaga mereka"kata Dewi pada adiknya


"kakak tidak boleh bicara seperti itu, kakak pasti sembuh, hiks...hiks... hiks"kata Kalisa sambil menangis


"Kamu... harus... janji... jaga... anak ...dan..


suami.... kakak..."kata Dewi lagi dengan suara perlahan dan nafas tersendat-sendat


Karena Kalisa yang tidak tega melihat keadaan kakaknya yang menunggu jawaban dari dirinya akhirnya menjawab"ya...kak, Kalisa berjanji.tapi kakak janji cepat sembuh ya..."kata Kalisa


Dewi hanya tersenyum mendengar jawabannya Kalisa mungkin jawaban sesuai keinginan nya .

__ADS_1


Tiba tiba Bu Ros mendekati ke dua putri nya"Dewi kami harus cepat sembuh nak"kata Bu Ros.


"ma...Dewi... sudah... enggak...kuat..."jawab Dewi


Mendengar jawaban dari putrinya membuat Bu Ros merasa dunia menjadi hitam."mama...anak dan mas Reza sudah Qu titipkan dengan Kalisa, sampai kan pesan ini pada mas Reza karena kami mungkin tidak bisa berjumpa lagi"kata Dewi.


"kamu tidak boleh bicara seperti itu, sebentar lagi kamu pasti akan sembuh hiks...hiks...hiks"jawab Bu Ros


"ma... Dewi sudah tidak kuat......."kata Dewi menghembuskan nafas terakhirnya...


"Dewi...bangun...hiks... hiks.."kata Bu Ros


Sementara Kalisa memencet bel pasien supaya perawat datang memberikan pertolongan, dan di pegang nya pergelangan tangan memeriksa denyut nadi Dewi."ya.. Allah.. bangun kak"kata Kalisa


Perawat sudah datang dengan cepat"ibu dan mba mohon tunggu di luar, biar kita beri pertolongan untuk pasien"perintah perawat.


"baik suster, tolong selamatkan anak saya"kata Bu Ros


"insha Allah Bu, tolong ibu mendoakan pasien"jawab salah satu perawat yang menangani Dewi


Bu Ros dan Kalisa menunggu di luar, saat di depan pintu mereka berpapasan dengan dokter yang menangani Dewi tadi"mohon selamat kan anak saya dokter"kata Bu Ros memohon pada dokter sambil menangis.


"iya Bu, di do'akan anaknya ya..."jawab Dokter sambil memasuki ruangan ICU.


Bu Ros dan Kalisa pun menunggu di depan ruangan sambil berjalan mondar mandir di depan ruangan tersebut, mereka menunggu hasil pertolongan untuk Dewi di dalam


BERSAMBUNG


*****


Jangan Lupa


Like... like...like ..


add favorit...


Komentar yang membangun


vote...vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2