
Kalisa mengambil isi dalam paper bag tersebut, di lihat nya isi dan betapa malunya dia melihat isinya."bang...Reza...."kata Kalisa yang duduk di atas tempat tidur di sebelah Salsa
Di keluarkan Kalisa isi dari paper bag, yang ternyata isinya lingerie warna merah beserta bra dan cd. Di lihat Kalisa ukuran Cup-nya yang ternyata benar seperti punya nya."dari mana bang Reza bisa tau ukuran dan nomor nya betul?oh...kan bisa aja lihat pakaian dalam di lemari"kata Kalisa dalam hati.
"warna merah? berani dan menantang kalau pakai ini di hadapannya"kata Kalisa lagi.
Akhirnya Kalisa memasuki lingerie seksi warna merah ke dalam paper bag,tak lupa kartu ucapan lalu solatip nya di rapikan kembali agar Reza tidak curiga."pura pura enggak tau aja aqu"kata Kalisa.
Salsa yang masih bangun di bawa ke ruang keluarga biar ngumpul dengan uwak Aldo."Salsa kita keluar ada uwak Aldo datang"kata Kalisa pada anaknya sambil dalam gendongan.
Di luar ternyata para lelaki masih asyik ngobrol berdua, tapi Kalisa enggak tau mereka ngobrol tentang apa."uwak...apa kabar? ini Salsa rindu..."kata Kalisa menirukan suara anak anak.
"eh... sudah bangun salsa, sini uwak gendong"kata Aldo mengambil keponakan dari tangan Kalisa.
Aldo menggendong bayi Salsa, dia bawa jalan seputaran ruang tamu, keluarga saja. Sementara Reza dan Kalisa duduk di depan TV sambil menonton tentunya."Kalisa di dekat tissue tadi ada paper bag, itu untuk mu"kata Reza.
"abang beli apa? nanti dilihat ya..."jawab Kalisa yang pura pura tidak tau.
"mudah mudahan kamu suka, tadi abang beli susah banget untuk memilih ukuran dan nyaman kamu pakai tentu nya"kata Reza lagi.
"ih...jadi penasaran apa isinya, jadi enggak sabar,pas salsa tidur aqu lihat"kata Kalisa.
"tapi kalau kamu belum siap jangan di pakai dulu, bisa bahaya nanti."kata Reza.
"mmmhhh..."jawab Kalisa sambil menonton TV.
"ih...kok aqu jadi penasaran, apa sih isinya?"tanya Kalisa tapi pandangan nya ke TV.
"buka aja nanti di kamar,"jawab Reza.
Aldo mendekati mereka berdua"kita duduk di sini aja ya nak..."kata Aldo pada bayi Salsa.
"sebentar lagi juga dia tidur, tapi kalau siang sudah mulai berkurang jam tidur salsa."kata Kalisa.
"repot dong kamu dek"kata Aldo.
"namanya juga salsa makin besar, tapi masih bisa di atasi kok"jawab Kalisa.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan Salsa juga sudah tertidur di depan Televisi."Aqu masuk kamar dulu ya...itu Salsa bawa masuk Kalisa."kata Aldo melihat keponakan sudah tertidur.
"iya...ini juga mau di masukkan"jawab Kalisa.
"Salsa sama papa ya..."kata Reza membawa putrinya ke dalam kamar.
Sementara Kalisa yang masih serius nonton film, jadi tanggung juga kalau di tinggalkan."Alhamdulillah...Salsa masuk ke kamar sama papa...mama nonton dulu ya sayang..."kata Kalisa pada Salsa yang sudah tertidur.
__ADS_1
"masih lama kamu?"tanya Reza pada istrinya.
"paling lama 30 menit film nya habis"jawab Kalisa.
"ya sudah jangan sampai banyak nyamuk yang gendut malam ini"pesan Reza.
"mmmhhh..."jawab Kalisa.
Film yang di tonton Kalisa sebenarnya sudah pernah dia tonton,tapi karena suka beberapa kali di ulang juga dia akan lihat.
Film yang di tonton jam 11 sudah selesai,tapi Kalisa belum mau masuk kamar dan melihat acara TV yang lain, sehingga tanpa di sadari dia tertidur di depan TV.
