
tok...tok...tok..
"masuk..."kata dokter Lukman karena ana yang di depan lagi ke toilet.
Seorang laki laki dewasa masuk ke dalam, orang tersebut kenal dengan Kalisa,tapi dengan pak dokter tidak kenal.
"ada yang bisa saya bantu ?"tanya dokter.
"saya mau jemput Anita"jawab orang tersebut.
"Anda suaminya?"tanya dokter lagi.
"iya dokter"
Yang datang ternyata Rendi mau menjemput istrinya. Kalisa melihat mantan pacar tersebut sebenarnya tidak begitu tertarik, dia sudah mau melupakan. Tapi bagaimana lagi, ternyata mereka berjumpa kembali.
Dokter Lukman yang baru pertama kali bertemu dengan Rendi karena selama ini biasanya semua orang sudah pulang baru lah Anita di jemput.
"oh... ternyata suami bidan Anita, masuk saja."kata dokter.
"saya mau tanya tentang kehamilan Anita juga dengan dokter"kata Rendi.
"silahkan duduk pak, bidan Anita...sini duduk.biar suaminya tau perkembangan janin di dalam"kata dokter.
Namanya di panggil dokter Lukman, akhirnya Anita mendatangi dan duduk di samping suaminya."tadi pagi kami sudah USG pak, dan hasil nya bagus"kata dokter Lukman.
"oh... begitu? jadi bagaimana hasilnya?"tanya Rendi
"dari hasil yang tadi saya periksa, janin di dalam sudah masuk jalan rahim. Makanya sekarang terjadi kontraksi palsu."penjelasan dokter.
"jadi prediksi kapan lahirannya?"tanya Rendi lagi.
"kemudian paling lama prediksi satu minggu lagi lahiran"penjelasan dokter.
"seperti itu ya dokter?"
"ya... sebenarnya sudah bisa mengambil cuti bidan Anita."
"Anita tidak mau ambil cuti secepatnya karena dia mau lama bersama baby nya."kata Rendi.
"kalau begitu bapak harus jadi suami siaga, kalau pergi kemanapun harus standby"kata dokter.
"ya dokter, saya usahakan.ini juga mau jemput istri saya."jawab Rendi.
Kalisa juga di ruangan sama duduk tapi membelakangi mereka, sehingga Rendi tidak menyadari kalau ada Kalisa."ya sudah dokter,kami permisi dulu.sudah bisa Anita pulang?"tanya Rendi lagi.
Dokter melihat ke arah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul dua belas siang."tentu saja boleh, dan kami juga mau pulang"jawab dokter Lukman.
"ya sudah Anita, ambil tas mu biar kita pulang"kata Rendi.
Anita pun mengambil tas yang di perintahkan oleh Rendi. Tiba tiba ada seseorang yang di luar lagi menunggu seseorang, sehingga membuat dokter Lukman penasaran melihat orang tersebut.
Lalu dia pun keluar melihat siapa yang datang karena suster Ana mengantar laporan kepala administrasi."saya keluar dulu..."kata dokter pada Rendi.
"iya dokter"jawab Rendi yang masih menunggu Anita bersiap untuk pulang.
Di luar ternyata Reza menjemput istri tercinta.
__ADS_1
"pak Reza...mau jemput istri?"tanya dokter Lukman.
"iya dokter, sudah bisa pulang kan?"tanya Reza.
"sudah.... masuk dulu biar kita cerita sebentar"ajak dokter.
Mereka pun masuk ke dalam yang ternyata Rendi masih ada di sana. Reza dan Rendi saling melihat dan tersenyum."aqu seperti pernah melihat orang ini,tapi di mana ya...."kata Reza dalam hati.
Dan begitu juga dengan Rendi pas melihat Reza.
Anita yang sudah selesai pun jalan membawa tasnya"aqu duluan ya..."kata Anita pada Kalisa tanpa memanggil nama karena takut Rendi mengetahui keberadaan mantan pacarnya. Anita yang masih takut kalau Rendi akan kembali pada Kalisa.
"mmmhhh..."jawab Kalisa tanpa melihat ke arah Anita.
