
Kecurigaan Reza pada istrinya tidak begitu dia pikirkan, tapi tetap dia masih mencari informasi. Yang dia lakukan sama seperti biasa pada Kalisa.
Prov Reza
Entah kenapa aqu merasa Kalisa tidak begitu nyaman kerja di puskesmas itu. Makanya beberapa hari ini aqu enggak fokus dalam bekerja, setelah meeting pagi aqu enggak masuk kantor lagi..
Di hari pertama masuk kantor aqu melihat perempuan hamil menyapa Kalisa, tapi dia tidak peduli dengan orang tersebut.
Lalu menangis, waktu di tanya dia belum bisa menceritakan.
Di hari ke dua aqu mengantar Kalisa ke puskesmas ternyata aqu bertemu dengan dokter Lukman. Dia adalah dokter spesialis kandungan, almarhumah Dewi periksa dengan nya.
Kalau dokter Lukman aqu percaya tidak ada hubungan dengan kecurigaan qu. Yang paling aqu curigai adalah si Anita, dan suaminya itu.
Apa lagi pada saat sampai di praktek dokter Lukman, kok dia membukakan pintu mobil Kalisa? padahal istri nya di kursi tengah lagi berjuang untuk melahirkan.
Karena kegelisahan qu maka lebih baik cerita pada mama mertua,mana tau dia ada solusi yang baik. Aqu dan Kalisa menikah memang tidak ada pacaran, karena permintaan almarhumah Dewi dan juga ikatan Kalisa dan salsa yang kuat.
Yang pasti aqu yakin sama Kalisa dia tidak akan mudah tergoda dengan orang lain. Buktinya saat di tempat desa terpencil dia bisa kuat tidak menerima rayuan Iwan anak kepala desa. Semoga saja tidak ada permasalahan antara aqu dan istri.
Prov Author.
Reza pun masuk ke dalam kamar karena dia mau istirahat sebentar sebelum pulang.
Kalisa yang di kamar sudah ganti baju dan menggendong salsa."bang...mau tiduran?"tanya Kalisa
"iya... kepala abang lagi pusing, sebentar lagi kita pulang"kata Reza
"ya sudah...aqu mau bawa salsa keluar dulu, mumpung kami lagi cantik dan wangi"kata Kalisa.
"di depan rumah saja, enggak usah tebar pesona"kata Reza.
Kening Kalisa berkerut mendengar perkataan suaminya."apaan sih bang...siapa juga yang mau tebar pesona, di depan abang saja aqu tebar pesona nya. Kalau tergoda langsung jadi."kata Kalisa.
"langsung jadi apa...?"tanya Reza berpura tidak tau mendekati istrinya.
Kalisa yang sudah bisa menebak gelagat suaminya bergerak cepat keluar kamar"yuk salsa... nanti papamu bisa khilaf , enggak bisa kita tebar pesona "kata Kalisa bergerak keluar.
Reza tersenyum dengan tingkah istrinya, lalu dia tidur di atas king size.
Di depan rumah sambil melihat orang di depan sambil menggendong Salsa, tak berapa lama mobil yang membawa Aldo dan pak Dharma masuk ke dalam halaman.
"eh... kakek dan pakde sudah pulang..."kata Kalisa.
Pak Dharma yang melihat Kalisa dan Salsa tersenyum, sekarang cucu sudah sering di rumah, jadi pulang melihat cucu terasa bersemangat lagi dan hilang capek dari kantor tadi.
"salsa... kakek mandi dulu, masih bau"kata pak darma
"gkgkgkgk..."keluar dari mulut Salsa yang sudah bisa mengenal.
"iya...kakek, eh pakde sudah lama enggak jumpa "kata Kalisa.
__ADS_1
"pakde mandi dulu "kata Aldo.
"cepat ya...aqu ada cerita nih..."kata Kalisa
"cerita apa? tentang suasana kerja di tempat baru?"tanya Aldo.
"pokoknya pasti seru, kalau bang aldo dengar"kata Kalisa.
