
Sampai di rumah mereka pun makan martabak Bangka dan Mesir. Tak lupa mengajak ke dua orang tua yaitu pak Dharma dan Bu Ros.
Sambil makan mereka pun bercengkrama, Bu Ros yang sudah penasaran hasil dari pemeriksaan di praktek dokter.
"Kalisa... bagaimana hasilnya?"tanya Bu Ros
"hasilnya...kasi tau tidak ya..."jawab Kalisa.
Reza melihat ke arah istrinya sambil melotot dan memberi kode enggak boleh seperti itu.
"maaf ma... hasilnya ayah dan mama mau tambah cucu lagi"kata Kalisa.
Pak Dharma dan Bu Ros senang mendengar kabar dari anak dan menantunya.
"Alhamdulillah... semoga yang ke dua nanti laki laki,biar ada yang mengawal Salsa"kata pak Dharma.
"ayah... sampai ke situ pikiran nya"kata aldo.
"ya...iya... waktu kamu lahir ayah enggak minta jenis kelamin apa apa tapi setelah anak kedua baru minta sama yang di atas jenis kelamin perempuan "kata pak Dharma menjelaskan.
"jadi waktu anak ke tiga bagaimana?"tanya Kalisa penasaran karena dia yang ke tiga.
"yang ke tiga ayah anggap dapat bonus,jadi enggak banyak permintaan "kata pak Dharma.
"oh...jadi Kalisa anak bonus"kata Reza.
Kalisa kesal dengan celoteh suaminya.
"ih...bang Reza apaan sih, bilang aqu bonus"kata Kalisa.
"maaf...maaf...makan lagi martabak Bangka nanti kehabisan dengan abang "kata Reza mengalihkan perhatian.
Aldo yang juga mau mengganggu adik pun berkomentar."berarti Kalisa istri bonus juga untuk Reza"kata Aldo.
"Aldo... nanti jadi ribut..."kata Bu Ros sambil menikmati martabak mesir.
"biar aja ma... nanti aqu enggak mau ngurusin dia dengan Nabila "kata Kalisa.
Bu Ros penasaran dengan kabar Nabila,jadi dia bertanya kepada Kalisa.
"apa kabar dengan Nabila?"tanya Bu Ros.
"sehat ma...tadi kami baru saja jumpa dia di apotik "kata Kalisa
"oh... dia sehat kan?"tanya Bu Ros
"sehat, tadi dia tebus obat mamanya yang lagi sakit "kata Kalisa
"sakit apa mamanya Nabila? mama pun sudah lama enggak telponan dengan mamanya."kata Bu Ros
"sakit apa ya tadi...Kalisa lupa, enggak konsen ngomong dengan dia."kata Kalisa.
Pak Dharma yang tau kalau mama Nabila adalah teman sekolah istrinya dulu, memberi usulan.
"ya sudah ma... besok coba di jenguk ke rumah nya"kata pak Dharma.
"betul juga usulan ayah, besok temani ya..."kata Bu Ros
__ADS_1
"boleh...tapi minta tolong Aldo yang bawa mobil"kata pak Dharma.
Aldo yang sebenarnya malas untuk ikut tapi dia tidak bisa untuk membantah.
"Aldo pasti mau, apa lagi mamanya yang minta tolong."kata Bu Ros.
"iya ma.. besok Aldo ikut"kata Aldo.
"cie...cie...mau jumpa dengan Nabila lagi ya... kalau jodoh enggak kemana"kata Kalisa.
"kamu apaan sih dek... sudah cerita jodoh segala"kata Aldo.
"aqu cuma mau mendoakan semoga berjodoh "kata Kalisa.
"Aldo... jangan marah gitu...mama juga mendoakan jodoh yang terbaik untuk kamu "kata Bu Ros
"iya ma... do'akan yang terbaik untuk jodoh Aldo"
"a...min..."kata pak Dharma.
Makanan sudah habis dan mereka pun masuk ke dalam kamar masing masing.
Kalisa dan Reza pun istirahat."bang... minta tolong buatkan salsa susu, biasanya dia jam segini minta susu "kata Kalisa.
