Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.15


__ADS_3

Di kamar Reza mau melihat isi HP mendiang istrinya Dewi,tapi karena masih kosong isi baterai nya jadi di tinggal Reza saja dulu. Karena ke lamaan akhirnya dia tertidur di sebelah Aldo abang iparnya itu sampai pagi.


Pagi harinya di rumah pak Dharma sudah terdengar suara tangisan bayi, Kalisa sudah sibuk juga mengurusi Salsa dari pagi sampai malam lagi.Reza yang mendengar suara anaknya mau mengambil anaknya tapi Salsa berada di kamar Kalisa, mau masuk juga segan karena belum begitu akrab dengan iparnya itu, ketemu juga pada saat acara makan malam keluarga sebelum kecelakaan terjadi.


Reza hanya menunggu di luar kamar,mana tau Kalisa keluar untuk sarapan pagi jadi bisa melihat Salsa. Tapi ternyata sampai jam 8 Kalisa tidak keluar kamar juga, pak Dharma melihat Reza yang mondar mandir di depan Kalisa menegurnya",Reza ngapain di sini? sarapan dulu kita"ajak pak Dharma


"itu...ayah...mau lihat Salsa"jawab Reza.


"oh... sarapan aja kita dulu, biasanya sebentar lagi Kalisa pun buka kamar dan jendela, lalu memandikan Salsa. Setelah selesai semua nanti mama-mu yang gantian jaga"jawab pak Dharma.


Mereka pun ke ruang makan untuk sarapan pagi dahulu yang sudah di siapkan Bu Ros, Aldo ternyata sudah duduk di meja makan. Sarapan nasi goreng pakai telur mata sapi beserta kerupuk. Mereka pun bersantap bersama Bu Ros juga ikutan.


Masih keadaan sarapan pagi tiba tiba Kalisa keluar kamar membawa Salsa dalam gendongan nya."Kalisa kita sarapan bersama sekalian"ajak Bu Ros


"iya mama, Kalisa juga sudah lapar. Tapi hari ini salsa sedikit rewel mau-nya dekat terus.Ini baru minum susu biasa-nya bisa di tinggal sarapan, tapi dia minta di gendong terus."cerita Kalisa.


ambil nasi mu makan di ruang keluarga aja biar bisa makannya lesehan. Kamu tunggu aja biar mama yang ambilkan."perintah Bu Ros.


Kalisa pun berpindah ke ruang keluarga, Bu Ros mengambilkan makanan untuk Kalisa. Ternyata Reza sudah selesai makan."ma...biar saya aja yang mengantarkan makanan Kalisa"kata Reza.


"oh...iya, tolong antarkan pada Kalisa"kata Bu Ros."ya... Allah permudah lah jalan untuk menyampaikan wasiat terakhir Dewi"kata Bu Ros dalam hati.


Yang tau wasiat Dewi hanya Bu Ros dan Kalisa, tapi yang menyampaikan tentu nya Bu Ros selaku mama Dewi, mana mungkin Kalisa yang menyampaikan wasiat itu, apa lagi langsung pada Reza.


Reza membawakan makanan untuk Kalisa,


"ini sarapan nya, di makan dulu"kata Reza


"lho...kok bang Reza yang bawa?"kata Kalisa


"enggak apa apa sekalian aqu mau gendong salsa, biar berjemur di luar"kata Reza.


Panas di pagi hari memang bagus untuk anak bayi, ada vitamin D terdapat di sana baik untuk tulang.


Reza mengambil anaknya dari Kalisa"Salsa sama ayah dulu, bunda mau sarapan dulu ya... Nanti sama bunda lagi"kata Kalisa pada baby girl.


"oh...iya salsa panggil apa ya... sama bang Reza?memanggil papa...ayah...Abi...papi...apa lagi ya?"Kalisa bertanya pada Reza.


"panggil papa saja"jawab Reza dan langsung keluar membawa anaknya berjemur.


Karena Salsa sudah bersama papa-nya, maka Kalisa pun makan. Pada saat Nadya makan sendiri Aldo lewat di depan Kalisa."kamu makan disini?Salsa mana?"tanya Aldo.


