
Makan siang yang tak terduga bersama Iwan di mall yang membuat Kalisa sedikit tegang karena dia takut kalau saja yang sebenarnya bukan bersama Rendi melainkan dengan Reza abang ipar nya dan sekaligus menjadi calon suaminya.
Saat Iwan permisi ke toilet tinggal Kalisa dan Reza berdua, penasaran ngobrol apa antara Iwan dan Reza maka langsung Kalisa tanyakan.
"bang...tadi ngomong apa bang Iwan ?"
"oh...dia nanya tentang Rendi"jawab Reza.
Mendengar nama Rendi yang di sebut membuat Kalisa kesal dan wajah nya menjadi cemberut."maksudnya apa sih ??? aqu enggak ngerti"kata Kalisa.
"katanya gini tadi, Rendi selamat ya...aqu titip Kalisa...jaga dia baik baik, kalau terjadi apa apa nanti kau berurusan dengan qu"kata Reza memperagakan gaya Iwan dengan nada orang dari pegunungan di Sumatera Utara.
Sementara Kalisa tersenyum mendengar perkataan dan gaya Reza bicara"masa sih...dia ngomong begitu, jadi tadi apa jawaban nya"tanya Kalisa kembali.
"iya...bang...insha Allah di jaga"jawab Reza.
Kalisa pun mendengar nya jadi tertawa.
Tak berapa lama Iwan sudah kembali bersama mereka, makanan juga sudah tersedia yang membuat perut menjadi lapar. Di meja sudah tersedia ikan gurame bakar, capcay, tempe goreng, sambal kecap dan belacan tak lupa ada lalapan tentu nya.
"wah... sangat menggugah selera, ayo kita makan sekarang"kata Iwan
mereka pun makan bertiga dengan lahap dan tak lupa air jeruk hangat.
Setelah makan bersama Iwan mau mencari keperluan lainnya.
"bang...kesini sendiri aja?"tanya Kalisa dengan Iwan.
"tidak...sama bapak, tapi sekarang dia lagi bertemu teman nya. jadi setelah belanja abang menjemput nya lalu kami pun pulang"jawab Iwan
"kalian berdua pasti juga ada keperluan lain, jadi kita pisah di sini aja"kata Iwan lagi.
"oke, kami duluan ya bang... karena masih banyak yang mau di cari"kata Kalisa.
"oh...iya... silahkan Bu bidan,tapi nomor wa mu sama dengan nomor hp yang abang simpan"tanya Iwan pada Kalisa.
"iya...sama kok nomor nya"jawab Kalisa.
Kalisa berdiri mengajak Reza keluar
"terima kasih atas traktiran nya, murah rezeki ya bang"kata Kalisa yang langsung keluar sementara Reza masih mau mengucapkan terima kasih.
"titip Kalisa... ingat...jangan sia siakan dia"kata Iwan.
__ADS_1
"insha Allah... percaya lah aqu akan menjaganya"jawab Reza.
Mereka pun saling berpelukan karena berpisah di sini.
Setelah selesai makan bersama Iwan mereka kembali berjalan menyusuri mall, Reza mengikuti Kalisa dari belakang. bukannya mencari perhiasan untuk mahar Kalisa malah ke etalase mall pakaian bayi perempuan."bang...kita ke sini sebentar, aqu mau lihat lihat baju untuk Salsa"kata Kalisa.
Reza mengikuti saja karena memang baju untuk salsa tidak begitu banyak, waktu dalam kandungan juga di beli warna netral dan hanya kaos dan celana panjang untuk bayi.
Kalisa melihat lihat baju bayi di dalam yang lucu, pakaian anak perempuan memang banyak yang cantik dan bermodel, tidak seperti untuk anak laki-laki.
Melihat dan memilih Kalisa menunjukkan pada Reza"bang...baju ini lucu ya..."kata Kalisa menunjukkan baju anak seperti princess untuk anak dua tahun tapi bahannya adem.
"ini masih kebesaran untuk Salsa"jawab Reza yang kurang setuju.
