Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.102


__ADS_3

Pergi ke kantor kali ini pak Dharma bersama Bu Ros dan Aldo. Karena masih pagi jadi Bu Ros ikut ke kantor pak Dharma.


"ayah... nanti tolong antar ke tempat mama janjian ya..."kata Bu Ros.


"ya...tapi ayah enggak bisa antar, nanti Aldo atau supir kantor saja yang ngantar mama"kata pak Dharma.


"terserah lah... yang penting sampai ke tempat tujuan dengan selamat"kata Bu Ros.


"oke..."jawab Aldo karena kasian melihat mamanya yang semangat untuk menjodohkan nya.


Aldo melihat mamanya di kaca spion belakang, terlihat Bu Ros yang lagi mengutak atik Hp di tangan nya."mama jumpa dengan Bu Mariana paling mau menjodohkan aqu dengan anak temannya itu"kata aldo dalam hati.


Sampai di kantor pak Dharma dan istri saling bergandengan tangan dengan mesra, sehingga membuat orang yang lain pada baper"salut ya... sudah tua tetap mesra.."kata orang yang melewati mereka.


Aldo yang mendengar perkataan mereka tersenyum."Alhamdulillah... orang tua qu jadi contoh yang baik untuk orang yang masih muda, termasuk juga contoh untuk qu"kata Aldo dalam hati.


Mengikuti orang tua nya dari belakang menuju lift, tapi ada jumpa dengan seseorang. maka diapun mendatangi orang tersebut."teman nya Reza kemarin?"kata aldo.


"iya...saya mau ketemu dengan Reza"kata Nindy.


"maaf...Reza masih sibuk, enggak bisa di ganggu"jawab Aldo.


"oh...ya sudah"kata Nindy


"ada pesan? biar saya sampaikan"kata Aldo.


"tidak...terima kasih"kata Nindy.


"ya sudah...tapi kalau tentang rumah... saya bisa bantu dan dapat harga miring"kata Aldo lagi.


"enggak usah... terima kasih"kata Nindy berlari keluar kantor.


Sementara di atas Bu Ros sudah berada di ruangan pak Dharma."jam berapa mama mau diantar?"tanya pak Dharma.


"jam 9 saja... karena kami janji jam 10"kata Bu Ros.


"oke...tapi supir yang antar"kata pak Dharma.


""ya sudah lah, siapa pun jadi"kata Bu Ros.


"Aldo tadi mana ayah..."tanya Bu Ros


"paling dia di ruangan Reza sambil diskusi biasanya"jawab pak Dharma.


"ayah...kenapa enggak di siapkan?"kata Bu Ros.


Pak Dharma melihat istrinya yang khawatir.


"mama...Aldo masih training , jadi sabar."kata pak Dharma

__ADS_1


"oke deh ayah"jawab Bu Ros


Tak berapa lama jam sembilan lewat,jadi pak Dharma memutuskan sebentar saja di sana"kata .


Di bawah ternyata supir sudah menunggu jadi melihat satpam dengan segera mendekati adiknya."kakak pulang? jangan pulang dulu,"kata Aldo


Pak Dharma yang memang tidak sempat mengantar, jadi Bu Ros di antar oleh supir.


Bu Ros pun pergi sambil mengambil air wudhu."pelan pelan saja,insha


Sudah jam 10 jadi saat Bu Ros bertemu dengan Bu Mariana. Sampai di sana ternyata Bu Mariana juga belum sampai, akhirnya Bu Ros mencari tempat mereka berdua.


Di ujung saja jadi tidak ada yang melihat mereka karena kedua orang tersebut mau bernostalgia.


Tak berapa lama Bu Mariana sampai juga akhirnya."Assalamualaikum... maaf saya sedikit terlambat"kata seseorang.


"wa'alaikum salam..ya sudah...aqu juga sampai kok"jawab Bu Ros.


"Ros...tadi kamu langsung pesan semua ini?"tanya Bu Mariana.


"iya...biar enak kita ngobrol tanpa ada yang mengganggu"kata Bu Ros.


"betul sih apa kamu omongkan"kata Bu Mariana.


