Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab 111


__ADS_3

Di puskesmas sudah masuk jam dua belas siang dan pasien juga sudah tidak ada. Jadi saat nya makan siang,tapi karena jadwal dokter kandungan dari Senin sampai Kamis jadi mereka tim dokter kandungan bisa pulang cepat.


Begitu juga untuk Kalisa walaupun baru masuk tapi sudah bisa langsung pulang.


"bidan Kalisa, semua sudah selesai jadi sudah bisa langsung pulang saja"kata dokter Lukman.


"oh...iya dokter, setelah rapi semua saya akan pulang juga"kata Kalisa.


"ya sudah... jangan lupa besok kita kembali bertemu dengan pasien lagi"kata dokter Lukman


"baik dokter"jawab Kalisa.


"kalau begitu saya duluan ya...mau ke rumah sakit yang lain karena ada jadwal operasi, saya duluan bidan Anita dan suster Ana"kata dokter Lukman yang langsung keluar ruangan.


"iya dokter, hati hati di jalan"


Anita mendekati Kalisa yang lagi merapikan tempat tidur pasien untuk di periksa dan di USG.


"Kalisa... boleh aqu bicara?"tanya Anita.


"mau bicara apa Anita, sepertinya tidak ada lagi yang di bicarakan."jawab Kalisa.


"ada Kalisa, aqu jadi merasa bersalah kalau tidak bicara dengan mu"kata Anita.


Kalisa yang sebenarnya tidak mau bicara karena dia merasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Lagian juga Kalisa juga sudah menikah dan bahagia dan Reza. Walaupun Reza sebenarnya pada awalnya abang ipar dan tanpa ada di pikiran menjadi istri abang iparnya sendiri.


Setelah selesai merapikan tempat tidur, dia pun mau ke toilet untuk mencuci tangan dan buang air.


"Kalisa ...aqu mohon, kalau tidak aqu akan bersalah kalau bertemu dengan mu"kata Anita.


"itu karena kamu yang memang bersalah"kata Kalisa yang langsung ke kamar mandi dengan wajah kesal dan marah.


Anita yang masih berusaha untuk ngomong dengan Kalisa dan masih banyak yang di bicarakan. Dia menunggu Kalisa di depan toilet.


Keluar dari kamar mandi membuat Kalisa kaget karena Anita menunggu dia di depan toilet."Anita... dari dulu tidak pernah berubah, kalau mau sesuatu pasti harus dia dapatkan."kata Kalisa dalam hati dengan geleng kepala.


"Astaghfirullah hal'azim...kamu itu ya.... dari dulu tidak pernah berubah."kata Kalisa sambil berjalan mengambil tasnya.


Suster Ana yang mendengar ucapan dari Kalisa yang kuat sehingga terdengar oleh nya.


"Bu Kalisa...ada apa?"tanya ana.


"enggak apa apa, hanya kaget saja. maaf kalau mengganggu kamu"jawab Kalisa


"enggak kok Bu...hanya kaget saja mendengar ucapan ibu"kata ana yang kembali duduk menyelesaikan pekerjaan karena dia harus membuat laporan harian.

__ADS_1


Kalisa akhirnya luluh juga karena dari tadi Anita yang mau ngomong dan juga tak tega melihat perut besar Anita yang sepertinya sudah menunggu hari.


"apa yang mau kamu bicarakan?"tanya Kalisa.


"aqu mau bicarakan tentang Rendi "kata Anita.


Mendengar nama Rendi sebenarnya hancur di dalam hati, dia jadi teringat dengan omongan Iwan."kamu itu terlalu percaya dengan pacar mu itu, pasti dia sudah punya pacar di sana"kata Iwan yang selalu di ucapkan pada Kalisa.


"apa lagi yang mau di bicarakan tentang Rendi ? Rendi sudah menjadi suami kamu dan aqu juga sudah menikah"kata Kalisa


"oh...jadi tadi itu suami kamu? kirain pacar kamu"kata Anita


"kalau pacar mana mungkin aqu bisa terlalu dekat dengan dia, kalau pacar itu masih banyak batasnya"kata Kalisa.


