Cinta Kalisa

Cinta Kalisa
Bab.34


__ADS_3

Akhirnya hari ini Kalisa dan Reza pergi berdua untuk mencari mahar untuk pernikahan mereka. Sementara Salsa di titip pada Bu Ros dan pak Dharma tapi yang kerja bersih bersih rumah juga ada jadi Bu Ros minta tolong hari ini pulang nya sore untuk gantian menjaga Salsa.


Karena tidak terlalu banyak yang di beli jadi hari ini mereka keluar naik motor milik Aldo yang parkir di garasi rumah.


"nih... pakai helm"kata Reza.


Kalisa mengambil helm yang di berikan Reza padanya, sementara Reza menghidupkan motor besar untuk laki-laki, mesin motor agak lama di hidupkan biar panas dahulu.


"ayah...Kalisa pamit dulu, mama titip Salsa ya... Assalamualaikum..."kata Kalisa pamit kepada orang tua nya.


Reza yang lagi menunggu Kalisa di halaman karena dia tadi sudah pamit duluan.


Motor pun melaju menuju mall di pusat kota, Kalisa yang di boncengan memberi jarak dari Reza, tap karena tempat duduk yang tinggi di belakang dan yang depan rendah jadi tanpa sengaja jadi badan Kalisa jadi nempel dengan Reza.


"aduh... kalau tau begini bagusan naik mobil"kata Kalisa dalam hati yang memperbaiki duduk ke tempat semula.


Reza yang menyadari Kalisa yang sibuk memperbaiki duduk nya hanya tersenyum sendiri dan di lihat Kalisa dari arah spion motor.


"bang...kok senyum senyum sendiri?"tanya Kalisa sedikit berteriak karena lagi di jalan takut enggak dengar.


"enggak apa apa,ada teringat hal yang lucu"jawab Reza.


Naik motor tentu bebas dari jalan yang macet karena bisa lewat jalan tikus tentunya dan tak berapa lama mereka pun sampai di mall yang mereka tuju. Masuk ke dalam parkiran kendaraan bagian motor lalu memasuki pintu mall.


Pas masuk mall Kalisa jalan terlebih dahulu tapi Reza mengikuti dari belakang, Kalisa yang melihat Reza di belakang nya pun sedikit heran"bang...kenapa jalan di belakang? seperti bodyguard aqu saja"kata Kalisa.


"kok di bilang bodyguard sih? apa cocok?"kata Reza dalam hati tapi dia tidak menjawab Kalisa.


Jadi mereka jalan beriringan saja tapi tidak begitu dekat."kita mau kemana?cari apa ya?"tanya Kalisa.


"ke tempat perhiasan saja, biasanya kan untuk mahar biasanya perhiasan"jawab Reza.


"betul juga, ayo kita ke sana bagian perhiasan"jawab Kalisa


Sampai di toko perhiasan membuat Kalisa bingung karena di sana ada jual emas dan berlian."mau cari apa bapak/ibu?"tanya penjaga toko.


"cari perhiasan"jawab Nadya.


"mari kita lihat di sini, perhiasan apa ya? untuk di tangan di leher di telinga atau di jari?"tanya penjaga toko.

__ADS_1


Melihat Kalisa yang kebingungan membuat Reza berinisiatif untuk menjawab"perhiasan di tangan saja mba"jawab Reza karena Kalisa yang sehari hari berjijab.


Kalisa pun mengikuti mba penjaga toko yang menunjukkan pada nya"bang aqu enggak mau yang besar besar gini, seperti ibu ibu di tempat aqu kerja dulu"kata Kalisa.


"kamu enggak suka emas perhiasan? kalau berlian bagaimana?"tanya Reza


"boleh juga, tapi cincin saja"kata Kalisa.


Mereka pun berpindah ke bagian berlian dan ternyata di sana ada seseorang yang juga lagi membeli berlian, mendengar suara pria tersebut seperti tak asing di telinga Kalisa.