Kedua sahabat tersebut senang sekali bisa jumpa, sudah dua puluh tahun lebih mereka tidak pernah jumpa, setelah jumpa? pasti sangat senang perasaan mereka berdua.


Sambil makan Bu Ros bertanya pada sahabatnya tersebut"tadi kamu ke sini naik apa?"tanya Bu Ros


"lho...kenapa enggak di ajak saja ikut sekalian"tanya Bu Ros


"kata Nabila kalau dia ikut, reuni berdua jadi tidak seru.lagian dia nanti jadi kambing congek katanya"jawab Bu Mariana.


Pengunjung resto memang belum begitu banyak, kalau pun ada seperti orang kantor yang mau meeting atau pun janjian saja."anak mu berapa Ros?"


"anak qu ada tiga tapi yang nomor dua sudah meninggal waktu melahirkan. jadi si Kalisa yang menggantikan posisi kakaknya"jawab Bu Ros


"oh... syukur saja Kalisa mau,kalau tidak cucu mu pasti susah untuk di jumpai"kata Bu Mariana.


"mungkin lah begitu, jadi anak mu ada berapa?"tanya Bu Ros kembali.


"ada tiga, dua perusahaan dan satu laki laki.Kakaknya Nabila sudah menikah jadi ikut suaminya dan yang paling kecil masih SMA kelas XII dan sebentar lagi tamat"Bu Mariana menjelaskan.


Bu Ros mendengarkan dengan serius lalu mulai mau menyampaikan niatnya."jadi Nabila sudah ada calon pendamping?"tanya Bu Ros


"setahun yang lalu dia sempat bertunangan tapi entah kenapa calon nya meninggalkan tanpa pesan,jadi dia sedikit trauma gitu"kata Bu Mariana.


"wah... kasian sekali kalau begitu, jadi untuk sekarang ini dia enggak ada calon ?"tanya Bu Ros.


"mana mau dia, kalau mau langsung nikah aja katanya. mungkin karena dia trauma. aqu sebagai mamanya juga merasa sedih,tapi bagaimana lagi?"kata Bu Mariana.

__ADS_1


Bu Mariana melihat sahabatnya dan balik bertanya."jadi yang laki laki anak mu yang belum menikah?"tanya Bu Mariana.


"iya Mariana... setelah adiknya menikah baru dia sadar mau menikah, kalau dulu banyak main saja"kata Bu Ros menjelaskan.


"menikah memang tidak bisa di paksakan, kalau sudah siap langsung di laksanakan saja"kata Bu Mariana.


Bu Ros hanya tersenyum mendengar komentar sahabat nya tersebut."jadi untuk saat ini Nabila tidak ada calon kan?"tanya Bu Ros lagi.


"enggak ada... sedih nya aqu sebagai orang tua,tapi bagaimana lagi kalau belum ada jodoh nya"kata Bu Mariana.


"mar... sepertinya aqu ada ide lah..."kata Bu Ros


"ide apa sih...kok aqu jadi penasaran"kata Bu Mariana.


"bagaimana ya...aqu bingung cara menjelaskan!"kata Bu Ros.


"jelaskan saja pelan pelan biar aqu mengerti"kata Bu Mariana.


Bu Ros yang takut sahabat nya itu tersinggung jadi dengan berat hati akhirnya menyampaikan niatnya."bagaimana kalau Nabila di jodohkan dengan Aldo anak qu"kata Bu Ros


Bu Mariana tersenyum mendengar niat baik Bu Ros."maksudnya anak qu dengan anak mu Ros kita jodohkan?"kata Bu Mariana.


"iya... ta'aruf saya dulu, paling lama tiga bulan untuk saling mengenal"kata Bu Ros.


"kalau aqu kamu tanya... setuju saja...tapi bagaimana dengan mereka berdua? apakah mereka setuju?"kata Bu Mariana.


"ya coba kita tanyakan pada mereka berdua! setelah ada jawaban kita jumpa kembali"kata Bu Ros


"baiklah kalau begitu"kata Bu Mariana.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote...vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2