Anita sedikit tersinggung dengan perkataan Kalisa yang seperti menyinggung dirinya, padahal Kalisa sama sekali tidak tau apa yang terjadi antara Rendi dan Anita.


"sebenarnya aqu dan Rendi menikah karena kecelakaan...aqu hamil duluan dengan Rendi..."kata Anita.


"syukurlah kalau Rendi mau bertanggung jawab"kata Kalisa.


Dalam hati Kalisa sebenarnya semakin hancur mendengar perkataan sahabatnya."berarti Rendi memang selingkuh di belakang qu"kata Kalisa dalam hati.


"aqu harap kamu tidak marah dan kita bisa seperti dulu lagi"kata Anita.


"kenapa? apa kamu dari awal memang tidak cinta dengan nya?",kata Anita.


"ini sekarang bukan masalah cinta tapi kesetiaan, Allah sayang dengan qu makanya di bukakan nya belang Rendi. Belum menikah dia sudah selingkuh, bagaimana kalau sudah menikah?"kata Kalisa


"Deg...."rasa jantung Anita mendengar perkataan Kalisa dan tidak mau bicara apa.


Anita yang memang juga suka dan cinta dengan Rendi, pada saat sekolah dulu dia yang memang sangat menginginkan Rendi. Jadi segala macam cara dia lakukan.


"aqu berdoa semoga kalian jadi keluarga sakinah mawadah warahmah, untuk persahabatan kita? Tidak mudah memperbaiki kaca yang sudah retak,tapi memang masih bisa di sambung kembali walaupun tidak utuh lagi."kata Kalisa


"terima kasih Kalisa"kata Anita.


Suster Ana yang sudah selesai dengan pekerjaannya, ada seorang laki-laki muda yang ke ruangan mereka.


"ada yang bisa saya bantu? bapak mau cari siapa?"tanya suster Ana.


"saya mau cari Kalisa,dia baru hari ini bekerja di puskesmas ini "kata Reza.


"oh... bidan Kalisa, ada di dalam.sebentar saya panggilkan "kata suster Ana dan langsung ke dalam.


"Bu bidan Kalisa ada yang cari di luar "kata ana

__ADS_1


"siapa suster?"tanya Kalisa


"kurang tau Bu seperti nya Abang ibu kok"jawab ana.


"Abang saya? suster ada tanya?",kata Kalisa


"enggak...nebak saja Bu, titip salam ya... soalnya ganteng tuh"kata ana kembali ke depan mau tebar pesona dengan yang menjemput Kalisa.


Kalisa yang memang mau pulang mengambil tas dan melihat ke arah Anita yang masih duduk di kursi dengan perut besar nya."aqu duluan dulu Anita karena sudah di jemput"kata Kalisa


"ya...aqu juga mau pulang, menunggu di jemput Rendi"kata Anita.


"oh...ya sudah aqu duluan"kata Kalisa keluar dari ruangan.


Di depan ruangan ternyata yang menjemput adalah Reza suami tercinta, di lihat Kalisa kalau suster Ana yang cari perhatian dengan Reza."lho...bang Reza yang jemput aqu? kirain bang Aldo"kata Kalisa sambil memeluk suaminya."aduh...ini suster Ana cari perhatian dengan bang Reza, aqu enggak mau kehilangan kedua kalinya.cukup Rendi saja"kata Kalisa dalam hati


Reza yang melihat dan mendapat perlakuan yang tidak biasa dari Kalisa jadi sedikit terkejut."iya... sayang... kebetulan tadi setelah meeting lewat sini"kata Reza pada istrinya.


"oh...iya bang... kenalkan ini suster Ana,satu tim di bagian dokter kandungan. Dan suster kenalkan kalau ini bang Reza suami saya"kata Kalisa memperkenalkan antara Reza dan ana.


Suster Ana yang di perkenalkan kalau Reza itu adalah suami dari Kalisa jadi kecewa."yah.... ternyata dia bukan abang Bu Kalisa,tapi suami Bu Kalisa."kata ana dalam hati sambil mengulurkan tangannya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like....like...like ...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


dan


vote.... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2