Tanpa sengaja Reza menyenggol pria tersebut dan orang tersebut menoleh ke arah mereka"maaf bang... enggak sengaja..."kata reza.


"lain kali hati hati bang"jawab pria tersebut tanpa ekspresi di wajah dan melihat ke arah Kalisa.


Melihat ke arah Kalisa pria tersebut tersenyum dan menyapanya "Bu bidan?"kata pria tersebut.


"bang...Iwan? ngapain di sini?"jawab Kalisa.


"Akhirnya jumpa juga sama kamu Kalisa, dari kemarin Abang sudah menelepon mu tapi tidak di jawab, karena aqu tau kamu itu tidak begitu penting dengan HP jadi abang mu ini pasrah saja, semoga kita di pertemukan",kata Iwan panjang lebar


"maaf aqu jarang pegang hp dan periksa panggilan tak terjawab"kata kalisa.


melihat Iwan yang pesan berlian membuat Kalisa penasaran"pesanan Bu kades bang?"tanya Kalisa.


"wah...jadi juga sama anak pak kades sebelah rupanya, selamat ya...bang..."kata Kalisa menjabat tangan Iwan.


Iwan menerima uluran tangan Kalisa yang mengucapkan selamat"bagaimana lagi, kamu yang di tunggu enggak ada kepastian, setia sekali sama si??? siapa ya???oh...iya sama si Rendi"kata Iwan yang kemudian melihat ke arah Reza dan memperhatikan dari ujung kaki sampai kepala.


"Kalisa...ini yang namanya Rendi ??? pantas saja kamu setia dengan dia, orang nya ganteng gini"kata Iwan lagi yang sementara Reza hanya tersenyum.


"hai... Rendi kenalkan aqu Iwan, temannya Kalisa waktu di desa terpencil tempat dia bertugas selama 4 tahun"kata Iwan


Reza menyambut tangan Iwan tapi tidak menjawab karena dia lihat Kalisa yang lagi kebingungan dan menunduk serta memberi isyarat menjawab iya.


"bagaimana kalau kita ke tempat restoran lantai atas kebetulan abang mu ini Kalisa sudah lapar"kata Iwan yang sudah selesai transaksi di toko perhiasan tersebut.


"boleh" jawab Kalisa


mereka bertiga pun keluar dari dari toko mencari makanan di lantai atas"naik lift aja biar cepat"kata Iwan.

__ADS_1


"enggak apa apa di sini lift nya transparan enggak tertutup"kata Reza pada Kalisa yang sedikit gugup.


Mereka ke lantai atas mencari tempat makan bertiga, setelah dapat tempat mereka pun duduk."kalian pesan dulu ya...aqu mau ke toilet"kata Iwan


waktu Iwan ke toilet Kalisa berkata sama Reza.


"bang... tolong ya... kalau di bilang Rendi jawab aja iya... nanti aqu cerita"tanya Kalisa sambil memohon dengan ke dua tangan nya"


"iya... enggak apa apa, tenang saja"kata Reza.


Sedikit lega Kalisa mendengar jawaban dari Reza dan tak berapa lama Iwan sudah datang kembali"sudah di pesan?" tanya Iwan


"belum bang, aqu pesanannya sama kan aja ya"kata Kalisa sambil melihat ke arah Reza.


"oke"jawab Reza


Kalisa pun ke toilet mau buang air kecil.iwan akhirnya memesan bersama Reza pada pelayan restoran,tinggal lah Reza dan Iwan berdua."selamat Rendi...kau beruntung mendapatkan cinta Kalisa...dia itu sangat setia dengan mu, padahal kau itu belum jadi suami nya"kata Iwan


"iya..bang...insha Allah aqu jaga Kalisa"jawab Reza


"bagus lah kalau begitu, aqu titip Kalisa .. kalau terjadi apa apa dengan nya, kau berurusan dengan qu"kata Iwan.


Reza hanya tersenyum dan menelan slavina-nya sendiri mendengar ancaman dari Iwan"ini orang kok lebih garang dari bang Aldo ya.."kata Reza dalam hati.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote...vote ...vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2