"tapi memang sengaja aqu beli besar, nanti kan bisa salsa pakai. kalau beli yang pas badan bukan untuk bayi tapi untuk anak gadis"kata Kalisa.
"oh...iya yang pas badan cocok untuk bundanya Salsa"jawab Reza.
"kalau aqu mana ada baju yang pas badan, enggak cocok untuk aqu yang pakai hijab", jawab Kalisa.
Dari pada banyak berdebat akhirnya Reza mengalah dan membiarkan Kalisa yang mencari pakaian Salsa. Pakaian sudah dapat beberapa pasang, lalu berpindah pada pelengkapan aksesoris bayi perempuan yang membuat Kalisa semangat geram dan gemas karena lucu lucu semuanya. Sehingga Kalisa bingung mau beli yang mana.
Reza yang membawa tas belanjaan di kiri dan kanan geleng kepala karena dia merasa akan banyak yang di ambil Kalisa"aduh...apa lagi yang mau di beli? ini juga sudah banyak, lagian Salsa jarang di bawa keluar rumah"kata Reza dalam hati.
"bang...sini...mana yang cocok untuk Salsa?"kata Kalisa memperlihatkan bandana bayi yang lembut.
"iya...bandana bang, kan lucu kalau di pakai salsa"jawab Kalisa
Reza mengambil bandana dari Kalisa lalu memperhatikan bandana yang sekarang di tangannya, dengan wajah yang datar di perhatikan lebih dekat"ini apa enggak sakit kalau di pakai di kepala?"tanya Reza.
"enggak loh bang, kan sudah di rancang agar bayi nyaman memakainya"jawab Kalisa.
"terserah lah... ambil satu aja"kata Reza.
Karena Reza hanya memperbolehkan satu maka di ambil nya warna pink, lalu ke bagian sepatu. ada beberapa sepatu di ambil Kalisa tanpa persetujuan Reza."enggak usah di tanya, ambil aja. dari pada nanti hanya boleh satu, lebih baik masukkan aja ke dalam tas belanjaan."kata Kalisa dalam hati.
Siap semua yang di belanjakan Kalisa, akhirnya dia mendatangi Reza yang sudah kesusahan membawa belanjaan."ayo bang...kita ke kasir"ajak Reza.
"mmmmhhhhh... sudah siap belanjaan nya?"tanya Reza
"sudah, sekarang tinggal di bayar"jawab Kalisa.
Reza ke bagian kasir untuk mengantri pembayaran dan di temani Kalisa di sebelah nya.
__ADS_1
Selesai semua belanjaan di bayar, mereka pun keluar dari tempat perlengkapan bayi."kok jadi banyak ya bang belanjaan kita?"kata Kalisa.
"mmmmhhhhh..."jawab Reza.
"siapa juga yang belanja, orang dia yang ambil sendiri"kata Reza dalam hati.
"jam berapa sekarang?"tanya Kalisa pada Reza
"jam empat sore"jawab Reza.
"Astaghfirullah hal'azim... sudah sore, ayo kita pulang"kata Kalisa
"aduh Kalisa, tujuan kita ke sini ngapain?"tanya Reza.
"oh...iya ...aqu lupa, besok aja la...kasian salsa di rumah"kata Kalisa.
"jadi kalau mama nanya, bagaimana?"tanya Reza
Kalisa berpikir sejenak mencari alasan yang tepat."nanti aqu minta wa nomor penjualan perhiasan tadi, jadi nanti aqu pilih melalui wa aja. seperti belanja di online"usul Kalisa
"ya... sudah kalau begitu, ayo kita pulang",ajak Reza.
Karena belanjaan banyak dan paper bag yang di tangan Reza, maka dia pun memanggil taxi online untuk membawakan belanjaan 3 jalan duluan.
Sudah oke semua maka Reza dan Kalisa pun.pulang naik sepeda motor berdua.
"kamu yang kuat pegangan nanti ya...kata Reza
"iya"... jawab Kalisa.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Kalisa mulai memegang baju reza karena kendaraan berjalan dengan kencang.
Bersambung
jangan lupa
like...like... like...
add favorit
komentar yang membangun
vote...vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
☺️☺️☺️