
Besok hari nya Reza dan Kalisa dari pagi sudah bersiap mau pulang ke rumah Reza karena mereka juga mau bertemu dengan Bu Ani yang mau kembali ke tempat anak perempuan yang baru melahirkan, jadi Bu Ani tidak bisa berlama lama di rumah Reza.
Suasana di kamar Kalisa sudah heboh karena Reza yang lagi paking barang Kalisa yang mau di bawa ke rumah nya
"Kalisa ini semua yang mau di bawa?"tanya Reza.
"enggak harus semua hari ini, kan bisa di cicil aja ngambil nya. Yang bagian sana itu yang penting"jawab Kalisa yang sambil menunjuk perlengkapan yang harus di bawa.
Perlengkapan Kalisa dan Salsa tentunya banyak dari perlengkapan mandi Kalisa dan Salsa sudah satu tas ukuran sedang kalau bepergian. Belum lagi baju rumah dan pergi Kalisa serta baju untuk salsa sudah masuk dua koper besar, membuat Reza geleng kepala.
"ternyata jadi banyak juga yang mau kita bawa"kata Reza pada Kalisa yang lagi memandikan Salsa.
"kalau baju aqu enggak harus semua nya, nanti kalau kemari bisa di ambil. atau kalau butuh kali kalau baju rumah bisa pakai punya abang aja"kata Kalisa.
"oh...iya... kalau baju tidur bisa qu beli aja lingerie"jawab Reza
Kalisa yang mendengar jawaban dari suaminya pura pura enggak mendengar tapi pipinya merah merona karena malu.
"mau kan di belikan"goda Reza pada istrinya.
"beli apa?"tanya Kalisa berpura tidak tau maksud suaminya.
"ya sudah qu belikan saja nanti"jawab Reza.
"mau beli apa sih ?"tanya Kalisa lagi
"tenang aja, nanti pasti di belikan sesuatu", jawab Reza.
Bu Ros masuk ke kamar untuk melihat persiapan pengantin baru yang mau pindah ke mereka. sebenarnya Bu Ros berat melepaskan putrinya,tapi bagaimana lagi?
Kalisa sudah menikah jadi harus ikut di mana suami tinggal.
"Kalisa...jadi kalian hari ini pindah?"tanya Bu Ros yang memasuki kamar dan melihat Reza yang lagi menyusun baju ke dalam koper.
"jadi ma..."jawab Kalisa.
"banyak juga barang mu ternyata, waktu kamu pergi ke daerah terpencil perasaan mama tidak terlalu banyak barang mu. Tapi pindah dalam satu kota aja kok banyak barang bawaan"kata Bu Ros.
Reza dan Kalisa saling pandang mendengar perkataan Bu Ros
"mama bisa aja, waktu itu Kalisa belum tau bagaimana lokasi dan tempat nya. Tapi sekarang ini kan beda ma..."jawab Kalisa.
"maksud mu beda bagaimana?"tanya Bu Ros sambil mengerutkan kening mencoba menelaah perkataan Kalisa.
__ADS_1
"maksud Kalisa gini ma... karena sudah tau mau pindah ke tempat bang Reza jadi ngapain juga bolak balik, walaupun nanti kami akan ke sini setidaknya seminggu sekali. iya kan bang?"kata Kalisa.
"iya...ma...insha Allah kami akan sering berkunjung ke sini"jawab Reza dengan sedikit agak gugup.
"janji ya..."kata Bu Ros di hadapan Kalisa
"iya...mama...janji"jawab Kalisa sambil memeluk mamanya.
Pelukan erat antara ibu dan anak sehingga membuat ke duanya menangis tanpa mereka sadari.
"mama jangan sedih gitu, nanti Kalisa enggak tentang di sana.pikiran mau pulang aja ke sini"kata Kalisa.
"biarin aja, namanya mama rindu"jawab Bu Ros.
