Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.57


__ADS_3

Aldo yang masih di ruangan Reza, mereka berdua cerita. Aldo dan Reza seumuran jadi kalau bercerita pasti nyambung. Reza duduk di ruangan nya sementara Aldo duduk di depan meja yang memang di sediakan untuk tamu"Reza... bagaimana kamu dengan Kalisa?"tanya Aldo.


"baik baik saja kok bang"jawab Reza santai.


"bukan itu maksud qu"kata Aldo lagi.


"jadi maksudnya gimana ?"tanya Reza yang lagi menulis jadi diam.


"itu loh... kalian sudah unboxing?"tanya Reza.


"mmmhhh...kenapa itu lagi yang di bahas? rahasia lah"jawab Reza.


"ya sudah...aqu pasti akan dapatkan jawabannya."kata Aldo.


"terserah lah tapi mana mungkin aqu cerita"kata Reza.


"oke...tapi kalau bisa kamu jangan paksa dulu lah unboxing dengan Kalisa, karena kalian masih tahap mengenal. Biar lah Kalisa melakukan tanpa keterpaksaan, lagian hanya dia sekarang saudara qu yang ada."kata Aldo pada adik iparnya itu.


"bang... percaya lah pada qu, lagian di keluarga ini kalian sudah mengenal qu. Hanya dengan Kalisa saja memang masih tahap penjajakan yang halal.


"Alhamdulillah...aqu percaya dengan mu,jaga hati nya baik baik."kata Aldo.


Setelah itu Aldo permisi karena masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan."aqu permisi dulu ya...lagian kamu mau meeting dengan ayah."kata Aldo.


"iya bang, kapan bang Aldo masuk?"tanya Reza.


"minggu depan saja karena aqu mau ngurusin si Kalisa dulu"kata Aldo.


"kalau itu besok aqu ikut juga ngurusin berkas dan lainnya karena besok cuti nya nyambung lagi"kata Reza.


"ya sudah besok kita sama sama saja, biar cepat clear tempat pekerjaan Kalisa"kata Aldo yang beranjak keluar dari ruangan.


"aqu permisi dulu, selamat bekerja"kata Aldo meningkatkan ruangan.


"terima kasih bang, hati hati di jalan"kata Reza.


Aldo turun ke bawah menuju parkiran motor yang sehari-hari menemaninya. Naik motor lebih cepat sampai di banding naik mobil, enggak kuat kena macet di jalan. Kalau naik motor bisa lewat jalan tikus kata orang.


Menyusuri jalanan dengan jaket, helm yang menutupi wajahnya dan tak ketinggalan sarung tangan. Aldo ke rumah Kalisa tanpa memberi tahu Reza, pada Kalisa juga dia tidak cerita."malam ini aqu mau tidur di tempat Kalisa dan Reza aja"kata Aldo yang menuju tempat lokasi yang di inginkan.


Hanya memakan waktu 20 menit sampai ke rumah Kalisa. Dari depan tampak sepi tidak ada orang, pagar yang di kunci. Ada bel di sudut pagar, maka di pencet Aldo.


Tak berapa lama Kalisa keluar membuka pintu, di lihat nya ternyata yang datang Aldo.


"Ya ... Allah...bang Aldo"kata Kalisa mendekati pagar dan membuka gembok.


"aduh...panas kali di luar, cepat di buka"

__ADS_1


"ya... sabar napa"jawab Kalisa dan membukakan pintu kamar.


Pagar terbaru dan Aldo memasukkan motor ke dalam garasi yang tidak terkunci tapi tertutup rapat."garasi di kunci?"tanya Aldo.


"enggak bang...buka aja"kata Kalisa sambil membukakan garasi.


Setelah selesai mereka masuk ke dalam rumah,


"kok enggak ngabari kalau mau ke sini?"tanya Kalisa pada abang nya.


"sebenarnya dari awal enggak ada rencana, tapi kok tiba tiba sampai depan rumah mu"jawab Aldo.


"Abang ni kebiasaan dari dulu enggak pernah hilang. Jadi bagaimana dengan puskesmas tempat aqu bekerja?"tanya Kalisa.