"kamu ini... membuat penasaran saja, ya sudah mandi kilat nih..."kata Aldo masuk kamar dengan cepat karena penasaran dengan cerita sang adik.
Kalisa yang masih di halaman bersama Salsa tak lama pak Dharma sudah keluar, kelihatan kalau dia baru mandi dan mengambil cucu dari tangan anaknya.
"Reza mana ? sudah dua hari dia menghilang setelah jam istirahat"kata pak Dharma.
"oh...maaf ayah, dia menjemput Kalisa pulang kerja.
"kamu kenapa di jemput? di tempat terpencil saja enggak ada saudara kamu bisa,apa lagi hanya beberapa ratus meter saja dari rumah"kata pak Dharma.
"iya ayah... maaf, insha Allah besok enggak seperti itu lagi."kata Kalisa
"mmmhhh...sama kakek kita jalan ya..."kata pak Dharma membawa cucu nya.
Aldo yang sudah selesai berpakaian pun mencari keberadaan adiknya. "Kalisa...kamu mau cerita apa?"tanya Aldo sambil duduk di kursi teras rumah.
"tentang tempat kerja baru qu"kata Kalisa
"kenapa tempat kerja mu? ada masalah?"tanya aldo
"di tempat kerja baru qu tenyata Anita juga bertugas di sana "kata Kalisa menjelaskan.
"apa...si Anita? jadi kamu jumpa juga dengan si Rendi brengsek itu "kata Aldo.
"iya....Anita sepertinya merasa bersalah dan terus meminta maaf sama qu"kata Kalisa
"trus bagaimana?"tanya Aldo penasaran.
"ya...qu maaf kan lah, mana mungkin tidak.nanti aqu pula yang berdosa "kata Kalisa
Aldo melihat adiknya dengan serius.
"oh... pantesan Reza dua hari ini jemput kamu terus ya... sampai sampai ayah marah, karena dia itu menjabat posisi penting di kantor "kata Aldo
"maaf... kalau begitu aqu yang salah "kata Kalisa
"berarti Reza punya feeling makanya dia menghilang setelah jam istirahat"kata Aldo.
Kalisa yang merasa bersalah bercerita dengan abangnya."mungkin karena di hari pertama aqu kesal melihat Anita, sehingga membuat aqu menangis."Kalisa menjelaskan
"kamu sih... seperti anak sekolah yang baru pindah sekolah"kata Aldo.
"itu terjadi begitu saja, tanpa di rencanakan kok"kata Kalisa membela diri.
__ADS_1
Aldo yang masih penasaran bertanya lagi.
"jadi kamu sudah jumpa dengan si Rendi?"tanya Aldo.
"sudah...tadi kami jumpa di rumah makan secara tidak sengaja "kata Kalisa.
"kok bisa..."
"tadi kami makan siang di rumah makan Padang,. untung saja aqu sudah siap makan saat pelayan restoran mengumumkan kalau ada seorang ibu mau melahirkan mencari suami nya. Saat di sebutkan nama Anita, aqu pun langsung melihat nya. Dan ternyata dia adalah Anita."kata Kalisa menjelaskan.
Abang dan adik itu cerita seperti sahabat bestie."jadi kamu tolong dengan membawa nya ke rumah sakit kan?"kata Aldo.
"kok bang Aldo tau sih..."kata Kalisa
"nebak saja,eh... ternyata betul"kata Aldo
"aqu dan bang Reza mambawa ke praktek dokter spesialis yang biasa menangani nya"kata Kalisa.
"jadi si Rendi ikut juga di mobil?"tanya Aldo penasaran.
"dia naik sepeda motor mengikuti kami dari belakang "kata Kalisa
"kirain di dalam mobil yang sama "kata Aldo.
"bang Aldo harus tau nih... saat sampai di depan praktek dokter si Rendi itu malah membukakan pintu mobil qu,bukan istrinya yang lagi menahan sakit "kata Kalisa.
"huh...jangan bermain api dia, bisa berurusan dengan qu"kata Aldo yang juga emosi.
Tiba tiba ada suara dari dalam "siapa yang bermain api?"
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat...
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