
Setelah selesai bertemu dengan bagian administrasi jadi sekarang Kalisa bertemu dengan kepala puskesmas. Orang yang bertanggung jawab terhadap tempat baru yang sekarang ini tempat Kalisa bekerja.
Karena Reza juga mau bekerja maka dia pun meninggalkan istri nya."sekarang abang ke kantor dulu,kamu sudah bisa di tinggal kan?"tanya Reza.
"bisa la... seperti anak anak saja"jawab Kalisa.
"bukan seperti itu, maksudnya tadi kamu jumpa dengan teman mu itu enggak ada masalah kan?"abang enggak mau kamu nanti terjadi sesuatu "kata Reza.
"oh... itu, enggak ada masalah kok.kesal aja jumpa dia, abang ke kantor saja sekarang.Jangan lupa jemput aqu ya..."kata Kalisa.
Reza berpikir sejenak karena istrinya minta jemput, karena biasanya di puskesmas orang pada cepat pulang."bukannya di puskesmas cepat pulang? "tanya Reza.
"maksudnya jemput di tempat mama lho bang "jawab Kalisa.
"oh.... kalau itu, pasti di jemput tapi sore ya..."kata Reza.
"oke paksu... hati hati di jalan "kata Kalisa sambil Salim pada suaminya.
Setelah Reza pergi,maka Kalisa kembali ke dalam dan masuk menemui kepala puskesmas tempat dia di tempatkan saat ini.
tok
tok
tok
"pagi pak"
kata Kalisa mengetuk pintu ruang pak kepala.
Mendengar pintu di ketuk,pak kelapa melihat orang yang mengetuk. Kebetulan pintu ruangan lagi terbuka.
"masuk..."kata pak Rahmat kepala puskesmas.
Kalisa memasuki ruangan yang tidak di tutup.
"ada yang bisa saya bantu?"tanya pak Rahmat.
Di persilahkan masuk, Kalisa pun masuk dan duduk.
"pak...saya dari bagian administrasi untuk menyerahkan ini "kata Kalisa membawa kertas dari bagian administrasi.
Pak Rahmat mengambil surat tersebut dan membacanya."oh... ternyata ibu yang dari kemarin kami tunggu.
"iya pak..."jawab Kalisa
"selamat berjuang di puskesmas ini, semoga bisa bekerja sama. Nanti ibu di bagian pemeriksaan kandungan. Di sana ada dokter kandungan, satu perawat dan satu lagi bidan yang masih honorer"kata pak Rahmat menjelaskan.
__ADS_1
"baik pak semoga saya bisa ikut dalam team"kata Kalisa.
Tok...tok...tok...
"masuk..."kata pak Rahmat karena ada yang datang dan masuk ke ruangan.
"pak...ini Kalisa...bidan yang baru bertugas di sini"kata ibu administrasi.
"ya...kami sudah berkenalan"jawab pak Rahmat yang melihat kertas yang di bawa Kisa.
Setelah selesai membaca dan melihat Kalisa, maka pak Rahmat melihat ke arah ibu administrasi."Susi...kamu antar bidan baru kita ke tempatnya. Pasti dokter Lukman senang, karena bidan honorer itu sudah hamil besar"kata pak Rahmat
"baik pak... sekarang kami ke ruangan tim dokter "kata Bu Susi
Kalisa berdiri karena di ajak oleh Bu Susi ,lalu pak Rahmat pun berdiri.
"Selamat Bergabung di puskesmas ini semoga kamu betah di sini Kalisa"kata pak Rahmat
"terima kasih pak,.insha Allah.. mohon bimbingan nya"kata Kalisa.
Bu Susi dan Kalisa pun keluar, mereka menuju ruangan dokter kandungan. Sampai di ruangan yang di tuju, suasana pagi pasien sudah mulai ada. Jadi satu perawat lagi ngurusin administrasi dan ada satu lagi duduk seperti nya kelelahan karena hamil besar.
Kalisa melihat ibu yang hamil itu masih sedikit kesal, karena dia adalah Anita. Teman akrab nya masih sekolah kebidanan, dia juga yang membuat Kalisa sakit hati dan tak percaya yang namanya Persahabatan.