Berjalan mendekati ke arah suaminya "dokter...kami duluan ya .."kata Rendi berpamitan.
"silahkan..."jawab dokter.
Sekarang tinggal lah Reza dan dokter Lukman duduk berhadapan."Reza ...saya sudah dapat cerita tadi dari Kalisa."kata dokter Lukman
"enggak apa apa dokter, saya sekarang membuka lembaran baru dengan Kalisa. Walaupun sekarang kami masih saling mengenal satu dan lainnya"kata Reza.
"kalau itu pasti seru, nikah dulu baru pacaran",kata dokter.
"dokter bisa saja"kata Reza.
Kalisa yang mendengar suara"seperti suara bang Reza?"kata Kalisa dalam hati lalu melihat ke arah sumber suara.
"kan...memang dia"kata Kalisa dalam hati dan mendekati ke kursi dokter Lukman.
"ternyata dokter dan bang Reza akrab ya..."tanya Kalisa
"dulu istrinya Reza pasien saya dan sekarang partner kerja saya"kata dokter.
"iya dokter... nanti juga kalau hamil jadi pasien dokter juga"kata Reza.
"oh... itu pasti, masa dengan orang lain periksa nya"jawab dokter.
Perbincangan hangat antara Reza , Kalisa dan dokter Lukman sangat seru dan santai. Sehingga tanpa mereka sadari azan Zuhur pun tiba, terdengar suara azan berkumandang.
"Astaghfirullah hal'azim... sudah azan, saya bisa telat sampai di rumah sakit berikut nya"kata dokter.
"ya sudah dokter duluan saja"kata Reza.
"saya duluan ya... untung hari ini tidak ada jadwal operasi"kata dokter Lukman yang langsung mematikan monitor USG dan setelah itu dia tergesa gesa keluar dari ruangan.
Tinggal Kalisa dan Reza yang berada di sana.
"bang....kita pulang sekarang saja, sebentar aqu ambil tas dulu.
"ya sudah ambil sana..."jawab Reza.
Pada saat Kalisa mengambil tas, suster Ana masuk ke dalam dan melihat Reza duduk di depan meja dokter.
"eh.... suami bidan Kalisa "kata Ana.
"ya suster...saya lagi menunggu Kalisa mengambil tas "jawab Reza.
__ADS_1
"oh... seperti itu "kata ana.
Ana yang melihat Reza yang tampan, dia sebenarnya masih belum percaya kalau Kalisa mempunyai suami yang tampan.
"saya panggilkan bidan Kalisa dulu"kata ana yang mempunyai niat untuk mencari informasi.
"enggak usah di panggil suster Ana,saya sudah siap kok"kata Kalisa yang menyadari keberadaan suster Ana."aqu kok merasa kalau suster Ana punya niat yang terselubung "kata Kalisa dalam hati.
Karena Kalisa sudah siap mengambil tas maka Reza pun berdiri."suster...kami pamit duluan "kata Reza.
"silahkan..."jawab ana dengan wajah cemburu melihat kemesraan mereka berdua.
Kalisa memang sengaja berbuat mesra di hadapan ana."aqu harus membuat suster Ana cemburu"kata Kalisa dalam hati.
Reza memeluk mesra istrinya karena melihat Kalisa yang memang sengaja untuk melakukan.
Sampai di depan mobil mereka, Reza membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"terima kasih bang..."jawab Kalisa.
Mengendarai mobil dengan santai karena tempat yang di tuju tidak lah jauh.
"bang... sudah makan?"tanya Kalisa.
"belum...tapi kita makan di rumah makan Padang saja."kata Reza.
"kok di luar?"tanya Kalisa.
"Abang segan makan di tempat mama terus,tapi hari ini Abang memang kepingin nasi bungkus rumah makan Padang"kata Reza.
Kalisa tidak ada alasan untuk menolak dan diapun sudah lapar."ya sudah...kita makan nasi Padang saja siang ini "kata Kalisa.
Sampai di rumah makan yang di rekomendasikan oleh Reza yang banyak pengunjung, merupakan pun masuk dengan saling bergandengan tangan.
Di salah satu meja, ada yang melihat kemesraan mereka berdua.
"siapakah dia?"
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih.
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1