Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bang.138


__ADS_3

Sampai di depan klinik Aldo tidak masuk ke dalam karena mau ngapain? masuk ke dalam? pak satpam akan bertanya akan ke kamar berapa.


Jadi di putuskan untuk perkiraan di luar klik,Aldo mau melihat apakah Aisyah tadi masih ada di dalam.


Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan tapi dari pada penasaran lebih baik usaha. Ketemu atau tidak itu urusan belakangan, yang penting usaha.


Hampir satu jam Aldo menunggu Aisyah tapi tak kunjung keluar."mungkin dia sudah pulang"kata Aldo yang sedikit kecewa karena tidak bertemu dengan Aisyah.


"ya Allah... kalau memang dia jodoh qu..


pertemukan kami dengan cara apapun"kata Aldo dalam hati.


Dengan rasa kecewa maka Aldo pun kembali ke rumah Kalisa yang lagi rame...pada ngumpul semua.


Kembali ke rumah Kalisa yang sudah lengkap personil, karena ayah pun sudah di sana.


Bu Ros yang melihat anaknya dengan wajah cemberut. Lalu Bu Ros pun mendekati anaknya yang berada di ruang tamu.


"Aldo... dari tadi mama perhatikan kamu seperti ada masalah " duduk di samping anak nya untuk mencari informasi.


Aldo sebenarnya tidak mau cerita tapi karena Bu Ros yang pandai mengambil hati anaknya maka Aldo pun curhat pada mama tercinta


"mmmhhh... semalam Aldo jumpa dengan seseorang " Aldo yang memulai cerita pada mama tercinta.


"jumpa dengan cewek? terus kamu suka kan?"dengan lembut mama bicara.


"iya... mama... seorang perempuan semalam itu Aldo tidak melihat wajahnya hanya suara yang Aldo tandai"


"kenapa enggak melihat wajah nya? jangan jangan kamu lagi main game waktu cewek itu jumpa"


Aldo menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena mama nya bisa menebak."iya ma... waktu itu Aldo main game yang lagi seru... tanggung untuk di tinggalkan "


"kamu itu...main game terus... bagaimana bisa cewek mau dengan mu, jadi apa masalah nya?"Bu Ros yang sebenarnya kesal melihat anaknya tapi kasihan juga melihat nya seperti ini.


"tadi sebelum pulang aqu jumpa dengan nya...tapi karena Kalisa dan Reza sudah enggak sabar...Aldo lupa minta nomor HP nya,hanya tau namanya"Aldo menjelaskan dengan sedih.


Tak tega melihat anaknya sedih maka Bu Ros pun mendekati dan memberikan semangat pada anaknya.


"percaya lah... kalau dia itu jodoh mu...kalian akan bertemu kembali...jadi berdoa saja... semoga bisa di pertemukan kembali...".


"baik ma... Aldo kesal saja... kenapa enggak minta nomor what's up nya tadi"


"eits... tidak boleh putus asa... tetap semangat...mama akan mendoakan mu..."


"terima kasih atas doanya..."


"ya sudah... sekarang kita ngumpul ke sana...masa kamu duduk sendirian di sini... enggak enak di lihat Kalisa dan Reza "


Tidak menjawab tapi mengikuti perintah dari mama tercinta, maka ibu dan anak itu pun ke ruang tengah yang berkumpul semua anggota keluarga, mereka lagi main dengan salsa yang sudah mulai bisa di buat tertawa.


Setelah makan malam maka Pak Dharma,Bu Ros dan Aldo permisi pulang ke rumah. Jadi tinggal lah Keluarga Reza yang di temani satu Asisten Rumah Tangga dan baby sitter.

__ADS_1


Yang biasanya bertiga sekarang jadi berlima karena keadaan Kalisa yang memerlukan orang kerja di rumah nya.


Reza yang tidak mempermasalahkan hal tersebut apa lagi untuk kebaikan semua orang di rumah tanpa membahayakan kandungan Kalisa.


