Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.33


__ADS_3

Prov Kalisa


Setelah ayah membiarkan tentang pesan terakhir kak Dewi pada saat 40 hari setelah kepergian nya, aqu harus bisa mengabulkan permintaan terakhir kak Dewi.


Ayah sudah memutuskan untuk hari pernikahan qu dengan bang Reza, bagaimana nanti hubungan kami berdua? aqu juga belum mengenal suami kakak ku itu yang sebentar lagi menjadi suami. mimpi apa ya...aqu ?


Pulang dari desa terpencil menjadi bidan PTT sekarang mau menikah dengan abang ipar sendiri plus ada anak satu, bisa di katakan Duren.


Niat hati pulang ke kota mau menikah dengan pujaan hati Rendi, tapi mungkin bukan jodoh qu menikah dengan Rendi tapi dengan bang Reza.


Karena amanah dan juga orang tua merestui aqu terima saja pernikahan ini. Mana mungkin mama dan ayah merestui qu dengan Reza kalau dia tidak baik? tidak cocok untuk pendamping diri qu kelak.


Apa lagi ada Salsa antara kak Dewi dan Reza, cucu mama dan ayah. kalau bang Reza menikah dengan orang lain pasti salsa akan di bawa dan semakin jauh lah nanti dengan keluarga kami.


Akhirnya qu terima saja pernikahan ini, untuk masalah cinta aqu yakin bisa tumbuh sendiri nya.aqu juga yakin kalau 'orang yang menikah dengan kita pasti akhirnya akan saling cinta tapi orang yang saling mencintai belum tentu ke jenjang pernikahan'.


Semalam bang Reza chat aqu mau minta apa mahar pernikahan kami tapi aqu juga bingung mau minta apa? karena belum ada kepikiran mau apa juga. Aqu yakin bang Reza bisa mengabulkan permintaan qu karena di kantor ayah dia tangan kanan ayah dan mempunyai jabatan,mana mungkin tidak bisa mengabulkan permintaan qu.


Malam tadi juga waktu membuat air panas untuk susu Salsa tengah malam, aqu tak sengaja tertidur di ruang keluarga. Tiba tiba sudah ada di kamar saja saat sadar, tidak bisa qu bayangkan berapa malu nya aqu saat tau bang Reza yang menggendong qu ke kamar.


Hari Sabtu seperti biasa ayah libur dan bang Reza juga. Semalam kami janjian mau ke mall cari mahar untuk qu karena hanya itu yang di tekankan mama padanya yaitu menyiapkan mahar untuk qu.


Jadi karena itu aqu mau tanya sama mama hari ini ada acara atau tidak, mudah mudahan mama dan ayah tidak ada undangan acara menghadiri pesta pernikahan.


Mudah mudahan saja tidak keluar ayah dan mama, tapi kenapa aqu seperti kesenangan kalau mereka tidak pergi? seperti aqu sangat berharap bisa jalan dengan bang Reza.


ya... Allah... kenapa aqu seperti kesenangan begitu? apakah aqu sudah mulai menyukai bang Reza?


Dari segi penampilan dia ya... oke, orang nya tinggi kulit putih, hidung mancung dari segi badan yang perfect dan satu lagi dia itu Duren,


he...he...he...


Pagi hari mama sudah menyiapkan sarapan bersama mba yang kerja di rumah, setelah itu menyiapkan sarapan untuk ayah dan bang Reza juga ikut sarapan bersama. setelah selesai sarapan baru bang Reza menggendong Salsa berjemur di halaman rumah, lalu aqu pun sarapan bersama mama.


tok...tok...tok..


suara ketukan pintu, walaupun pintu kamar sengaja di buka agar bang Reza bisa melihat anaknya.


"masuk aja bang, aqu lagi memakai baju salsa karena baru saja selesai mandi"

__ADS_1


bang Reza ternyata sudah ada di sebelah saat aqu ngomong sedikit terkejut juga sih, kenapa belakangan ini aqu sedikit berdebar kalau dekat dengan nya? apa aqu sudah mulai menyukai nya? aduh Kalisa... jangan terlalu lebay deh...