Reza yang di kamar belum tidur melihat jam sudah menunjukkan hampir jam setengah dua belas."Kalisa kenapa belum masuk? masa belum habis juga film nya",kata Reza ngomong sendiri.
Dia pun keluar kamar dan ternyata Kalisa sudah tertidur"kalau seperti ini TV yang nonton kita"kata Reza.
Di matikan nya TV dan lampu di ruangan lalu di angkat nya Kalisa seperti bridal style masuk ke dalam kamar.
Ternyata Aldo yang mengambil air putih di dapur melihat Kalisa yang di gendong Reza.
"syukur lah kalau Reza memperlakukan Kalisa dengan baik"kata Aldo dalam hati.
"jadi mama enggak harus khawatir"kata Aldo lagi.
Aldo memang sengaja menginap di rumah Reza ternyata anjuran dari mamanya, dia khawatir kalau Kalisa dan Reza tidak saling nyambung. Sementara pak Dharma sangat percaya dengan Reza. jadi hanya Aldo dan Bu Ros aja yang merencanakan ini.
Berhubung hari sudah malam maka Reza pun tidur di samping Kalisa. Di lihat Reza paper bag untuk Kalisa lalu di ambil nya."yang mau di kasi hadiah malah sudah tidur, paling besok baru dia lihat"kata Reza dalam hati.
"di mana ini? kok sudah di kamar"Kalisa yang tersentak dari tidur nya.
" kamar tadi kamu ketiduran di luar jadi qu bawa aja ke kamar."jawab Reza.
"abang pegang apa tu?"tanya Kalisa yang merasa di awang awang.
"ini untuk mu, mau di lihat?"tanya Reza.
Kalisa mengambil paper bag dari tangan Reza."terima kasih..."kata Kalisa
"masak gitu aja kalau suami kasi sesuatu"kata Reza.
Kalisa melihat Reza dengan heran"mau nya bagaimana? kan ini aqu enggak minta"jawab Kalisa.
"ya...ada imbalan yang lain"kata Reza menunjukkan pipinya pada istrinya.
"oh... minta itu"kata Kalisa
__ADS_1
Di dekati nya Reza lalu di kecup nya pipi kiri dan kanan suaminya"terima kasih ya bang"kata Kalisa.
Reza yang tidak melewatkan kesempatan langsung menahan Kalisa dan mencium b*b*r istrinya.
Ciuman yang membuat hasrat nya yang tidak bisa di tahan lagi, tapi dia juga masih ingat perjanjian mereka untuk tidak memaksakan diri.
Kalisa yang mendapat sentuhan yang mendadak sedikit kaget tapi dia sebenarnya juga menginginkan hal yang sama. Antara hati dan tubuh tidak singkron.
Di pejamkan mata menerima kecupan suaminya dan dia tertidur, membuat Reza seperti mendapat angin segar."kalau sentuhan perkenalan boleh kan?"tanya Reza pada Kalisa.
"mmmhhh... boleh..."jawab Kalisa dengan suara seksi.
Mendapat angin segar Reza pun melanjutkan aksinya lebih luas lagi, ke bagian leher yang tak sengaja membubuhkan stempel kepemilikan di sana, turun lagi ke bagian favorit Reza.
Sedikit lama Reza melancarkan aksinya karena itu bagian favorit , membuat Kalisa tak berdaya menahan geli tapi mau dan tak lupa Reza membubuhkan stempel kepemilikan di sana juga.
Setelah merasa puas melakukan nya maka Reza turun lagi ke bawah di bagian inti, tapi betapa kagetnya Reza melihat di bagian inti. Ada tanda merah di sana,
"Kalisa...kamu halangan?"tanya Reza.
"astaghfirullah hal'azim... tadi belum kok, tapi dari tanggal nya iya sih bang"jawab Kalisa.
"aduh... tertunda lagi..."kata Reza dan akhirnya tidak melanjutkan lagi.
"maaf bang...aqu juga enggak tau"kata Kalisa merasa bersalah.
Dan Reza pun harus menunda unboxing untuk seminggu ke depan"yang sabar ya bos, pada akhirnya akan indah hasilnya"
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like ...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