"aduh... pasti dia yang di bilang bidan honorer yang di bilang pak Rahmat tadi "kata Kalisa dalam hati.
Bu Susi mendekati perawat yang lagi sibuk di bagian administrasi."suster Ana... sudah datang dokter Lukman?"tanya Bu Susi.
"oh... seperti itu... kenalkan ini Kalisa...bidan baru yang akan bergabung bersama kalian. Saya harap kalian dapat bekerja sama."kata Bu Susi.
Ana melihat ke Kalisa dengan senyuman ramah."Bu Bidan Kalisa... kenalkan saya Ana... semoga kita bisa bekerja sama dengan tim"kata Ana.
"ya...Bu ana...saya juga berharap demikian"jawab Kalisa.
"oh...iya...mana bidan Anita? hari ini masih masuk dia?"tanya Bu Susi.
"ada kok Bu lagi merapikan tempat tidur pasien tadi"jawab ana.
Bu Ana pun ke dalam mengajak Kalisa untuk berkenalan."Bu Anita...bisa ke sini sebentar?"panggil Bu Susi.
"ya Bu..."jawab Anita mendekati Bu Susi.
"Bu Anita... perkenalkan ini bidan baru kita, namanya Kalisa"kata Bu Susi.
Dua sahabat itu yang masih ada masalah yang belum di selesaikan, karena Kalisa masih belum bisa ikhlas untuk memaafkan perbuatan Anita. Jadi mereka berdua seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal.
"kok pada diam? kalian sudah saling kenal ya..."tanya Bu Susi melihat kedua sahabat itu saling diam, dan akhirnya Kalisa yang terlebih dahulu mengulurkan tangannya karena dia orang baru di situ.
__ADS_1
"kenalkan Bu Anita...saya Kalisa..."
Anita pun akhirnya juga menerima tangan Kalisa untuk berkenalan."ya... senang berkenalan dengan ibu... semoga kita bisa bekerja sama"kata Anita.
"tentu... memang seharusnya harus seperti itu"kata Kalisa.
Tiba tiba datang seorang laki-laki muda yang baru masuk mendekati mereka bertiga."Bu Susi...apa kabar? ada yang bisa saya bantu?"tanya dokter Lukman pada Bu Susi bagian administrasi puskesmas.
"yang di tunggu akhirnya muncul juga...ini ada Bu bidan PTT yang kita bahas kemarin akhirnya sekarang bergabung dengan kita"kata Bu Susi
"Alhamdulillah.... sekarang sudah ada pengganti bidan Anita, dari kemarin saya tunggu karena melihat kondisi bidan Anita yang sepertinya menunggu hari "kata dokter Lukman.
Dokter Lukman melihat ke arah Anita dan Kalisa."oh...ini dia bidan baru kita?"tanya dokter Lukman
"iya dokter... perkenalkan saya Kalisa, mulai hari ini bergabung di puskesmas ini "kata Kalisa.
"senang berkenalan dengan bidan Kalisa... semoga kita bisa jadi tim yang saling bekerja sama untuk melayani pasien "kata dokter Lukman.
"a...min... dokter "kata Kalisa
Bu Susi melihat semua sudah hadir di ruangan dokter Lukman maka dia pun pamit untuk kembali ke ruangan dia sendiri."seperti nya saya sudah tidak di perlukan lagi di sini, jadi saya pamit dulu karena pasien sudah menunggu juga"kata Bu Susi.
"oh...iya Bu Susi,. sekarang kami juga mau bertempur melayani pasien yang datang"kata dokter Lukman.
Ana pun sudah bersiap mau memanggil pasien yang masuk."nanti dulu kita berkenalan nya karena ana sudah memanggil pasien, jadi Kalisa tolong bantu saya sekarang sementara Anita duduk untuk tensi dan berat badan pasien"perintah dokter Lukman
"baik dokter"kata Kalisa dan Anita bersamaan.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran....
atau secangkir kopi hangat
serta
vote...vote...vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