"Salsa sudah mandi? aqu mau membawa nya berjemur"kata Reza


"iya... sudah mandi, sekarang sudah bisa di gendong. iya kan Salsa???", jawab Kalisa dan juga menanyakan pada salsa seolah dia mengerti.


Bang Reza mengambil Salsa dari tempat tidur dan berkata"Kalisa...jadi nanti kita keluar?"


aqu bingung menjawab karena belum menanyakan pada mama


"bentar bang...aqu tanya mama dulu.. kalau oke qu kabari ya..."jawab


"ya...atau biar aqu aja yang ngomong sama ayah"kata bang Reza tapi aqu enggak mau biar aqu aja yang ngomong.


"enggak usah biar aqu saja"qu jawab bang Reza.


Bang Reza keluar menggendong Salsa dan tak berapa lama aqu juga jalan keluar sambil membawa pakaian kotor salsa tadi malam, kirain mereka sudah keluar jalan duluan jadi aqu pun jalan tanpa melihat ke depan.


tiba tiba aqu tak sengaja menabrak bang Reza yang ternyata kembali ke kamar.


"Brug"


kamu berdua jatuh, aqu di posisi di atas bang Reza.


berdebar aqu saat kami saling bertatapan dan terdiam beberapa detik dan tiba tiba aqu ingat dengan salsa.


"Astaghfirullah hal'azim...maaf bang...mana salsa?"tanya qu pada saat melihat bang Reza di posisi bawah, apakah salsa jatuh juga? tapi tidak ada tangisan bayi.


Bang Reza bangkit dan duduk sementara aqu mengikuti gerakan nya" Kalisa... bagaimana aqu bisa bangun kalau kamu bengong gitu"


"maaf... maaf..."aqu cepat cepat duduk di depannya.


"salsa dengan ayah, aqu masuk ke kamar karena mau ambil pakaian kotor salsa yang tadi qu lihat di sudut sana"kata bang Reza.


Sedikit lega rasanya mendengar jawaban bang Reza"Alhamdulillah... kalau begitu, maaf tadi aqu enggak lihat ke depan"jawab qu yang seperti kurang tenaga.


"mungkin karena efek belum sarapan, ya sudah kamu sarapan sana...mama seperti nya sudah menunggu kehadiran putri nya"


"oh...iya bang, tolong bawakan pakaian kotor Salsa. aqu mau sarapan dulu.."

__ADS_1


Aqu pun bergegas ke ruang makan untuk sarapan dengan mama, kami pun makan sambil ngobrol berdua


"ma... hari ini ada rencana pergi?"tanya qu dengan mama qu


"ada...tapi sepertinya malam"


mendengar jawaban mama seperti mendapat angin surga.


"ma...aqu dan bang Reza mau keluar mau cari sesuatu untuk mahar pernikahan."


mendengar jawaban qu seperti nya mama senang, terbukti wajah mama senyum dan langsung menjawab"ya sudah kalian pergi saja, salsa biar sama mama dan ayah"


"baik ma... terima kasih"


"Kalisa...mahar apa yang kamu minta dengan Reza?"


"belum tau ma..."


"coba kamu pikirkan, biasanya mahar itu berupa perhiasan seperti emas. kenapa emas? karena sebagai sebuah keluarga mana tau suatu saat nanti kita perlu sesuatu yang penting, kalau emas bisa di jual cepat. Tapi kasus seperti itu seorang istri harus ikhlas tanpa ada paksaan dari suami"mama memberikan wejangan di pagi hari.


"oke ma...Kalisa paham,tapi nanti qu pikirkan sebaiknya mau apa"jawab qu pada mama tercinta.


Sambil makan ngobrol tanpa sadar makanan di piring qu sudah habis semua, begitulah kalau kita ngobrol yang penting sambil makan tanpa di sadari makanan di piring sudah pindah ke perut semua.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2