Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.29


__ADS_3

Di kantor Pak Dharma dan Reza sudah hadir, mereka hari ini datang bersama sama. Hubungan antara mertua dan menantu sangat lah erat, pak Dharma sayang dengan Reza dan sebagai menantu sangat bersyukur.


Pak Dharma memanggil Reza ke ruangan nya, melalui sekertaris kantor untuk berbicara empat mata tentang pesan terakhir Dewi dan juga tentang yang Aldo cerita kan.


tok...


tok...


tok...


"masuk"perintah pak Dharma


Reza pun masuk ke dalam ruangan"oh...kamu Reza... duduk aja..."kata pak Dharma


"ayah memangil saya?"tanya Reza yang langsung duduk di sofa ruangan pak Dharma, sebagai pemimpin perusahaan ruangan yang sangat besar dan nyaman.


"ada yang mau ayah tanyakan, kalau di rumah seperti nya menurut ayah kurang nyaman menanyakan nya karena banyak orang di sana, walaupun mereka orang terdekat kita"pak Dharma menjelaskan pada Reza.


"oh... begitu...ayah mau tanya apa?"tanya Reza.


"tentang pesan terakhir Dewi, apakah kamu sudah tahu?"tanya pak Dharma


"Deg"


jantung Reza berdetak kencang, mendengar pertanyaan mertua nya itu. Reza hanya mengangguk dan terdiam.


"sebenarnya mama mu dan Kalisa yang tau pesan itu karena almarhumah Dewi yang langsung menyampaikan pada mereka.Hanya saja mama mu bingung untuk menyampaikan nya, alasannya dia dan Kalisa yang mendengar tidak ada saksi lain."


Pak Dharma menarik nafas panjang untuk melanjutkan ceritanya dan Reza masih diam dan tertunduk.


"mama mu bingung juga mau tidak di sampaikan itu adalah amanah dan jika di sampaikan takut nya itu adalah karangan cerita dia saja"kata pak Dharma.


Hening sejenak di ruangan dan Reza yang bersuara"ayah... sebenarnya Reza sudah tau..."


"ayah juga sudah tau dari Aldo tapi ini harus kita bicarakan juga karena bagaimana pun yang sudah pergi anak ayah dan yang mau ayah nikah-kan dengan mu juga anak ayah."kata pak Dharma.


"saya tahu ayah, misalnya juga kalau tidak ada amanah dari almarhumah Dewi. kemungkinan juga Reza akan..."perkataan Reza terputus karena bingung mencari kata yang tepat sementara pak Dharma melihat ke arah Reza karena terputus perkataan tadi


"maksudnya begini ayah, salsa sangat tergantung dengan Kalisa, rasanya mereka berdua juga punya ikatan. jadi kemungkinan Reza akan menikahi Kalisa...tentu dengan persetujuan ayah...mama...dan yang paling utama adalah Kalisa..."kata Reza menyampaikan isi hati nya.


"oh... seperti itu...mama mu pasti senang kalau mendengar berita ini, karena dia yang sangat bingung bagaimana cara menjelaskan tentang pesan terakhir Dewi itu"kata pak Dharma


"tapi ayah... apakah Kalisa mau dengan saya? kami pun masih belum mengenal"kata Reza.

__ADS_1


"ayah enggak bisa menebak hati Kalisa, tapi seperti-nya dulu ada yang dekat dengan nya. mama mu enggak suka,kata mama firasat nya anak itu enggak baik untuk kalisa. makanya waktu Kalisa mau ikut jadi bidan PTT mama mu langsung mengizinkan, alasannya biar dia lupa dengan pacarnya itu. siapa ya...nama pacar nya itu?"pak Dharma mengingat nama nya tapi tidak ingat juga.


Reza jadi ingat kejadian di klinik tempat imunisasi Salsa, ada seorang laki-laki yang mengejar Kalisa.


"ayah... apakah namanya Rendi?"tanya Reza sedikit ragu ragu.