Di dalam perjalanan pulang ke rumah Aldo yang membawa mobil, sementara Bu Ros duduk di belakang sendirian. Tiba tiba Bu Ros teringat mau beli minyak angin, stok di rumah sudah habis.


"Aldo...mama mau beli minyak angin,bisa kita ke apotik?


"mmmhhh...ke alfafar sana bisa mi..."


"kenapa harus ke alfafar? bukannya di apotik ada.


"Aldo...ini sudah jam berapa... apotik sudah banyak yang tutup,lagian mama mau beli roti"


"Aldo mau pesan... boleh kan?"


"boleh...tapi kamu juga ikut turun.


Mendengar syarat untuk ikut turun,maka Aldo mengikuti perintah dari Bu Ros, jadi tinggal pak Dharma yang di dalam mobil.


Masuk ke dalam alfafar, tidak banyak pengunjung tapi ada beberapa orang saja. Aldo berjalan sendiri sementara Bu Ros memesan minyak angin lalu mencari sesuatu untuk di bawa pulang.


Di dalam alfafar Bu Ros berpisah karena mereka berbeda dengan apa yang di cari.


Aldo berjalan sendiri sambil melihat di bagian snacks kripik dan kacang kacangan,tak lupa minuman.


Beraneka ragam minuman yang bingung mau di ambil yang mana,. sehingga Aldo melihat beberapa yang dia suka yaitu teh dalam kemasan dan kopi yang mencerminkan khas Indonesia.


Dua teh dan dua kopi kemasan setelah itu dia kembali ke bagian snacks kripik, yang enak di lidah nya. Tanpa di sadari nya ternyata ada juga orang di hadapan nya juga fokus ke bagian kripik juga.


Secara tidak sengaja mereka tabrakan dan tanpa di sadari keranjang di tangan Aldo jatuh, lalu dia pun mengambil keranjang itu.


"maaf mas... maaf...saya enggak sengaja.


Aldo belum melihat ke arah orang yang dia tabrak tapi mengambil keranjang nya terlebih dahulu.


"enggak apa apa...saya juga enggak melihat "


lalu melihat orang yang meminta maaf.


Tapi betapa kagetnya dia karena orang di depan matanya adalah orang yang dia cari tadi siang di klinik bersalin.


"astaghfirullah hal'azim... dari tadi di cari...malah ketemu di sini"kata Aldo dalam hati.


"eh... yang ketemu di klinik..."


"iya...Aldo... ngapain di sini?"


Aldo melihat Aisyah yang membeli perlengkapan bayi yaitu popok sekali pakai.


"beli popok? mungkin untuk keponakan nya"kata Aldo lagi dalam hati.

__ADS_1


"beli perlengkapan untuk bayi adik saya yang pulang dari rumah sakit, suaminya enggak bisa beli karena hanya mereka berdua jadi saya yang belikan"


Aisyah yang menjawab dan Aldo memperhatikan nya dengan seksama.


"berarti adiknya sudah pulang?"


"sudah...tadi pas jumpa di klinik,ya menjemput dia pulang"


"oh...pantasan"


"maksudnya..."


"enggak apa apa kok, pantesan beli popok bayi "


"berarti adiknya sudah nikah? kalau Aisyah?"


Menarik nafas panjang untuk menjawab pertanyaan dari Aldo.


"adik saya menikah karena... kecelakaan duluan, saya belum..."


"oh... maaf."


"enggak apa apa, memang zaman sekarang ini katanya enggak masalah tapi sebenarnya saya malu juga "


Mereka berdua pun ngobrol sambil melihat apa yang di cari, sebenarnya Aldo sudah selesai tapi dia mengikuti langkah Aisyah


"saya boleh minta nomor what's up atau nomor HP?"


"untuk apa?"


"seperti nya kita berdua bisa berteman, buktinya sudah beberapa kali bertemu.bolehkan?"


Aisyah melihat Aldo dengan seksama dari atas sampai bawah untuk meyakinkan nya untuk memberikan nomor HP nya.


"mmmhhh... boleh la..."


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote..

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2