"mmmhhh... jawab Reza yang langsung membuatkan susu dan mengambil salsa di dalam box lalu memberikan minum sambil berjalan di dalam kamar.
Reza yang masih penasaran dengan Anita temannya Kalisa, dia pun bertanya pada istrinya biar tidak terlalu banyak prasangka yang tidak tidak di pikiran nya.
"Kalisa...abang boleh bertanya?"kata Reza.
Reza yang bingung mau bertanya dari mana tapi sebaiknya bicara tentang kehamilan nya dulu."mendengar kamu hamil,terus terang abang senang.kamu bagaimana?"tanya Kalisa
"pastinya senang tapi kita pasti repot,mana salsa masih mau masuk enam bulan"kata Kalisa.
"kalau itu enggak usah di pikirkan, jalani saja terus kita harus ada baby sitter yang mau tinggal di rumah"kata Reza.
"kalau begitu nanti minta tolong cariin sama mama"kata Kalisa.
Salsa yang sudah selesai minum susu, Reza meletakkan kembali ke dalam box yang ada di kamar."teman mu Anita itu melahirkan hari ini, dokter Lukman yang pusing karena dua bidan nya pasti ambil cuti. satu melahirkan dan yang satu ya lagi hamil muda"kata Reza yang sudah menanyakan tentang Anita.
"oh...iya... kasian sekali dokter Lukman, suster Ana juga akan kelimpungan"kata Kalisa.
Reza pun naik ke atas tempat tidur, duduk bersandar di kepala tempat tidur dan Kalisa juga seperti itu.
"melihat si Anita itu kok abang merasa kalau kalian itu pernah kenal?kata Reza melihat istrinya.
Kalisa jadi sedikit kaget dan melihat ke arah Reza.
"kok bang Reza tau? pasti dia sudah ada firasat, sebaiknya qu cerita saja dengan bang Reza biar enggak salah paham. "kata Kalisa dalam hati .
"Anita...dia memang sahabat qu waktu sekolah kebidanan,sama dengan Nabila juga.
Tapi dengan Anita...aqu lebih akrab."kata Kalisa
Reza tidak mau berkomentar jadi di dengarkannya sambil melihat ke arah Kalisa.
"oh...teman akrab?"Reza menanggapi.
__ADS_1
"iya...tapi ternyata dia orang nya, penghianat.
Waktu dulu aqu punya pacar namanya Rendi tapi ternyata dia juga suka juga dengan Rendi."kata Kalisa.
"Suaminya yang tadi? yang buka pintu mobil kamu"kata Reza tanpa sadar berkomentar panjang padahal rencananya dia hanya mencari informasi saja.
Sementara Kalisa yang tadinya mau menceritakan jadi bingung takut Reza marah.
"iya...tapi itu masa lalu"kata Kalisa.
"apakah kalian sudah saling ngobrol untuk menyelesaikan permasalahan."kata i
"Belum... untuk apa? buat sakit hati saja "kata Kalisa mulai kesal.
Reza mau istinya untuk menyelesaikan masalah biar tidak ada salah paham.
"Kalisa...kamu enggak boleh begitu, abang enggak mau kamu itu punya masalah masa lalu. Lagian kan kamu sudah menikah dengan bang Reza yang tampan ini "kata Reza penuh percaya diri.
Kalisa tersenyum melihat suaminya bicara penuh percaya diri.
"mereka lah yang seharusnya minta maaf bukannya aqu"kata Kalisa tidak mau kalah.
"mungkin Anita mau ngomong tapi melihat sikap kamu terhadap nya jadi dia enggak jadi mau ngomong "kata Reza.
Apa yang di katakan Reza ada benarnya juga,Kalisa tidak membantah.
"jadi mau nya abang bagaimana?"tanya Kalisa.
"selesaikan lah baik baik,abang jadi ingat waktu jumpa di klinik untuk salsa imunisasi. Apakah dia Rendi?"kata Reza.
"iya...abang masih ingat?kata Kalisa
"enggak sih...cuma jadi ingat saja"kata Reza dengan santai.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1