
Malam hari di rumah Reza dan Kalisa suasana baru tentu nya untuk Kalisa dan Salsa. Karena masih bayi jadi dia sedikit gelisah dengan suasana baru.
"hoek... hoek... hoek..."
Salsa menangis dan mau nya di gendong dengan Kalisa, jadi untuk menenangkan salsa harus di gendong terus sampai dia tertidur.
"bagaimana salsa ? sudah tidur ?"tanya Reza .
"sssstttt jangan ribut dulu, masih baru merem. Nanti terbangun lagi"jawab Kalisa tapi dengan suara pelan.
Reza hanya mengangguk dan mengikuti langkah Kalisa dari belakang, sehingga membuat mereka tabrakan dan salsa tersentak.
"Astaghfirullah... kenapa ngikutin dari belakang ? kan jadi tabrakan gini"kata Kalisa pada suaminya.
"maaf...aqu refleks saja ngikutin kalian"jawab Reza merasa bersalah.
"ya sudah , duduk saja di sana.untung anaknya enggak nangis lagi"kata Kalisa dan menunjuk kursi di ruang tamu agar suaminya bisa tenang.
Reza dengan sedih mengikuti perintah istri nya, duduk di kursi sambil melihat Kalisa yang menggendong bayi. Bukannya Reza tidak mau gantian tapi salsa yang mau dengan mamanya.
Bu Ani yang melihat menantunya mondar mandir mendekati mereka.
"Kalisa sini sama mama saja salsa, dari tadi mama lihat kamu ke sana ke mari, mama capek melihat kamu."kata Bu Ani
"enggak apa apa ma... lagian sudah tidur kok, tapi masih minta jalan. sebentar lagi Salsa bisa diletakkan ke tempat tidur"jawab Kalisa dengan pelan karena takut salsa terbangun.
"oh...ya sudah kalau begitu, mama masuk kamar dulu"kata Bu Ani
"ya ma... enggak apa-apa ada bang Reza di sini"jawab Kalisa.
Setelah kira kira 15 menit kelihatan salsa sudah tidur, mereka pun masuk ke kamar juga dan di ikuti oleh Reza."Kalisa air hangat sudah ada di kamar"
"oh...iya belum, tolong di bawakan bang"jawab Kalisa.
Reza ke dapur membawa termos untuk susu salsa di malam hari, baru saja tadi sudah di masak untuk malam hari.
Di dalam kamar ternyata Salsa sudah di letakkan ke tempat tidur, tapi Kalisa memegang tangan salsa jadi membuat salsa nyaman, bahwa dia bersama mamanya. Reza yang melihat interaksi ke dua nya sedikit terharu.
karena kalau tidak ada Kalisa, entah bagaimana nasib anaknya.
Reza sangat bersyukur kalau Kalisa menjadi mama sambung untuk anaknya. Kalisa sangat menyayangi salsa, di perlukan seperti anak sendiri. Hari sudah malam jadi Reza sudah memeriksa semua pintu dan jendela, itu adalah tugas nya. Waktu tinggal di rumah mertua dia juga yang selalu memeriksa tanpa sepengetahuan orang yang di rumah.
Reza tidur di sebelah Kalisa yang sepertinya sudah tertidur juga."Kalisa kamu sudah tidur?"tanya Reza.
__ADS_1
"mmmmhhhhh..."hanya itu yang di jawab Kalisa.
karena penasaran Reza mendekati Kalisa dan Salsa, dan ternyata memang sudah tertidur."ternyata sudah tidur, ya sudah aqu tidur di sebelah Kalisa saja"kata Reza dalam hati.
Reza tidur di sebelah Kalisa dan tangannya memeluk istrinya. Karena kecapekan Kalisa tidak sadar dan tidur nyenyak."sabar Reza...kamu harus ekstra sabar untuk unboxing dengan istri mu"kata Reza dalam hati. lama kelamaan Reza pun tidur sambil memeluk istrinya.
Malam ini Salsa pun tidur nyenyak, tidak minta susu malam jadi mereka tidur dengan pulas sampai menjelang subuh. Kalisa tersentak karena ada tangan yang memegang d*d*nya."tangan siapa ini?"kata Kalisa dalam hati dan belum sadar sepenuhnya.
Beberapa saat kemudian Kalisa pun sadar yang ternyata dia berada di kamar rumah Reza dan sekarang juga menjadi rumah nya."bang Reza geser dikit, sempit nih..."kata Kalisa sambil menggeser badan Reza.