"a..man... tenang aja. eh...tamu datang kok enggak di buatkan minuman? enggak lancar nanti rezeki nya"kata Aldo.


"ya di buatkan, mau dingin atau hangat?"tanya Kalisa


"berhubung panas cuaca jadi minta yang dingin."jawab Aldo.


Kalisa ke dapur dan di ikuti oleh Aldo dari belakang."kamu masak apa tadi dek? abang lapar nih..."tanya Aldo pada adiknya.


"ayam sambal, sayur bening dan krupuk. kalau mau abang makan aja"tawar Kalisa.


"ih...sedap itu, apa lagi kalau ayamnya tidak di goreng tapi seperti di apa itu namanya...aqu lupa"kata Aldo.


"namanya itu resep mama, pasti lah enak. Salsa mana? tidur ya..."tanya Aldo.


"tadi baru bangun main sebentar jadi tidur lagi"jawab Kalisa.


Aldo yang sudah kelaparan duduk di meja makan, masakan sudah tersedia di meja makan."eh... untuk suami mu sudah di tinggalkan atau belum?"


"sudah...Abang makan aja, jangan malu malu"kata Kalisa.


"baik mama salsa, siapa juga yang malu malu di rumah adik sendiri."jawab Aldo yang makan dengan santai di temani teh manis dingin dan air putih.


Aldo makan dengan lahap tak terasa dia makan nambah, sehingga membuat dia kekenyangan."Alhamdulillah... masakan kamu mantap, no micin kan?"


"pasti lah, mama aja enggak pernah pakai micin, jadi aqu ngapain juga pakai yang gituan."jawab Kalisa.


"bagus bagus, jadi lebih terjamin"kata Aldo.


Setelah makan Aldo duduk di ruang tamu kembali dengan membawa teh manis buatan adek tersayang."mau ke mana bang? biar aqu yang bawakan"kata Kalisa.


"ke tempat tadi mau duduk di sana aja"jawab Aldo.


Kalisa mengikuti dari belakang mumpung salsa masih tidur, kalau salsa bangun pasti di tinggal sendirian."bang tadi ke sini mama dan ayah sudah tau?"tanya Kalisa.

__ADS_1


"mana mereka tau,abang juga enggak ada niat ke sini. Bagaimana pernikahan mu dengan Reza?"tanya Aldo.


"biasa aja, aman...ada apa bang? kok nanya seperti itu?"tanya Kalisa kembali.


Aldo melihat Kalisa lalu dia menjawab pertanyaan dari adiknya"bagaimana ya... kalian baru juga kenal, sudah menikah.jadi wajar kalau sebenarnya abang sedikit khawatir."


"tapi bang Reza itu bukan orang baru di keluarga kita ,hanya saja sama aqu memang baru berjumpa."jawab Kalisa.


"ya memang Reza itu anaknya baik, seingat abang selama Reza dan Dewi enggak pernah abang mendengar keluhan dan cerita dari tentang Reza yang tidak benar."kata Aldo.


"makanya itu ayah setuju saja waktu mendengar wasiat dari almarhumah kak Dewi, di segerakan lagi"kata Kalisa.


"jadi sudah beberapa hari ini dengan Reza sudah unboxing atau belum?"tanya Aldo dengan senyuman jahil pada adiknya.


"ih...bang Aldo apaan sih...itu enggak boleh di ceritakan, rahasia perusahaan"kata Kalisa.


"mmmhhh kok bisa kompak yah... jawaban kamu dan Reza? berarti kalian sudah sehati ya... atau sudah di buat skenario jawaban kalau di tanya"kata Aldo penuh dengan penasaran.


"jadi bang Aldo juga menanyakan pertanyaan yang sama dengan bang Reza?"tanya Kalisa


"iya .."


"yang gituan enggak boleh di tanyakan bang, makanya cepat nikah biar tau rasanya"kata Kalisa sambil mencubit bahu Aldo.


"tapi abang sudah tau jawabannya, kalau kalian belum unboxing sepenuhnya..."kata Aldo.


"bang....Aldo...."


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun...


serta


vote...vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2