
Pak Dharma dan Bu Ros ikut mengantar anak bungsu mereka ke rumah menantunya, walaupun Reza bukanlah orang yang asing bagi mereka.Jadi dua mobil yang bergerak dari pak Dharma menuju rumah sang menantu.
Ternyata di rumah yang di tuju Bu Ani sudah menunggu kedatangan pengantin baru tersebut. Dia sudah sibuk dari pagi mempersiapkan hidangan untuk mereka, dan feeling nya sang besan pasti juga ikut mengantar ke rumah.
Kalisa sendiri untuk pertama kali menginjakkan kaki di rumah Reza dan sang kakak yang sudah tiada. Jadi dia sedikit penasaran rumah mereka.
Sampai di rumah ternyata Bu Ani sudah sibuk menyambut kedatangan mereka.
"Alhamdulillah... kalian sudah sampai"kata Bu Ani mendekati Kalisa.
"iya...ma..."jawab Kalisa dan menyalim tangan ibu mertua nya itu sementara Salsa yang bawa Bu Ros di mobil pak Dharma.
"Selamat datang di rumah ini ya... semoga kalian adem tinggal di sini"kata Bu Ani.
"A...min..."jawab Kalisa dan di ikuti Reza dari bagasi mobil.
Sementara Reza yang lagi mengeluarkan semua koper baju Kalisa dan peralatan Salsa tentunya. Karena Salsa yang baru pertama kali ke rumah Reza maka Bu Ani mengambil bedak dan memakaikan ke Salsa.
"cucu opung baru ini ke rumah papa kan,jadi di kasi bedak biar cantik"kata Bu Ani pada cucunya yang lagi di gendongan Bu Ros.
"a...min...cucu opung biar cantik"jawab Bu Ros
"ayo kita masuk ke dalam"ajak Bu Ani.
Mereka pun masuk ke dalam rumah bersama,
Kalisa yang pertama kali memasuki rumah tersebut memperhatikan di sekeliling ruangan.
Seperti nya Reza belum ada merubah semua interior rumah, masih ada foto yang punya rumah. Ada foto Reza dan almarhumah Dewi di sana, perasaan Kalisa melihat foto tersebut tentu nya sedih karena dia teringat dengan kakak nya yang selama ini jadi teman curhat nya.
Bu Ros melihat Kalisa yang lagi memperhatikan foto di ruang tamu tersebut mendekati anak nya."kamu sedih melihat foto tersebut?"tanya Bu Ros
"sedikit ma...tapi bagus kok foto nya"jawab Kalisa.
Bu Ani yang melihat ibu dan anak memperhatikan foto di ruang tamu pun ikut nimbrung bersama mereka."kalisa kenapa? kamu sedih melihat foto itu?"tanya Bu Ani.
"enggak kok ma... jadi ingat almarhumah aja"jawab Kalisa
"kalau kamu merasa sedih melihat foto itu, nanti biar mama minta tolong Reza untuk menurunkan foto itu dan di ganti dengan foto kalian"kata Bu Ani.
__ADS_1
Sebenarnya Kalisa tidak mempermasalahkan foto itu karena memang ini adalah rumah Reza dan kakaknya dulu, tapi untuk pertama kali masuk rumah tersebut kok jadi sedih."enggak usah di turunkan ma...Kalisa enggak masalah kok, hanya sedikit sedih aja melihat nya"jawab Kalisa.
Bu Ros mendengar perkataan besan dan anaknya pun punya inisiatif dan solusi yang tepat."betul kata Kalisa besan, jadi lebih baik kalau foto Kalisa dan Reza di sebelah nya. Jangan di turunkan, bagaimana Kalisa?"kata Bu Ros memberi ide.
"betul juga ide mama"jawab Kalisa.
"iya besan saya juga setuju kalau seperti itu"kata Bu Ani.
Reza yang membawa koper yang sudah di turunkan dari mobil melangsir untuk memasukkan ke dalam rumah dan dia melihat Kalisa dan para mama lagi di ruang depan atau tamu."Reza...nanti foto kamu dan Kalisa pajang di sebelah foto ini"kata Bu Ani pada anaknya.
"iya...Mak... nanti kita pajang di sebelah foto itu"jawab Reza yang tidak konsentrasi dengan perkataan mamanya.
"ya... sudah sekarang kita makan aja dulu,kan sudah masuk waktu makan siang"ajak Bu Ani pada semua nya termasuk pak Dharma yang sudah ada di dalam ruang tersebut.
"perasaan baru aja tadi kita sarapan kok sudah makan siang ya... memang waktu cepat kali berlalu"kata Bu Ros yang mendengar sang besan mengajak makan siang.
"iya...ya...ma... perasaan baru makan pagi, bentar aja ma... lebih baik kita Zuhur dulu baru makan, bagaimana ayah?"kata Kalisa menanyakan pada pak Dharma.
"kamu jangan tanya sama ayah dong, tanya sama suami mu"jawab pak Dharma.
Jawaban dari ayahnya membuat Kalisa ingat kalau dia sudah menikah dengan Reza,tadi sedikit amnesia dia."bang Reza bagaimana?"tanya Kalisa pada suaminya dengan sedikit malu karena baru di ingatkan dari sang ayah.
Reza dan pak Dharma pun keluar rumah untuk menuju mesjid"kami ke mesjid dulu ya..."kata pak Dharma pada orang yang di rumah.
"ya... hati hati di jalan"jawab Bu Ros.
Sementara Reza hanya senyum pada Kalisa yang jalan sama ayah nya dan Kalisa pun membalas senyuman Reza dan membuat Bu Ani menggoda menantunya."kok enggak Salim sama suami? lain kali di Salim"kata Bu Ani
"malu lah karena ada kita besan"kata Bu Ros
"iya...juga...ya..."jawab Bu Ani
Kalisa hanya diam dan tersenyum saja mendengar interaksi ke dua mama tersebut.
"hoek... hoek...hoek..."
suara Salsa membubarkan menggoda Kalisa,
"Kalisa buat susu dulu untuk salsa" mengambil perlengkapan susu anaknya.
__ADS_1
"cucu oma... sebentar ya ...mama lagi buat susu"kata Bu Ros yang masih menggendong bayi Salsa.
"saya mempersiapkan untuk makan siang kita dulu ya besan"kata Bu Ani pada besannya.
"ya..."Jawab Bu Ros yang sambil menenangkan cucu nya
Tak sampai dari tiga menit susu sudah siap di buat dan Salsa minum susu di gendongan nya.
"kamu rapikan saja dulu perlengkapan salsa di kamar bayi, nanti kalau sudah ada Reza baru pakaian kamu dan Reza di kamar kalian"kata Bu Ros pada putrinya.
"ya...ma..."jawab Kalisa yang membawa koper dan tas tangan salsa.
Masuk ke dalam kamar bayi yang ternyata sudah di dekorasi memang untuk anak perempuan, nuansa merah muda di dalam kamar tersebut. Kain gorden yang berwarna merah muda juga, tempat tidur lima kaki ada di sana dengan seprai nuansa princess."cantik"itu kata yang keluar dari mulut Kalisa.
Di ambil nya koper dan di susun baju, kain dan popok sekali pakai di sana. Semua di masukkan, sementara boneka Salsa tersusun di atas tempat tidur. Pelengkapan setelah mandi dan susu di susun saling berhadapan tidak berdekatan dan sementara perlengkapan mandi di letakkan di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.
Setelah semua selesai ternyata ada yang memanggil nya
"Kalisa...kamu lagi ngapain?"
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1