Karena badan suami lebih besar jadi yang di geser tidak bergerak dan malah membuat Reza bangun."mmmmhhhhh... kenapa Kalisa?"tanya Reza yang melihat istrinya duduk di sebelah.
", sempit bang, geser dikit aja"kata Kalisa yang melihat Reza yang belum sadar sepenuhnya.
"oh...."kata Reza dan bergeser sedikit.
"cukup?"
"ya... cukup"tanya Reza.
"ya"jawab Kalisa yang berbaring kembali.
Kalisa yang berbaring di sebelahnya"Kalisa tidurnya hadap abang bisa?"tanya Reza.
"mmmmhhhhh..."jawab Kalisa"aduh...ada apa nih bang Reza?"kata Kalisa dalam hati dan dia menghadap suaminya.
"mau lihat kamu saja"jawab Reza dan tangannya sudah membuka kancing baju depan satu persatu.
Kalisa hanya diam saja"aduh... tenang kalisa... tenang..."
Reza yang melihat Kalisa hanya diam pun melanjutkan niatnya"boleh lihat dan icip-icip aja, enggak lebih"kata Reza dan Kalisa diam menandakan setuju.
Setelah kancing terbuka terlihat pemandangan yang indah di mata lelaki, kalau tidur Kalisa enggak memakai b*a jadi terlihat jelas Jelly kenyal yang k*m*a* . Membuat bihari Reza yang beberapa bulan tidak tersalurkan.
Mereka saling berhadapan dan Reza meremas jelly kenyal k*m*a*, sehingga membuat yang punya merintih."aaaaaa hhhhhhh.."
mendengar suara Kalisa yang menikmati sentuhan nya"cup...cup..."Reza m*n*e*u* jelly kenyal milik Kalisa dan bahkan membuat tanda kepemilikan di sana karena tanpa di sadari Reza m*n*e*u* nya.
Kalisa yang mendapat sentuhan pertama kali bimbang dan ragu, mau rasanya di hentikan tapi hatinya menginginkan lebih.
Setelah merasa puas di bagian jelly Reza berpindah melihat Kalisa tersenyum dan menginginkan b*b*r istrinya yang menggoda.
Mereka pun saling b*r*i*m*n dalam sehingga membuat keduanya tidak bisa bernafas, sehingga Kalisa memalingkan wajahnya biar mendapatkan oksigen untuk bernafas."uuuhhh...uuuhhh"Kalisa menarik nafas.
__ADS_1
Reza merasa bersalah"maaf..."hanya itu yang keluar dari mulutnya."abang semangat kali, membuat aqu susah bernafas"kata Kalisa
"maaf...aqu juga manusia biasa, terlalu semangat karena sudah lama enggak dapat..."kata Reza tanpa melanjutkan kata-katanya dan mendekati kalisa kembali untuk melanjutkan-nya.
Kalisa memejamkan matanya dan Reza kembali mengecup b*b*r seksi istrinya, lalu turun ke bagian l*h*r. Kalisa yang menerima geli dengan bulu bulu di dagu suami nya tapi menginginkan lebih juga.
"hoek...hoek... hoek..."
tiba tiba suara tangisan Salsa terdengar, membuat konsentrasi Kalisa terganggu."bang...salsa bangun, aqu buat susu dulu"kata Kalisa.
"sebentar... nanggung nih..."jawab Reza yang lagi konsentrasi untuk melanjutkan lebih.
"hoek... hoek...hoek..."
Salsa menangis lebih kuat lagi karena sudah lapar, dan membuat Bu Ani terbangun. Dia pun mengetuk pintu kamar karena takutnya Reza dan Kalisa masih tidur sehingga tidak mendengar tangisan sang cucu.
"Reza...Kalisa... sudah bangun? salsa nangis tuh .."kata Bu Ani dari balik pintu.
"i...ya...mama... sudah bangun, ni mau buatkan susu"Kalisa yang menjawab.
Kalisa memegang kepala suaminya dan sehingga mereka berhadapan, terlihat wajah Reza yang sudah...."bang... sadar...Salsa sudah bangun, nanti di lanjutkan lagi"kata Kalisa.
"cup ..cup...cup..."Kalisa mencium pipi kiri,kanan dan b*b*r Reza sekilas. Lalu turun dari tempat tidur untuk membuatkan susu
Akhirnya Reza ke kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang tertunda...
"yang sabar ya... bos..."kata Kalisa melihat Reza ke kamar mandi yang ada di kamar.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