"sama ayah-nya di halaman rumah"jawab Kalisa

__ADS_1


"kalau begitu kenapa kamu enggak makan di meja aja?"tanya Aldo


"sudah lah di sini aja, biar cepat"jawab Kalisa


"kalau begitu cepat lah makan, siap itu langsung mandi sana"kata Aldo pada adik nya.


Kalisa pun sarapan dengan lahap dan setelah itu dia mau mandi, mumpung salsa bersama papa-nya. Selesai mandi dia pun mau mengambil Salsa,dan Aldo keluar dari kamar dengan berpakaian rapi. Penasaran melihat abangnya mau keluar Kalisa menanyakan pada Aldo.


"bang mau kemana?"tanya Kalisa


"mau keluar sebentar, kenapa?"jawab Aldo


"temani Kalisa mau beli HP Android, masa masih pakai HP jadul."kata Kalisa


"aduh...masa pergi dengan abang? Nanti kamu di kirain orang pacar abang, jadi bagaimana abang mau dapat pacar?"jawab Aldo.


Kalisa kesal mendengar jawaban dari abang-nya,"abang itu kalau mencari pasangan kok di mall, enggak pantas lagi. Kalau bisa cari pasangan itu di pengajian, undangan pesta, di tempat sekolah atau kampus"kata Kalisa.


"aduh...abang mau cepat,lain kali aja atau ajak ayah atau mama"kata Aldo


"atau gini aja, abang belikan aja dulu. nanti Kalisa ganti uang nya, uang cash Kalisa enggak ada sekarang"kata Kalisa.


"mmmmhhhhh"jawab Aldo sambil berjalan keluar rumah.


Dari luar Reza mendengarkan percakapan antara abang dan adik. Dia tidak mau komentar mendengar percakapan tersebut. Tiba tiba suara Salsa terdengar"hoek...hoek...hoek..."tangisan Salsa terdengar Kalisa, dia langsung mencari keberadaan Salsa, setelah jumpa langsung di ambil nya dari tangan Reza.


"oh... gitu ya?"tanya Reza.


"ya..."jawab Kalisa sambil berjalan ke kamar membuat kan susu untuk salsa.


"sabar ya nak...lagi di buatkan susu sama..."kata Reza.


"hoek...hoek...hoek"tangisan Salsa


Pak Dharma yang sudah berpakaian rapi mau ke kantor mendengar cucu nya menangis mendekati nya bersama Bu Ros di sebelah.


"cucu opa kenapa?haus ya?"tanya pak Dharma


"iya ayah, susunya lagi di buatkan sama Kalisa"jawab Reza sambil menenangkan bayi nya.


"cucu oma... sabar dulu... sebentar lagi bunda datang"kata Bu Ros.


Kalisa keluar kamar membawa kan susu untuk Salsa"ini susu-nya sayang bunda"kata Kalisa memberikan susu pada papa Salsa.

__ADS_1


"ayo di minum nak, bismillah...."kata Reza menuntun anaknya minum susu.


"hoek...hoek...hoek..."salsa yang masih menangis.


Kalisa mengambil Salsa dari tangan Reza.


"maaf bang, Kalisa ambil jangan sampai terlalu lama menangis"kata Kalisa.


Reza hanya diam dan menyerahkan bayi tersebut pada Kalisa dan Salsa langsung diam baru lah di berikan susu.


Deg


Hati Reza berdebar "kenapa Salsa selalu diam jika Kalisa yang pegang, seperti dia ibu kandung nya. Tapi bagaimana pun dia itu adiknya Dewi dan juga dia seorang bidan"kata Reza dalam hati


"Alhamdulillah... sudah tenang, opa ke kantor saja ya..."kata pak Dharma


"jam berapa ayah pulang?"tanya Kalisa.


"paling cepat sore,. kenapa?" tanya pak Dharma pada putrinya


"mau beli HP ayah, masa Kalis pakai HP jadul, maksudnya ayah yang temani"kata Kalisa.


"Kalisa kamu enggak salah, pergi sama ayah"tanya Bu Ros.


"ya...mama juga ikut la, biar rame"jawab Kalisa.


"beli online aja"kata pak Dharma sambil keluar meninggalkan rumah.


BERSAMBUNG


****"


Jangan lupa


like...like...like..


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote...vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2