"ya...kok kamu tau namanya Rendi?apa Kalisa cerita?"tanya pak Dharma


"kemarin itu waktu imunisasi ada seseorang yang mengejar Kalisa, orang itu ngotot mau bicara sementara Kalisa tidak mau karena dia juga datang ke sana dengan istrinya"Reza mengingat kejadian waktu itu.


"berarti dia sudah menikah, syukur lah kalau begitu. Berarti tebakan mama kemarin tidak salah"kata pak Dharma lalu melihat Reza dengan serius


"jadi Reza... nanti di rumah ayah mau ngobrol dengan Kalisa dulu, setelah 40 hari kepergian Dewi kita akan cari solusi yang terbaik. saran ayah...kamu belajar lah memahami Kalisa, yang ayah dan mama tau Kalisa itu setia pada pasangannya, walaupun banyak yang menentang nya. ya.... sedikit keras kepala"kata pak Dharma.


"iya...ayah...Reza berusaha untuk memahami Kalisa, kami memang baru berjumpa, mudah mudahan kalau kami berjodoh pasti akan kemana"kata Reza.


"ayah tau itu...tapi jodoh itu juga perlu di pertahankan"kata ayah.


"baik ayah"kata Reza.


Di akhir mereka berdua bercerita tiba tiba suara ketukan pintu terdengar


tok...


tok...


tok...


"wa'alaikum salam...mama... tumben jam segini ke kantor"kata pak Dharma


Bu Ros yang memasuki ruangan mendekati suami dan menantunya"mama sengaja ke mari karena ingat cerita ayah tadi malam,kalau ayah mau ngobrol sama Reza"kata Bu Ros.


Pak Dharma tersenyum mendengar alasan istri nya yang tidak sabar mendengar hasil pembicaraan antara dia dan menantunya."mama...kami baru saja selesai membahas nya"kata pak Dharma.


"ih...ayah...kenapa tidak menunggu mama dulu"kata Bu Ros.


Bu Ros melihat ke arah Reza yang duduk dekat suaminya"apa betul itu?"tanya Bu Ros pada menantunya.


"i...y...a... ma..."jawab Reza.


"maksudnya bagaimana?mama kok jadi bingung"kata Bu Ros


"mama duduk dulu...tenangkan diri"kata pak Dharma menenangkan istrinya.

__ADS_1


Bu Ros duduk di sebelah pak Dharma tapi berhadapan dengan Reza"ma... sebenarnya Reza sudah tau pesan dari Dewi, tak sengaja pesan itu Reza lihat di HP-nya. Ada chat melalui WhatsApp dan juga ada video yang tertinggal di HP-nya.reza menjelaskan sampai Bu Ros mendengarkan dengan serius.


"Alhamdulillah... kalau kamu sudah tau, karena dari kemarin mama bingung bagaimana cara menjelaskan pada mu"kata Bu Ros


"jadi ma... bagaimana dengan Kalisa? apakah dia mau?"tanya pak Dharma.


"kalau urusan Kalisa itu urusan mama, nanti mama jelaskan pada nya. menurut mama dia mau, apa lagi si Rendi gila itu sudah menikah dengan teman akrab Kalisa."kata Bu Ros


"apa? jadi si Rendi sudah menikah"kata pak Dharma sambil menggelengkan kepala.


"sudah lah ayah jangan di tanya soal si Rendi itu, jadi bagaimana rencananya?"tanya Bu Ros


"ma... tunggu lah setelah 40 hari almarhumah Dewi baru kita bicarakan, biar Kalisa dan Reza saling mengenal terlebih dahulu"kata pak Dharma


Sementara Reza hanya mendengarkan interaksi antara ayah dan mama mertua nya yang dari tadi ngobrol berdua tanpa mengajak dia bicara.


"oh...ya...perlu kamu ketahui kalau Kalisa itu anak nya setia"kata Bu Ros


"iya ma..."jawab Reza.


"ya sudah Reza kamu kembali saja ke ruangan mu,mama mu ini kalau di ajak ngobrol tidak akan habis bahan nya"kata pak Dharma


Reza pun meninggalkan ruangan pak Dharma dan kembali ke ruangan sendiri.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2