Pak Dharma mencari keberadaan istri yang dari tadi tidak di temukan nya, jadi terakhir dia mencari ke kamar Kalisa. Dan dari pintu sudah melihat Reza yang lagi sibuk beresin barang.
"Reza...kamu lihat mama ?"tanya pak Dharma yang berdiri di depan pintu.
"oh...mama...ini ada ayah... masuk aja"jawab Reza.
Pak Dharma yang di persilahkan masuk lalu dia langsung aja masuk kamar, di lihatnya di dekat tempat tidur dan ternyata ibu dan anak sudah melepaskan pelukan mereka tadi.
"mama...dicariin dari tadi, ternyata ada di kamar manten"kata pak Dharma.
"mama tadi mau lihat persiapan mereka, eh...malah mama nimbrung jadi nya"Bu Ros menjelaskan.
"biasa lah ma...perut ayah sudah keroncongan"jawab pak Kusuma.
"astaghfirullah hal'azim.. ayah...mama kok jadi kelupaan. padahal tadi mau ngajak pengantin baru untuk sarapan"jawab Bu Ros.
"ya .. sudah...tapi sudah tersedia di meja makan?"tanya pak Dharma pada istrinya.
"iya lah ayah...tadi sudah tersedia semua nya"jawab Bu Ros.
Mereka pun keluar dari kamar mau sarapan pagi di ruang makan.
Pagi ini mereka makan bersama, agak sedikit hening kali ini mereka sarapan, semua tenggelam dengan pemikiran masing masing.
Padahal di meja makan hari ini masakan spesial yang di masak Bu Ros yaitu soto Medan yang lezat di tambah pergedel kentang dan ikan teri sambal merah.
Pak Dharma sudah selesai makan, dia mengambil Salsa dari kamar. Di gendong nya Salsa karena setelah ini dia akan ke rumah papa nya. Tidak ada lagi tangisan bayi tengah malam, pagi hari dan saat dia pulang kerja.
Ada rasa tidak rela cucu nya di bawa, tapi bagaimana lagi? Reza sebagai orang tua lebih berhak dengan anaknya dari pada dia hanya seorang kakek bagi Salsa. Di gendong nya keluar kamar dan mondar mandir menggendong cucu tersayang tersebut.
__ADS_1
Bu Ros mendekati suaminya yang lagi menggendong cucu mereka."ayah... kenapa di gendong terus Salsa?"tanya Bu Ros.
"ma... mulai sore ini rumah kita sepi lagi...Salsa akan ikut dengan Reza dan Kalisa"kata pak Dharma.
"bagaimana lagi ayah ? memang seharusnya seperti itu, nanti kita bisa ke rumah mereka dan mereka juga akan ke sini"jawab Bu Ros menghibur suaminya.
"betul juga kata mama, tapi kan akan lain suasananya"kata pak Dharma lagi.
"kita nikmati saja suasananya, jangan sedih gitu. Enggak enak di lihat Kalisa dan Reza, memang sudah seharusnya mereka pindah. Sudah lama rumah Reza di tinggal"kata Bu Ros.
"iya ma... kita nikmati saja semua ini"jawab pak Dharma.
Sementara di meja makan tinggal Reza dan Kalisa yang masih di sana, Aldo juga sudah dari tadi sudah meninggalkan ruang makan.
"Kalisa... seperti nya ayah sedih melihat kita pindah"kata Reza.
"iya... tapi bagaimana lagi? Abang yang mau cepat kita pindah."jawab Kalisa.
"rumah sudah lama di tinggal, aqu mau kita memulai rumah tangga di rumah kita. kalau lama di sini aqu sungkan"jawab Reza.
"enggak apa apa kok bang, aqu ngerti maksudnya abang"jawab Kalisa.
"Alhamdulillah kalau kamu ngerti,kita mulai semua nya dari nol"kata Reza.
"ada ada aja seperti di SPBU saja, kita mulai dari nol ya pak"kata Kalisa
wkwkwkwk...
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